Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 2: Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban

Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 2: Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Pengetahuan tidak secara otomatis menjadi peradaban. Pengetahuan memperoleh kekuatan peradaban ketika diterapkan dalam kehidupan bersama, berkembang menjadi aturan, kelembagaan, teknologi, serta kebiasaan yang diwariskan antargenerasi.

Gagasan tersebut menjadi pokok bahasan “Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 2: Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban”, tulisan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol yang disusun di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Tulisan ini melanjutkan Seri 1 yang melihat berbagai peninggalan Nusantara, seperti perahu, sawah, prasasti, dan sistem tata air, bukan sekadar benda bersejarah, melainkan sebagai jejak pengetahuan yang pernah digunakan masyarakat.

Menurut Hutagaol, proses terbentuknya peradaban dapat dibaca melalui rangkaian pengamatan, pengalaman, pengenalan pola, pengetahuan, aturan, lembaga, teknologi, dan laku bersama.

“Peradaban mulai terbentuk ketika pengetahuan bergerak dari pengalaman manusia menuju kehidupan bersama,” menjadi salah satu gagasan utama dalam tulisan tersebut.

Dari Membaca Alam Menjadi Pengetahuan

Masyarakat yang hidup di sekitar sungai, misalnya, menghadapi perubahan tinggi air, musim, banjir, serta kebutuhan pengelolaan lahan. Pengalaman yang berulang memungkinkan manusia mengenali pola dan mengembangkan pengetahuan.

Pengetahuan kemudian tidak berhenti pada individu. Agar dapat bertahan, pengetahuan harus dipraktikkan, dibagikan, diatur, dan diwariskan. Dalam pengelolaan air, misalnya, muncul kebutuhan menentukan pembagian, waktu penggunaan, pemeliharaan saluran, tanggung jawab, hingga mekanisme penyelesaian perselisihan.

Dari proses tersebut, pengetahuan teknis bertemu dengan pengetahuan sosial dan melahirkan hak, kewajiban, aturan, serta tanggung jawab.

Aturan Membutuhkan Kelembagaan

Hutagaol juga menekankan bahwa aturan membutuhkan mekanisme pelaksanaan. Dalam kehidupan masyarakat terdapat pihak yang mengatur, mengawasi, memelihara, menyelesaikan perselisihan, dan dalam kondisi tertentu menjalankan sanksi.

Hubungan pengetahuan dan peradaban kemudian dapat dilihat melalui rangkaian:

Pengetahuan → Aturan → Lembaga → Laku Bersama.

Namun, bentuk kelembagaan masyarakat Nusantara tidak seragam. Sistem pengelolaan air, tanah, hutan, laut, perdagangan, maupun adat berkembang sesuai ruang dan waktu. Karena itu, peninggalan sejarah perlu dibaca berdasarkan lingkungan, periode, masyarakat, serta mekanisme sosial yang melahirkannya.

Teknologi dan Kekuasaan

Peradaban juga berkaitan erat dengan teknologi. Perahu, saluran air, bangunan, sawah hingga pelabuhan tidak hanya menunjukkan hasil karya, tetapi juga menyimpan pengetahuan mengenai bahan, teknik, lingkungan, pengukuran, tenaga kerja, organisasi, dan pengambilan keputusan.

Di sisi lain, sejarah peradaban tidak cukup dipahami sebagai kisah kebijaksanaan dan keberhasilan. Aturan dan kelembagaan juga dapat dipengaruhi kepentingan, kekuasaan, persaingan, konflik, serta ketimpangan.

Kekuasaan dapat menentukan bagaimana tanah dan sumber daya digunakan, siapa memperoleh hak, menjalankan kewajiban, serta memiliki kewenangan mengambil keputusan. Dengan demikian, pengetahuan dapat meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan manusia, tetapi juga dapat digunakan sebagai instrumen pengaturan dan pengendalian.

Nusantara sebagai Ruang Pertukaran Pengetahuan

Seri 2 turut menyoroti laut sebagai ruang penghubung antarmasyarakat. Perdagangan dan mobilitas manusia memungkinkan barang, gagasan, bahasa, teknologi, serta sistem kepercayaan bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain.

Peradaban Nusantara karena itu tidak harus dipahami melalui gagasan tentang “kemurnian”. Salah satu kekuatannya justru dapat dilihat dari kemampuan masyarakat menerima pengetahuan dari luar, memilih, menyesuaikan, menggabungkan, dan mengembangkannya kembali.

Kemampuan tersebut dirangkum melalui gagasan “daya olah”, yakni kemampuan belajar tanpa kehilangan kemampuan memilih serta menerima pengaruh tanpa kehilangan kemampuan menciptakan.

Membaca Ulang Peninggalan Nusantara

Tulisan ini mengajak pembaca mengubah cara melihat peninggalan masa lalu. Sawah, misalnya, dapat dikaji melalui sistem air, aturan, pembagian kerja, pengetahuan lingkungan, serta hubungan hak dan kewajiban masyarakat.

Perahu dapat dipahami melalui pengetahuan bahan, teknik pembuatan, laut, pelayaran, perdagangan, dan jaringan sosial yang membuatnya diperlukan. Sementara prasasti tidak cukup hanya diterjemahkan, tetapi juga perlu dilihat dari siapa yang mengeluarkan, kepada siapa ditujukan, kapan dibuat, aturan yang dicatat, serta kepentingan dan kehidupan sosial di balik teks tersebut.

Menuju Seri 3

Pada bagian akhir, Seri 2 mengarahkan perhatian pada manuskrip dan keberlanjutan pengetahuan. Sebagian pengetahuan Nusantara masih hidup dalam masyarakat, bahasa, tradisi, keterampilan, sawah, hutan, laut, permukiman, dan berbagai lanskap kehidupan.

Sebagian lainnya tersimpan dalam prasasti, lontar, pustaha, hikayat, dan manuskrip yang berada di Indonesia maupun dalam koleksi serta perpustakaan di berbagai negara.

Pertanyaan berikutnya bukan hanya di mana naskah tersebut berada, tetapi pengetahuan apa yang tersimpan di dalamnya, bagaimana membacanya kembali, dan apa yang terjadi ketika naskah masih bertahan sementara hubungan masyarakat dengan pengetahuan di dalamnya mulai terputus.

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk Seri 3: “Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah — Membaca Kembali Manuskrip Nusantara di Dalam dan di Luar Negeri.”

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benteng Informasi di Era Disrupsi, Bidhumas Polda Kalbar Didik Personel Jadi “News Producer” Andal photo_camera 2

    Benteng Informasi di Era Disrupsi, Bidhumas Polda Kalbar Didik Personel Jadi “News Producer” Andal

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Singkawang Kalbar – Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) bergerak cepat memperkuat barisan komunikatornya. Melalui Bidhumas, Polda Kalbar kembali menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fungsi Kehumasan Bidang Jurnalistik bagi personel Polri jajaran, bertempat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalbar, Jumat(12/6). Pelatihan intensif yang berlangsung selama enam hari (8–13 […]

  • Sinergi Untuk Warga Hulu Sandai : LAKI Kabupaten Ketapang Beserta Gabungan Media Online Dukung Penuh Pemkab Percepat Operasional RSUD Sandai photo_camera 3

    Sinergi Untuk Warga Hulu Sandai : LAKI Kabupaten Ketapang Beserta Gabungan Media Online Dukung Penuh Pemkab Percepat Operasional RSUD Sandai

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Sukarto
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang – Dewan Pimpinan Cabang Laskar Anti Korupsi Indonesia (DPC LAKI) Kabupaten Ketapang, Arsri Ruslan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang dalam mempercepat fungsionalisasi dan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sandai di Kecamatan Sandai, Kalimantan Barat. ​Dukungan ini diberikan sebagai bentuk sinergi antara lembaga kontrol sosial dan pemerintah demi mewujudkan […]

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, PJU Polda Kalbar Pererat Silaturahmi Lewat Lomba Domino dan Nobar Piala Dunia 2026 photo_camera 2

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, PJU Polda Kalbar Pererat Silaturahmi Lewat Lomba Domino dan Nobar Piala Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Pontianak – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan Lomba Domino antar PJU Polda Kalbar. Minggu(14/6). Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat soliditas internal di lingkungan Polda Kalbar. Lomba domino yang diikuti oleh […]

  • Kapolres Ketapang Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Bupati Ketapang

    Kapolres Ketapang Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Kantor Bupati Ketapang

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR menghadiri kegiatan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan serta komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. […]

  • Syahwalan Bersama Forum Jogja Rembug di Gunung Kidul 3:19 Play Button

    Syahwalan Bersama Forum Jogja Rembug di Gunung Kidul

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Redaksi MSM
    • visibility 111
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Gunungkidul – Syawalan adalah kegiatan setiap Idul Fitri, kegiatan ini merupakan suatu tradisi di gunung kidul dan berbagai wilayah lain di yogyakarta. silaturahmi dan halal bihalal saling meminta dan memberikan maaf, sekaligus juga menjadi sarana dalam menjalin awal lembaran hidup baru di masyarakat. Seperti kegiatan hari ini pada minggu 23 mei 2021, FJR atau […]

  • Mewakili Kapolres Ketapang, Wakapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026

    Mewakili Kapolres Ketapang, Wakapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang Kalbar – Mewakili Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR. Wakapolres Ketapang menghadiri Upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Ketapang, Upacara tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat (29/06/2026). Peringatan […]

expand_less