Paul Scholes Memberi Pandangan Diantara Leonel Messi Dan Cristiano Ronaldo
- account_circle Wajidi Adiansyah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- visibility 316
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Middleton – Legenda Manchester United, Paul Scholes, pernah mengungkapkan sebuah pengamatan yang sederhana namun sangat tajam tentang dinamika penggemar dua megabintang terbesar sepak bola modern: Antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
“Saya tidak melihat penggemar Cristiano Ronaldo terlalu terobsesi dengan Messi. Tapi saya sering melihat penggemar Messi selalu memperhatikan setiap langkah Ronaldo.”
Kalimat ini mungkin terdengar ringan, tetapi maknanya sangat dalam. Karena faktanya, nama Ronaldo selalu menjadi pusat pembicaraan, apa pun yang ia lakukan—bahkan ketika ia hanya mencetak dua gol. Dua gol Ronaldo bisa langsung menjadi trending dunia, dibahas di mana-mana, dianalisis, diperdebatkan, dan dibandingkan. Ironisnya, sering kali lebih ramai daripada pemain lain yang mencetak hat-trick di hari yang sama.
Mengapa? Karena Ronaldo bukan sekadar pemain. Ia adalah standar perbandingan.
Jika Cristiano menang, para pengkritik akan berkata:
➡️ “Ah, lawannya lemah.”
Jika timnya kalah, mereka berkata:
➡️ “Itu salah Ronaldo.”
Jika dia mencetak gol, mereka berkata:
➡️ “Dia cuma bisa mencetak gol, tidak melakukan apa-apa selain itu.”
Jika dia tidak mencetak gol, mereka berkata:
➡️ “Ronaldo sudah habis, tidak seperti dulu.”
Artinya satu:
Apa pun hasilnya, Ronaldo selalu diseret ke tengah diskusi.
Dia bermain? Dibicarakan.
Dia tidak bermain? Tetap dibicarakan.
Dia mencetak gol? Diremehkan.
Dia gagal mencetak gol? Dihakimi.
Tidak ada pemain lain dalam sejarah sepak bola modern yang hidup di bawah sorotan seperti ini selama lebih dari dua dekade. Dan justru di situlah letak keistimewaannya, dengan tekanan yang menghancurkan pemain lain justru menjadi bahan bakar bagi Ronaldo untuk terus membuktikan diri.
Inilah mengapa Paul Scholes melihat satu hal yang sangat jelas:
obsesi itu nyata, dan pusatnya selalu Cristiano Ronaldo.
Pemain biasa dinilai berdasarkan performa.
Pemain hebat dinilai berdasarkan trofi.
Legenda dinilai berdasarkan warisan.
Namun Ronaldo?
Ia dinilai berdasarkan ekspektasi yang tidak masuk akal, standar yang ia ciptakan sendiri, dan perhatian global yang tak pernah padam.
Dan mungkin,
itulah alasan paling jujur mengapa Cristiano Ronaldo dianggap sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa.
Bukan karena semua orang menyukainya.
Tetapi karena semua orang tanpa terkecuali selalu memperhatikannya.
Jurnalis : Wajidi Adiansyah
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 27 Juni 2021 sebagai Jurnalis Pusat. Email : wajidi.adiansyah@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar