Mengenal Lebih Dalam Sistem Rekrutmen TNI-PORLI Dengan Prinsip Betah
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 593
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Akuntabel
Prinsip Akuntabel berarti seluruh proses penerimaan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, teknis, maupun hukum. Setiap tahapan seleksi dilaksanakan berdasarkan standar operasional yang jelas, melibatkan tim penguji yang kompeten, serta diawasi oleh pengawas internal maupun eksternal.
Melalui prinsip ini, setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang objektif, terukur, dan dapat diuji kebenarannya.
Humanis
Selain profesional dan objektif, proses seleksi juga mengedepankan pendekatan Humanis. Seluruh peserta diperlakukan secara adil, sopan, dan menghormati hak-hak mereka selama mengikuti rangkaian tes.
Pendekatan humanis bertujuan menciptakan suasana seleksi yang nyaman dan kondusif, sehingga setiap peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa tekanan yang tidak semestinya.
Meminimalkan Praktik KKN
Penerapan prinsip BETAH merupakan langkah nyata dalam memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan TNI dan Polri. Dengan sistem yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, peluang terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proses rekrutmen dapat ditekan seminimal mungkin.
Keberhasilan sistem ini tidak hanya bergantung pada penyelenggara seleksi, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, orang tua, dan para peserta untuk menolak segala bentuk percaloan maupun praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan.
Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar