GERILYA KOGNITIF SERI 6: Algoritma dan AI, Pengganda Pengaruh dalam Pertarungan Persepsi Digital
- account_circle Suwoto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Perkembangan algoritma dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat mengakses informasi, tetapi juga memengaruhi distribusi konten, pola perhatian, hingga cara manusia memahami suatu peristiwa dan mengambil keputusan.
Persoalan tersebut menjadi sorotan Brigjen (Purn.) MJP. Hutagaol dalam tulisan Gerilya Kognitif Seri 6: Algoritma dan AI — Mesin Pengganda Pengaruh dalam Pertarungan Persepsi Digital, tertanggal 5 November 2026.
Dalam kajiannya, Hutagaol menjelaskan bahwa algoritma rekomendasi berperan dalam memilih dan mengurutkan informasi yang tampil di hadapan pengguna berdasarkan sejumlah sinyal, seperti riwayat aktivitas, interaksi, minat, dan karakteristik konten.
Kondisi tersebut membuat setiap pengguna dapat menerima informasi yang berbeda, meskipun menggunakan platform dan mengikuti sumber yang sama. Dengan demikian, informasi yang muncul di beranda bukanlah gambaran keseluruhan informasi yang tersedia.
Viral Tidak Selalu Berarti Benar
Hutagaol mengingatkan bahwa tingginya interaksi atau popularitas sebuah konten tidak otomatis membuktikan kebenarannya. Konten yang memancing emosi, kontroversi, ketakutan, maupun rasa ingin tahu berpotensi memperoleh perhatian besar.
Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan memahami konteks sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
AI Membawa Peluang sekaligus Risiko
AI memberikan kemudahan dalam pengolahan data, penulisan, penerjemahan, serta pembuatan gambar, suara, dan video. Namun, teknologi tersebut juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat identitas tiruan dan materi manipulatif yang dapat menyesatkan masyarakat.
Sejalan dengan pembahasan OECD dalam publikasi Facts not Fakes: Tackling Disinformation, Strengthening Information Integrity (2024), integritas informasi menjadi tantangan penting di tengah perkembangan teknologi digital.
Hutagaol menilai kombinasi AI dan algoritma dapat memperbesar jangkauan serta kecepatan penyebaran konten. Meski demikian, tidak setiap konten viral dapat langsung dikategorikan sebagai hasil operasi pengaruh terorganisasi. Kesimpulan semacam itu harus didukung bukti yang dapat diverifikasi.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar