Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Sentinel Seri 2: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan

Sentinel Seri 2: Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Ruang angkasa kini tidak lagi dapat dipandang sebagai wilayah kosong di atas Bumi. Pertumbuhan jumlah satelit, konstelasi komersial, kemajuan teknologi peluncuran, serta meningkatnya pemanfaatan data antariksa menjadikan orbit sebagai bagian penting dari infrastruktur global.

Hal tersebut menjadi pokok bahasan dalam SENTINEL Seri 2: “Ketika Langit Menjadi Arena Persaingan”, tulisan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol yang disusun di Jakarta, 19 September 2026.

Seri kedua ini melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai bagaimana satelit menentukan posisi dan memahami keberadaannya di orbit. Jika seri pertama membahas bagaimana satelit mengetahui posisinya, seri kedua memperluas pertanyaan mengenai jumlah satelit, pihak yang mengoperasikan, serta kemampuan teknologi di balik aset-aset antariksa tersebut.

ORBIT BUMI SEMAKIN PADAT

Mengacu pada Space Environment Report 2026 dari European Space Agency (ESA), sepanjang 2025 tercatat lebih dari 300 peluncuran dan lebih dari 4.000 payload baru ditempatkan ke orbit. ESA juga mencatat rata-rata sekitar 10 payload baru diluncurkan setiap hari.

Pertumbuhan tersebut membuat lingkungan orbit semakin padat dan meningkatkan kebutuhan terhadap pemantauan lalu lintas antariksa, koordinasi, mitigasi sampah antariksa, serta pengelolaan satelit setelah masa operasionalnya berakhir.

Persaingan antariksa modern karena itu tidak lagi sekadar mengenai siapa yang mampu mencapai orbit, tetapi juga siapa yang mampu membangun ekosistem antariksa secara menyeluruh.

KONSTELASI DAN EKOSISTEM ANTARIKSA

Perkembangan Starlink yang dikembangkan SpaceX menjadi salah satu contoh perubahan tersebut. Sistem komunikasi satelit modern tidak berdiri sendiri, melainkan mengintegrasikan satelit, stasiun bumi, perangkat pengguna, pusat kendali, perangkat lunak dan sistem peluncuran.

China juga membangun kemampuan antariksa secara terintegrasi melalui pengembangan satelit komunikasi, navigasi, penginderaan Bumi dan berbagai proyek konstelasi, termasuk Guowang dan Qianfan.

Sementara itu, Rusia memiliki sejarah panjang teknologi antariksa sejak era Uni Soviet dengan berbagai kemampuan peluncuran, satelit, komunikasi, navigasi dan geodesi, termasuk sistem navigasi GLONASS.

Eropa mengembangkan kapasitas melalui kerja sama antarnegara dengan dukungan European Space Agency (ESA). Program seperti Galileo, Copernicus dan Sentinel menunjukkan bagaimana penelitian, industri dan pembiayaan dapat dikembangkan dalam sebuah ekosistem bersama.

Jepang melalui Quasi-Zenith Satellite System (QZSS) dan India melalui NavIC juga menunjukkan bahwa kemampuan antariksa tidak semata-mata diukur dari jumlah satelit, tetapi dari fungsi, kemandirian teknologi, infrastruktur darat dan kemampuan mengolah data.

PERKEMBANGAN KOREA SELATAN

Korea Selatan turut memperkuat kemampuan konstelasi. Pada Agustus 2026, Korea AeroSpace Administration (KASA) mengumumkan lima mikrosatelit yang diproduksi dalam satu batch sebagai bagian dari konstelasi observasi Bumi.

Program tersebut dirancang memiliki total 10 mikrosatelit untuk mendukung pemantauan Semenanjung Korea dan wilayah perairan sekitarnya, termasuk kebutuhan keamanan serta respons terhadap bencana dan keadaan darurat.

Perkembangan tersebut memperlihatkan arah baru industri antariksa yang semakin menekankan konstelasi, produksi satelit dalam jumlah lebih besar dan kemampuan mengoperasikan jaringan.

INDONESIA: DARI MEMILIKI MENUJU MENGUASAI

Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam teknologi satelit sejak era Palapa pada 1970-an. Saat ini kemampuan tersebut terus berkembang melalui satelit komunikasi, observasi Bumi, lembaga riset, perguruan tinggi dan industri.

Salah satu perkembangan terbaru adalah Satelit Nusantara Lima. Pemerintah menyebut satelit tersebut memiliki kapasitas 160 Gbps dan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas digital nasional.

Namun, tantangan Indonesia tidak berhenti pada pengadaan atau pengoperasian satelit. Kemampuan nasional perlu dibangun secara menyeluruh, mulai dari riset, desain, manufaktur, peluncuran, operasi, pengelolaan data, komputasi, kecerdasan buatan hingga aplikasi.

Dengan demikian, jumlah satelit bukan satu-satunya ukuran kemampuan antariksa. Pertanyaan penting lainnya adalah siapa yang membuat satelit, mengendalikan sistem, memiliki sensor dan infrastrukturnya, menguasai data, serta mampu mengubah data menjadi pengetahuan dan keputusan.

DARI PERLOMBAAN ORBIT MENUJU PERLOMBAAN EKOSISTEM

SENTINEL Seri 2 menempatkan perkembangan teknologi antariksa dalam konteks yang lebih luas. Satelit kini menjadi bagian dari jaringan yang mendukung komunikasi, navigasi, pemetaan, pemantauan lingkungan, cuaca, transportasi, pertanian, kelautan hingga mitigasi bencana.

Karena itu, persaingan antariksa semakin bergeser dari sekadar mencapai orbit menuju kemampuan membangun dan memanfaatkan ekosistem orbital.

Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya berapa banyak satelit yang dimiliki, tetapi seberapa dalam teknologi dipahami, seberapa besar data dapat dikuasai dan dimanfaatkan, seberapa kuat industri nasional, serta seberapa banyak ilmuwan dan insinyur yang mampu dikembangkan.

Langit tidak lagi hanya menjadi tempat satelit berputar. Ruang angkasa telah menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi, teknologi, komunikasi dan pengetahuan manusia.

SENTINEL Seri 2 pada akhirnya mengajak melihat bahwa keunggulan teknologi tidak hanya ditentukan oleh aset yang dimiliki, tetapi juga kemampuan memahami, mengembangkan, mengoperasikan, mengolah dan memanfaatkannya.

BERSAMBUNG KE SERI 3: “SENTINEL: DARI MATA DI LANGIT MENJADI KEKUATAN DI BUMI.”

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Beri Ruang Api Berkobar, Babinsa dan Satgas BKO YTP 839/SA Kepung Karhutla di Pangmilang

    Tak Beri Ruang Api Berkobar, Babinsa dan Satgas BKO YTP 839/SA Kepung Karhutla di Pangmilang

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 114
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang – Tak memberi kesempatan api kembali berkobar, Babinsa Kelurahan Pangmilang Praka Rahmat Saniman bersama TNI, Polri, Manggala Agni, MPA, dan unsur terkait bergerak cepat melakukan pengecekan serta pendinginan titik api di belakang Jembatan 12, Jalan Arteri Bandara Singkawang, Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Jum’at (04/09/2026). Satu titik kebakaran ditemukan dengan luasan terdampak […]

  • Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi Hadiri Upacara di Gedung Sate

    Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi Hadiri Upacara di Gedung Sate

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Jawa Barat digelar khidmat di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (17/8/2026). Pangdam III/Siliwangi turut hadir bersama Forkopimda Jawa Barat dan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat. Upacara bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini diikuti sekitar 1.000 peserta. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, S.H., […]

  • Walikota Surabaya Terkesan Lidungi Pejabat Di Jajarannya Yang Diduga Menerima Gratifikasi Kasus Bangunan Bodong

    Walikota Surabaya Terkesan Lidungi Pejabat Di Jajarannya Yang Diduga Menerima Gratifikasi Kasus Bangunan Bodong

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Dudung Wahyudin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Surabaya – Kasus pembangunan gedung tiga lantai tanpa IMB yang menyebabkan kerusakan berat rumah milik M Soleh namun terdakwa Sudarmanto enggan mengganti biaya kerugian sehingga kasus ini dilaporkan ke instansi penegakkan hukum yang kini sudah berjalan sepuluh tahun dan telah memasuki proses kasasi. Kasus yang sebenarnya tidak sulit dan tidak butuh waktu yang […]

  • Polres Kampar Raih ‘Presisi award’ dari lemkapi – Dinilai Inovatif Dalam Pelayanan dan Penegakan Hukum photo_camera 2

    Polres Kampar Raih ‘Presisi award’ dari lemkapi – Dinilai Inovatif Dalam Pelayanan dan Penegakan Hukum

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Anggiat Sianturi
    • visibility 123
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kampar – Suasana penuh kebanggaan menghiasi Aula Sanika Satyawada Mapolres Kampar pada hari Kamis (30/7/2026) pukul 08.15 WIB, ketika Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI) memberikan penghargaan bergengsi “Presisi Award” kepada Polres Kampar. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan inovasi yang dilakukan oleh Polres Kampar dalam melayani masyarakat serta menegakkan […]

  • Pemerintah Desa Kedungjati Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras Tahap Dua, 30 Kg Per Keluarga untuk Tiga Bulan

    Pemerintah Desa Kedungjati Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras Tahap Dua, 30 Kg Per Keluarga untuk Tiga Bulan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Arif Rachman Hadi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Grobogan – Pemerintah Desa Kedungjati, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap Kedua pada Rabu, 9 September 2026. Penyaluran kali ini menyasar setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan pemberian 30 kilogram beras sekaligus. Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk tiga bulan sekaligus — Juli, Agustus, dan September 2026 — dengan rincian […]

  • Abdul Harris Soroti Dugaan Manipulasi Proyek SUTT yang Mengatasnamakan PSN

    Abdul Harris Soroti Dugaan Manipulasi Proyek SUTT yang Mengatasnamakan PSN

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 391
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Bekasi | Polemik terkait pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) kembali menjadi sorotan. Purnawirawan TNI AD, Abdul Harris, menyampaikan kritik keras terhadap pihak-pihak yang diduga memanfaatkan proyek yang diklaim sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk kepentingan tertentu. Menurut Abdul Harris, terdapat dugaan oknum yang mengatasnamakan proyek PSN dalam pelaksanaan kegiatan […]

expand_less