GERILYA KOGNITIF SERI 6: Algoritma dan AI, Pengganda Pengaruh dalam Pertarungan Persepsi Digital
- account_circle Suwoto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Literasi Digital dan Kedaulatan Berpikir
Menurut Hutagaol, Indonesia perlu memperkuat literasi digital dan AI, keamanan siber, perlindungan data pribadi, transparansi sistem digital, serta pengembangan talenta teknologi dalam negeri.
Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, media, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Dalam kerangka pemikiran Perang Fondasi, Hutagaol menempatkan tiga pilar utama, yakni energi, data, dan persepsi. Energi menopang infrastruktur digital, data menjadi bahan pengolahan informasi, sedangkan persepsi berkaitan dengan cara manusia memahami dan menafsirkan informasi.
Algoritma dan AI diposisikan sebagai instrumen teknologi yang bekerja melintasi ketiga pilar tersebut, bukan sebagai pilar tersendiri.
Manusia Tetap Menjadi Penentu Keputusan
Hutagaol menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab manusia. AI dapat membantu mengolah informasi, sedangkan algoritma dapat mengatur distribusi konten, tetapi keputusan dan konsekuensinya tetap menjadi tanggung jawab manusia.
Pandangan tersebut sejalan dengan prinsip UNESCO dalam Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence (2021), yang menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan manusia dalam pemanfaatan AI.
Pesan utama Gerilya Kognitif Seri 6 dirangkum dalam prinsip:
“MENGUASAI TEKNOLOGI, MENJAGA DATA, MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN BERPIKIR.”
Melalui tulisan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengguna yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menghadapi dinamika informasi digital.
Media Suara Mabes (MSM) – Lugas, Tegas & Terpercaya.
Sumber rujukan: OECD (2024); OECD.AI (18 Mei 2025); UNDP (Human Development Report 2025); UNESCO (2021); United Nations (Global Principles for Information Integrity, Juni 2024).
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar