Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 2: Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban

Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 2: Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Pengetahuan tidak secara otomatis menjadi peradaban. Pengetahuan memperoleh kekuatan peradaban ketika diterapkan dalam kehidupan bersama, berkembang menjadi aturan, kelembagaan, teknologi, serta kebiasaan yang diwariskan antargenerasi.

Gagasan tersebut menjadi pokok bahasan “Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 2: Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban”, tulisan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol yang disusun di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Tulisan ini melanjutkan Seri 1 yang melihat berbagai peninggalan Nusantara, seperti perahu, sawah, prasasti, dan sistem tata air, bukan sekadar benda bersejarah, melainkan sebagai jejak pengetahuan yang pernah digunakan masyarakat.

Menurut Hutagaol, proses terbentuknya peradaban dapat dibaca melalui rangkaian pengamatan, pengalaman, pengenalan pola, pengetahuan, aturan, lembaga, teknologi, dan laku bersama.

“Peradaban mulai terbentuk ketika pengetahuan bergerak dari pengalaman manusia menuju kehidupan bersama,” menjadi salah satu gagasan utama dalam tulisan tersebut.

Dari Membaca Alam Menjadi Pengetahuan

Masyarakat yang hidup di sekitar sungai, misalnya, menghadapi perubahan tinggi air, musim, banjir, serta kebutuhan pengelolaan lahan. Pengalaman yang berulang memungkinkan manusia mengenali pola dan mengembangkan pengetahuan.

Pengetahuan kemudian tidak berhenti pada individu. Agar dapat bertahan, pengetahuan harus dipraktikkan, dibagikan, diatur, dan diwariskan. Dalam pengelolaan air, misalnya, muncul kebutuhan menentukan pembagian, waktu penggunaan, pemeliharaan saluran, tanggung jawab, hingga mekanisme penyelesaian perselisihan.

Dari proses tersebut, pengetahuan teknis bertemu dengan pengetahuan sosial dan melahirkan hak, kewajiban, aturan, serta tanggung jawab.

Aturan Membutuhkan Kelembagaan

Hutagaol juga menekankan bahwa aturan membutuhkan mekanisme pelaksanaan. Dalam kehidupan masyarakat terdapat pihak yang mengatur, mengawasi, memelihara, menyelesaikan perselisihan, dan dalam kondisi tertentu menjalankan sanksi.

Hubungan pengetahuan dan peradaban kemudian dapat dilihat melalui rangkaian:

Pengetahuan → Aturan → Lembaga → Laku Bersama.

Namun, bentuk kelembagaan masyarakat Nusantara tidak seragam. Sistem pengelolaan air, tanah, hutan, laut, perdagangan, maupun adat berkembang sesuai ruang dan waktu. Karena itu, peninggalan sejarah perlu dibaca berdasarkan lingkungan, periode, masyarakat, serta mekanisme sosial yang melahirkannya.

Teknologi dan Kekuasaan

Peradaban juga berkaitan erat dengan teknologi. Perahu, saluran air, bangunan, sawah hingga pelabuhan tidak hanya menunjukkan hasil karya, tetapi juga menyimpan pengetahuan mengenai bahan, teknik, lingkungan, pengukuran, tenaga kerja, organisasi, dan pengambilan keputusan.

Di sisi lain, sejarah peradaban tidak cukup dipahami sebagai kisah kebijaksanaan dan keberhasilan. Aturan dan kelembagaan juga dapat dipengaruhi kepentingan, kekuasaan, persaingan, konflik, serta ketimpangan.

Kekuasaan dapat menentukan bagaimana tanah dan sumber daya digunakan, siapa memperoleh hak, menjalankan kewajiban, serta memiliki kewenangan mengambil keputusan. Dengan demikian, pengetahuan dapat meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan manusia, tetapi juga dapat digunakan sebagai instrumen pengaturan dan pengendalian.

Nusantara sebagai Ruang Pertukaran Pengetahuan

Seri 2 turut menyoroti laut sebagai ruang penghubung antarmasyarakat. Perdagangan dan mobilitas manusia memungkinkan barang, gagasan, bahasa, teknologi, serta sistem kepercayaan bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain.

Peradaban Nusantara karena itu tidak harus dipahami melalui gagasan tentang “kemurnian”. Salah satu kekuatannya justru dapat dilihat dari kemampuan masyarakat menerima pengetahuan dari luar, memilih, menyesuaikan, menggabungkan, dan mengembangkannya kembali.

Kemampuan tersebut dirangkum melalui gagasan “daya olah”, yakni kemampuan belajar tanpa kehilangan kemampuan memilih serta menerima pengaruh tanpa kehilangan kemampuan menciptakan.

Membaca Ulang Peninggalan Nusantara

Tulisan ini mengajak pembaca mengubah cara melihat peninggalan masa lalu. Sawah, misalnya, dapat dikaji melalui sistem air, aturan, pembagian kerja, pengetahuan lingkungan, serta hubungan hak dan kewajiban masyarakat.

Perahu dapat dipahami melalui pengetahuan bahan, teknik pembuatan, laut, pelayaran, perdagangan, dan jaringan sosial yang membuatnya diperlukan. Sementara prasasti tidak cukup hanya diterjemahkan, tetapi juga perlu dilihat dari siapa yang mengeluarkan, kepada siapa ditujukan, kapan dibuat, aturan yang dicatat, serta kepentingan dan kehidupan sosial di balik teks tersebut.

Menuju Seri 3

Pada bagian akhir, Seri 2 mengarahkan perhatian pada manuskrip dan keberlanjutan pengetahuan. Sebagian pengetahuan Nusantara masih hidup dalam masyarakat, bahasa, tradisi, keterampilan, sawah, hutan, laut, permukiman, dan berbagai lanskap kehidupan.

Sebagian lainnya tersimpan dalam prasasti, lontar, pustaha, hikayat, dan manuskrip yang berada di Indonesia maupun dalam koleksi serta perpustakaan di berbagai negara.

Pertanyaan berikutnya bukan hanya di mana naskah tersebut berada, tetapi pengetahuan apa yang tersimpan di dalamnya, bagaimana membacanya kembali, dan apa yang terjadi ketika naskah masih bertahan sementara hubungan masyarakat dengan pengetahuan di dalamnya mulai terputus.

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk Seri 3: “Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah — Membaca Kembali Manuskrip Nusantara di Dalam dan di Luar Negeri.”

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Warga Sabang Terima Bantuan Rehab Rumah, Kabiro MSM Ingatkan Tim Verifikasi Bekerja Sesuai Aturan

    Ratusan Warga Sabang Terima Bantuan Rehab Rumah, Kabiro MSM Ingatkan Tim Verifikasi Bekerja Sesuai Aturan

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Soeharto
    • visibility 196
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Sabang – Ratusan masyarakat di Kota Sabang menerima bantuan program rehabilitasi dan pembangunan rumah baru dengan nilai mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per unit. Bantuan yang ditransfer langsung ke rekening penerima ini diharapkan tepat sasaran dan direalisasikan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Berdasarkan hasil pantauan Kepala Biro Media Suara Mabes (MSM) Kota […]

  • Pelatihan Dynamic Aerobatics EC-120B Colibri Tingkatkan Profesionalisme Kru Helikopter TNI AU photo_camera 6

    Pelatihan Dynamic Aerobatics EC-120B Colibri Tingkatkan Profesionalisme Kru Helikopter TNI AU

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia penerbang melalui Pelatihan Proficient Dynamic Aerobatics for EC-120B Colibri Tahun 2026. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan kru helikopter dalam melaksanakan manuver dinamis secara profesional, andal, terukur, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan. Pelatihan tersebut secara resmi dibuka […]

  • Ketua KAN Canduang Koto Laweh Didesak Mundur, Diduga Tidak Amanah

    Ketua KAN Canduang Koto Laweh Didesak Mundur, Diduga Tidak Amanah

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Yaman
    • visibility 1.833
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Agam – Pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Canduang Koto Laweh, didukung sejumlah LSM, menyampaikan pernyataan tegas. Mereka mendesak Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Canduang Koto Laweh, Tamrin Datuk Pangeran, untuk segera meletakkan jabatannya. Diduga masa jabatan sudah habis, tidak amanah, dan banyak melanggar aturan adat serta hukum yang berlaku. Pertama, Terindikasi masa jabatan sudah […]

  • Ditresnarkoba Polda Kepri Berhasil Mengungkap 7 Kasus Narkotika Dalam Pekan Pertama Juli 2026 photo_camera 6

    Ditresnarkoba Polda Kepri Berhasil Mengungkap 7 Kasus Narkotika Dalam Pekan Pertama Juli 2026

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Agus Salim
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Batam – Sepanjang periode minggu pertama Juli 2026, yakni 28 Juni hingga 4 Juli 2026, Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengungkap 7 kasus tindak pidana narkotika dengan mengamankan 8 orang tersangka serta menyita berbagai barang bukti narkotika dan obat berbahaya. Selasa (7/7/2026). Dalam keterangannya, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol. Suyono, S.I.K.,S.H.,M.H., melalui Kabidhumas Polda […]

  • Wakapolda Kepri Tutup Turnamen Domino Kapolda Kepulauan Riau Cup 2026 Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 80 photo_camera 6

    Wakapolda Kepri Tutup Turnamen Domino Kapolda Kepulauan Riau Cup 2026 Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 80

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 184
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, ‎Batam – Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., secara resmi menutup Turnamen Domino Kapolda Kepulauan Riau Cup 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan di Utama 98 Food Court, Batu Selicin, Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (26/6). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, instansi pemerintah, organisasi olahraga, sponsor, serta […]

  • Buku Rekening BRI Penerima Kartu KUSUKA, Diterima Nelayan Sojol

    Buku Rekening BRI Penerima Kartu KUSUKA, Diterima Nelayan Sojol

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Firdaus Gafar
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tolitoli – Setelah rasa syukur dan senang tampak terlihat di wajah para nelayan Sojol, Kecamatan Ogoamas, Kabupaten Donggala saat menerima secara langsung Kartu KUSUKA, kali Ini Bank BRI Cabang Tolitoli kembali menyerahkan buku tabungan BRI kepala para nelayan. Perlu diketahui, kartu KUSUKA sendiri merupakan kartu Identitas bagi nelayan untuk syarat pembuatan BPJS ketenagakerjaan, […]

expand_less