Warga Kapling Mandiri Heboh, Kabel SUTT yang Sedang Dikerjakan Mengeluarkan Api dan Asap Tebal
- account_circle Aan Hermawan
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 160
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Bekasi – Warga Kapling Mandiri dibuat heboh setelah melihat kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang masih dalam tahap pengerjaan tiba-tiba mengeluarkan api disertai asap tebal. Peristiwa tersebut membuat warga panik karena khawatir api dapat membesar dan membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku melihat adanya percikan api dari kabel yang sedang dikerjakan. Peristiwa itu pun menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan segera mendapat penanganan dari pihak pelaksana proyek.
Terkait dugaan bahwa kabel yang digunakan tidak memenuhi standar, hal tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian oleh pihak yang berwenang. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Bukaka mengenai penyebab munculnya api dan asap tebal tersebut.
Warga berharap pihak kontraktor bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap instalasi SUTT guna memastikan keamanan pekerjaan serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
Menanggapi peristiwa munculnya percikan api dan asap tebal pada kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang sedang dalam pengerjaan, pihak PLN memberikan penjelasan bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh layangan berbahan plastik yang tersangkut pada jaringan listrik.
Menurut keterangan pihak PLN, layangan tersebut mengenai transmisi eksisting yang sudah aktif yaitu SUTT 150Kv Bekasi-Marunda bukan dari jaringan kabel SUTT yang sedang dalam pengerjaan, karena masih dalam tahap pekerjaan jadi belum di aliri listrik.
Keberadaan layangan plastik yang menempel pada kabel diduga memicu terjadinya percikan api disertai asap tebal.
Setelah di tinjau di TKP oleh petugas PLN ditemukan bahwa Layangan tersebut memilili ekor sepanjang 5 meter yang berbahan dari aluminium.
Meski demikian, pihak PLN menyatakan telah melakukan penanganan terhadap kondisi tersebut guna menjaga keamanan jaringan serta keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
PLN juga mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan layangan, terutama yang berbahan plastik atau menggunakan benang yang dapat menghantarkan listrik, di sekitar jaringan transmisi maupun distribusi listrik. Aktivitas tersebut berpotensi mengganggu keandalan pasokan listrik dan membahayakan keselamatan.
Jurnalis : Aan Hermawan
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 25 Januari 2025 sebagai Kepala Biro (Kabiro) Kota Bekasi - Jawa Barat. Email : aan.hermawan@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar