Gerilya Kognitif Seri 3, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol Bedah Kekuatan Narasi dalam Membentuk Persepsi Publik
- account_circle Suwoto
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 91
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Narasi dalam Kerangka Perang Fondasi
Pada bagian akhir, MJP Hutagaol menghubungkan kekuatan narasi dengan konsep Perang Fondasi yang terdiri atas tiga pilar, yaitu energi, data, dan persepsi.
Energi menopang kehidupan dan aktivitas masyarakat, data menyediakan fakta serta informasi, sedangkan persepsi membentuk cara manusia memahami keadaan dan menentukan sikap.
Dalam kerangka tersebut, narasi berperan menghubungkan fakta dan informasi dengan pemahaman publik. Meski demikian, kekuatannya harus tetap ditopang data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui Gerilya Kognitif Seri 3, masyarakat diajak untuk tidak mudah menarik kesimpulan hanya berdasarkan judul berita, potongan video, atau informasi yang berulang kali beredar di media sosial.
Kemampuan memeriksa sumber, memahami konteks, membandingkan informasi, serta membedakan fakta dan opini menjadi bekal penting menghadapi persaingan informasi modern.
Pesan utama tulisan ini menegaskan bahwa kekuatan narasi bukan semata-mata kemampuan memengaruhi persepsi publik, melainkan kemampuan membangun pemahaman yang benar, objektif, dan dapat dipercaya.
Lugas, Tegas & Terpercaya.
MSM – Media Suara Mabes
Sumber: Tulisan Brigjen (Purn) MJP Hutagaol, Gerilya Kognitif Seri 3: Senjata Narasi – Bagaimana Informasi Membentuk Persepsi, Jakarta, 2 November 2026.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar