SPPG Polri Dinilai Berkontribusi Besar dalam Menjaga Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Saprizal
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 251
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, mulai dari kasus keracunan makanan hingga persoalan tata kelola dan pengawasan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinilai berhasil menunjukkan kontribusi signifikan dalam mendukung pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut.
Melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polri terus memperluas jangkauan layanan MBG guna memastikan masyarakat, khususnya pelajar, memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas.
Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R. Haidar Alwi, menyebutkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, Polri telah membangun 1.376 unit SPPG yang terdiri atas fasilitas yang telah beroperasi, sedang dipersiapkan, maupun masih dalam tahap pembangunan. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembangunan 1.500 SPPG pada tahun 2026.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemampuan Polri dalam mengoordinasikan sumber daya dan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung program MBG hingga ke berbagai daerah.
Selain kuantitas pembangunan, aspek kualitas layanan juga menjadi perhatian utama. Polri menerapkan sistem pengawasan keamanan pangan melalui program food security yang mencakup pemeriksaan bahan baku, pengujian kualitas makanan, serta pengawasan distribusi secara ketat.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa standar keamanan pangan menjadi prioritas dalam operasional seluruh SPPG yang berada di bawah pengelolaan Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar kesehatan dan keamanan.
Apresiasi terhadap pelaksanaan MBG oleh Polri juga disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan kunjungan kerja. Presiden menilai fasilitas dapur MBG yang dikelola Polri memiliki tingkat kebersihan, kerapian, dan kualitas pelayanan yang baik.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas program publik tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran atau jumlah fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh kualitas tata kelola, disiplin operasional, serta pengawasan yang konsisten di lapangan.
Pengamat menilai keterlibatan Polri dalam program MBG menjadi contoh kolaborasi antarlembaga negara dalam mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan jaringan organisasi yang menjangkau hingga tingkat kecamatan, Polri memiliki keunggulan dalam mempercepat implementasi program dan memastikan distribusi layanan berjalan efektif.
Berbagai praktik yang diterapkan dalam pengelolaan SPPG Polri, mulai dari standar keamanan pangan hingga sistem pengawasan operasional, dinilai dapat menjadi referensi bagi pengelola SPPG lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah upaya pemerintah menyediakan makanan bergizi bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia, keberhasilan implementasi program membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pengawasan yang kuat, serta komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Melalui pembangunan ribuan SPPG dan penerapan standar keamanan pangan yang ketat, Polri menunjukkan peran strategisnya tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam mendukung pembangunan kualitas generasi masa depan Indonesia.
Sumber: Opini R. Haidar Alwi, Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) dan Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB.
Jurnalis : Saprizal
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 19 November 2023 sebagai Wakil Kepala Biro (Wakabiro) Kab. Indragiri Hilir - Prov. Riau. Email : saprizal@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar