Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Penyerobotan Tanah Kebun Karet di Kampung Besiq Kecamatan Damai, Pemilik Kebun ibu Ceng Neti, Meminta Keadilan Aparat Penegak Hukum, Dan Hukum Adat Tetap Berjalan

Penyerobotan Tanah Kebun Karet di Kampung Besiq Kecamatan Damai, Pemilik Kebun ibu Ceng Neti, Meminta Keadilan Aparat Penegak Hukum, Dan Hukum Adat Tetap Berjalan

  • account_circle Ron
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Barito Utara – Petani Ibu Ceng Neti Menuntut Keadilan dan Transparansi dari PT Ketapang Hijau Lestari Kutai Barat, konflik perampasan dan penyerobotan lahan, kembali mencuat di wilayah kampung besiq Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menyusul tindakan penyerobotan tanah kebun karet milik seorang petani warga Kampung Besiq, Ibu Ceng Neti T.

Kebun karet yang telah dirawat dan diusahakan mulai tahun 2013 ini kini mengalami kerusakan akibat penggusuran oleh pihak perusahaan sawit PT Ketapang Hijau Lestari (KPL).

Kebun di tanam seluas dengan tiga ratusan pohon karet, dalam dua hektar telah di gusur, tersebut berlokasi di areal Sungai Muara Mentiong, Kampung Besiq, dan merupakan tanah adat yang diwariskan secara turun-temurun dari datuk moyang masyarakat setempat.

Dengan keterikatan historis dan spiritual yang mendalam terhadap lahan tersebut, tindakan penggusuran ini menimbulkan keresahan dan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat pemilik tanah, pohon durian yang berbuah , dan buah buahan lain nya ludes , musnah.

Petinggi kampung besiq kecamatan damai, pernah meminta itikad baik pihak perusahaan, agar cepat di urus secara baik atau untuk di mediasikan, Tetapi pihak perusahaan PT, KPL, tidak pernah mengindahkan dan Menghargai panggilan petinggi kampung nya.

Menurut penuturan Ibu Neti, ketika di wawancarai di lokasi tanah nya, oleh ti, “Kami tidak pernah memberikan, menjual, atau melepas hak atas tanah kebun kami kepada siapa pun maupun kepada perusahaan. Kami hanya meminta itikad baik dari pihak PT Ketapang Hijau Lestari untuk bersikap transparan dan menghormati hak serta keberadaan kami sebagai masyarakat adat.

Tanah kebun ini adalah warisan leluhur kami yang sangat berharga,” tegasnya penuh keprihatinan.
Ketika di konfirmasi ke pihak PT KPL, tetapi belum ada di jawab oleh pihak perusahaan, sampai berita ini naik ke redaksi.

Kekecewaan bertambah karena tanaman karet yang telah menginjak usia puluhan tahun digusur secara paksa menggunakan alat berat ekskavator oleh pihak perusahaan, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan dan kehilangan mata pencaharian bagi pemiliknya. Peristiwa ini membuka ruang kekhawatiran akan potensi konflik horizontal yang dapat memperuncing ketegangan sosial antarwarga Kampung Besiq, bukan hanya perorangan, namun hampir semua masyarakat yang memiliki tanah, tidak pernah dihargai para pemilik nya .

Pihak pemilik kebun, melalui Ibu Ceng Neti, menyerukan agar pemerintah daerah, aparat hukum, dan instansi terkait bertindak cepat melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap praktik jual beli tanah tanpa persetujuan pemilik sah, sehingga penyebab penyerobotan tersebut dapat diungkap secara tuntas dan transparan, karena mereka yang memiliki tanah kebun, hampir memiliki legalitas dari pemerintah desa setempat.

“Kami berharap penjual tanah ilegal ditindak tegas agar konflik dan perselisihan antarmasyarakat Kampung Besiq bisa dihindarkan dan penyelesaian terbaik dapat diupayakan berdasarkan hukum dan keadilan sosial,” tambahnya.

Kasus penyerobotan tanah adat ini menjadi sorotan penting dalam pengelolaan sumber daya alam dan hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Perlindungan terhadap hak kelola tanah adat harus dijadikan prioritas supaya tidak menimbulkan ketidakadilan dan kerugian yang berlarut-larut.

Hal ini juga menjadi pengingat bagi perusahaan-perusahaan perkebunan untuk selalu mengedepankan prinsip transparansi, dialog, dan penghormatan terhadap komunitas lokal dalam setiap aktivitasnya.

Konflik tanah seperti yang dialami oleh Ibu Ceng Neti dan masyarakat Kampung Besiq menggarisbawahi perlunya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berimbang dan berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan seluruh pihak serta menjaga keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan di Kutai Barat. (RON)

Ron

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juli 2023 sebagai Jurnalis Kab. Barito Utara - Kalimantan Tengah. Email : ron@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MSM Sampaikan Pemberitahuan Perkara Dugaan Pencemaran Nama Baik Pimpinan Umum ke Kapolda Metro Jaya

    MSM Sampaikan Pemberitahuan Perkara Dugaan Pencemaran Nama Baik Pimpinan Umum ke Kapolda Metro Jaya

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Media Suara Mabes (MSM) menyampaikan pemberitahuan kepada Kapolda Metro Jaya terkait langkah hukum yang ditempuh Pimpinan Umum MSM, Suratno, S.Kom, atas dugaan pencemaran nama baik, penghinaan, perundungan (cyberbullying), serta serangan melalui media sosial. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 248/MSM-PUSAT/EK/VIII/2026, tertanggal 12 Agustus 2026, yang ditujukan kepada Kapolda Metro Jaya. Dalam […]

  • Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik

    Ops Patuh Kapuas 2026 di Pontianak: Polisi Fokus Tertibkan Administrasi dan Kedepankan Teguran Simpatik

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 64
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar — Pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2026 di hari kedua yang digelar di kawasan Taman Alun Kapuas, Jalan Rahadi Usman, Pontianak, dipimpin langsung oleh Kapusdalopsda Ops Patuh Kapuas 2026, AKBP Zulyanto Leonardi Kramajaya, S.I.K., M.M., guna menertibkan para pengguna jalan raya.Selasa (27/10) Dalam kegiatan penindakan secara stasioner dan hunting tersebut, petugas mencatat […]

  • Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di SPBU Pagaden Subang Disorot, Pengawasan Diminta Diperketat

    Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di SPBU Pagaden Subang Disorot, Pengawasan Diminta Diperketat

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Yusup Sugara
    • visibility 385
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Subang — Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar kembali menjadi perhatian di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebuah truk boks terpantau melakukan pengisian Solar bersubsidi secara tidak wajar di SPBU 34.41215 wilayah Pagaden, Kabupaten Subang. Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pengisian kendaraan tersebut berlangsung cukup lama dan dinilai tidak seperti pola […]

  • Karhutla Mengancam Kalimantan, PB PII: Krisis Ekologis Kian Nyata

    Karhutla Mengancam Kalimantan, PB PII: Krisis Ekologis Kian Nyata

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Kifli Polapa
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Ribuan titik panas terpantau di lima provinsi Kalimantan di tengah kondisi kemarau dan pengaruh El Niño yang memperbesar risiko kekeringan serta kebakaran. Berdasarkan data pemantauan SiPongi melalui satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB, tercatat […]

  • Kaperwil Media Suara Mabes Aceh Tinjau Penyaluran Bantuan TV untuk Dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar photo_camera 5

    Kaperwil Media Suara Mabes Aceh Tinjau Penyaluran Bantuan TV untuk Dayah di Banda Aceh dan Aceh Besar

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Media Suara Mabes | Banda Aceh – Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Suara Mabes Wilayah Aceh, Hanafiah, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah dayah di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar guna memastikan penyaluran bantuan televisi (TV) beserta perlengkapannya dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh telah diterima oleh lembaga penerima manfaat. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan bersama pihak […]

  • Buntut Sorotan Media ​,PPK Puskesmas Tumbang Titi Tegaskan Material Tak Sesuai Spek Wajib Di Bongkar

    Buntut Sorotan Media ​,PPK Puskesmas Tumbang Titi Tegaskan Material Tak Sesuai Spek Wajib Di Bongkar

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 87
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang — Sorotan publik terhadap proyek Pembangunan Puskesmas Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, terus memanas. Menanggapi dinamika pemberitaan di media, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Florensius Y.M. Tapun, S.T., M.A.P., akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi. ​Melalui pesan tertulis kepada awak media, Tapun menegaskan bahwa pihak Dinas Kesehatan tidak akan […]

expand_less