Mabes TNI Perkuat Sinergi dengan Pemkab Inhil, Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas Bersama
- account_circle Saprizal
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- visibility 109
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Kab. Indragiri Hilir, Tembilahan – Upaya memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, terus dilakukan. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi Tim Penyuluh Karhutla Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) ke kediaman Bupati Inhil, H. Herman, Minggu (20/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen TNI (Mar) Agus Gunawan. Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan silaturahmi sekaligus berdiskusi mengenai kondisi dan tantangan pengendalian Karhutla di wilayah Kabupaten Inhil.
Pertemuan antara unsur TNI dan pemerintah daerah tersebut dinilai penting mengingat karakteristik geografis Inhil memiliki tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla. Sebagian wilayah Inhil merupakan kawasan perairan dan memiliki lahan gambut yang cukup dalam, sehingga mobilisasi personel maupun peralatan pemadaman pada kondisi tertentu membutuhkan strategi dan dukungan sarana yang sesuai.
Sebelumnya, Wakil Bupati Inhil Yuliantini saat menerima Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI juga menyampaikan bahwa sejumlah wilayah Inhil hanya dapat dijangkau melalui jalur air. Kondisi tersebut, ditambah karakteristik lahan gambut, menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman apabila kebakaran terjadi.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, dunia usaha, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah pencegahan.
Bupati Inhil H. Herman sebelumnya juga telah menekankan bahwa Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan bersama. Pemerintah daerah mendorong peningkatan patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, penguatan koordinasi serta kesiapan personel dan peralatan.
Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di Inhil sekaligus memperkuat pesan bahwa penanganan Karhutla tidak semata-mata dilakukan ketika api telah muncul. Upaya pencegahan melalui penyuluhan, pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, kesiapsiagaan personel serta edukasi masyarakat menjadi langkah yang tidak kalah penting.
Sebelumnya, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga telah melakukan koordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan aparat di Inhil. Dalam kegiatan tersebut, tim menekankan pentingnya kesiapsiagaan serta memberikan edukasi dan pendampingan kepada unsur terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Bagi Kabupaten Inhil, penguatan sinergi tersebut menjadi semakin relevan karena pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla untuk tahun 2026. Kondisi geografis wilayah serta karakteristik lahan gambut membutuhkan pola penanganan yang terkoordinasi dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Silaturahmi Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dengan Bupati Inhil diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, TNI dan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Dengan koordinasi yang semakin solid, pencegahan diharapkan dapat dilakukan sejak dini sehingga potensi kebakaran dapat diminimalkan dan dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, kesehatan, serta aktivitas sosial-ekonomi dapat ditekan.
Pencegahan Karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi membangun kesiapsiagaan sebelum api muncul.
Dum 0792
Jurnalis : Saprizal
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 19 November 2023 sebagai Wakil Kepala Biro (Wakabiro) Kab. Indragiri Hilir - Prov. Riau. Email : saprizal@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar