PLTA Saguling Jadi Ruang Dialog UNDP Indonesia, Anak Muda Suarakan Masa Depan Citarum
- account_circle Sudirman
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Klinik Berbayar Sampah memperkenalkan pendekatan pengelolaan sampah yang mendorong masyarakat melihat sampah sebagai material yang memiliki nilai. Sementara itu, Omah Plastik menjadi bagian dari upaya pemanfaatan dan pengolahan sampah plastik agar memiliki nilai guna. Adapun program ekonomi sirkular ayam petelur memperlihatkan bagaimana pendekatan pengelolaan sumber daya dapat dihubungkan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai proses pemberdayaan yang tidak berhenti pada edukasi, tetapi juga berupaya membangun kebiasaan, membuka peluang ekonomi, dan mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Berbagai program ini sekaligus menunjukkan bahwa inisiatif lingkungan dapat dikembangkan dengan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ketika masyarakat terlibat dalam prosesnya, upaya pengelolaan lingkungan berpeluang menciptakan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Senior Manager UBP Saguling, Doni Bakar, turut berdiskusi dengan para tamu, termasuk delegasi Parlemen Eropa, mengenai pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Bening Saguling Foundation.
Dalam kesempatan tersebut, ia berbagi wawasan mengenai upaya UBP Saguling mendukung pengembangan program lingkungan dan ekonomi sirkular melalui kemitraan dengan masyarakat. Diskusi ini juga menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai bagaimana program pemberdayaan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak cukup hanya menjadi konsep atau komitmen di atas kertas. Upaya tersebut harus diwujudkan melalui program yang dapat dilihat, dirasakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan mitra binaan, komunitas, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat penting,” ujar Doni.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan anak muda juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, serta berpartisipasi dalam mencari solusi atas tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
“Kita membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Apa yang dilakukan hari ini harus mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang sekaligus menjaga lingkungan bagi generasi berikutnya,” tambahnya.
Kehadiran UNDP Indonesia, pemerintah, delegasi Parlemen Eropa, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan di Bening Saguling Foundation menjadi momentum untuk memperluas dialog mengenai hubungan antara kegiatan usaha, hak asasi manusia, dan kelestarian lingkungan.
Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, pengalaman yang dibangun di tingkat masyarakat dapat menjadi bahan pembelajaran bersama dalam mendorong pendekatan pembangunan yang lebih inklusif dan bertanggung jawab.
Jurnalis : Sudirman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 1 Desember 2021 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Jawa Barat. Email : sudirman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar