Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Gerilya Kognitif: Brigjen (Purn) MJP Hutagaol Ingatkan Ancaman Perang Persepsi di Era Digital

Gerilya Kognitif: Brigjen (Purn) MJP Hutagaol Ingatkan Ancaman Perang Persepsi di Era Digital

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Perkembangan teknologi digital, media sosial, pengolahan data, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah pola persaingan dan ancaman keamanan di era modern. Ruang digital kini menjadi salah satu medan penting yang dapat memengaruhi pola pikir, kepercayaan, hingga pengambilan keputusan masyarakat.

Hal tersebut menjadi perhatian Brigjen (Purn) MJP Hutagaol melalui tulisan bertajuk “Gerilya Kognitif – Seri 1: Ketika Pikiran Menjadi Medan Tempur Baru”. Dalam pemikirannya, ia mengingatkan bahwa ancaman masa kini tidak hanya berkaitan dengan wilayah fisik, tetapi juga manipulasi informasi dan pembentukan persepsi di ruang digital.

Menurut MJP Hutagaol, penggunaan smartphone, komputer, dan berbagai platform media sosial membuka peluang penyebaran informasi secara cepat lintas wilayah dan negara. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan risiko berupa disinformasi, pemalsuan identitas digital, serta manipulasi gambar, video, dan suara menggunakan teknologi AI.

PERANG PERSEPSI DAN ANCAMAN DEEPFAKE

Ia menjelaskan bahwa emosi, pikiran, kepercayaan, dan keputusan manusia menjadi aspek penting dalam lingkungan informasi modern. Informasi yang tidak benar berpotensi memengaruhi penilaian publik apabila diterima tanpa proses verifikasi.

Sejumlah kasus internasional dan nasional memperlihatkan risiko tersebut. Di Hong Kong pada 2024, seorang pegawai perusahaan Arup tertipu konferensi video yang menggunakan teknologi deepfake hingga menyebabkan kerugian sekitar HK$200 juta.

Di Amerika Serikat, suara tiruan AI yang menyerupai Presiden Joe Biden digunakan dalam panggilan otomatis menjelang pemilihan pendahuluan New Hampshire pada Januari 2024. Sementara di Indonesia, Bareskrim Polri pada Februari 2025 mengungkap penipuan menggunakan video manipulasi yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kasus tersebut dilaporkan menimbulkan kerugian sekitar Rp65 juta dengan kurang lebih 100 korban di 20 provinsi.

MJP Hutagaol menegaskan bahwa Gerilya Kognitif merupakan gagasan konseptual untuk memahami pengaruh terhadap persepsi dan keputusan manusia melalui ruang informasi, bukan doktrin resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gagasan ini memiliki keterkaitan pembahasan dengan konsep Cognitive Warfare yang berkembang dalam pemikiran strategis internasional, termasuk di lingkungan NATO.

TIGA KEMAMPUAN DAN PENGUATAN CYBER ARMY

Dalam menghadapi tantangan tersebut, ia mengusulkan tiga kemampuan yang perlu diperkuat, yakni Gerilya Kognitif untuk memahami dan mengelola lingkungan informasi, Pertahanan Kognitif untuk mendeteksi serta menghadapi manipulasi informasi, dan Ketahanan serta Optimalisasi Akal untuk membangun kemampuan berpikir kritis masyarakat.

Ia juga memperkenalkan istilah Cyber Army sebagai konsep sumber daya manusia digital yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber, intelijen siber, forensik digital, operasi informasi, analisis data, AI, dan pertahanan kognitif.

Konsep tersebut bukan pernyataan bahwa Indonesia telah memiliki satuan resmi bernama Cyber Army, melainkan gagasan kemampuan yang perlu dikaji berdasarkan kebutuhan nasional, hukum, kewenangan, dan mekanisme pengawasan.

AI HARUS TETAP DALAM KENDALI MANUSIA

Menurut MJP Hutagaol, AI dapat membantu pengolahan data, analisis informasi, dan pendeteksian pola. Namun, teknologi tidak boleh menggantikan tanggung jawab manusia dalam memeriksa kebenaran dan mengambil keputusan.

Ia menekankan alur berpikir: fakta, data dan sumber, analisis, interpretasi, kemudian pendapat. Prinsip ini dinilai penting agar kesimpulan tidak dibangun berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Enam prioritas yang turut disoroti meliputi kemampuan deteksi dan analisis, keamanan siber, komunikasi strategis, pendidikan literasi digital, kolaborasi manusia dan AI, serta pengembangan sumber daya manusia digital.

ENERGI, DATA, DAN PERSEPSI SEBAGAI FONDASI

Dalam kerangka pemikiran Perang Fondasi, MJP Hutagaol menempatkan energi, data, dan persepsi sebagai tiga pilar penting. Energi menopang kehidupan dan aktivitas masyarakat, data menjadi dasar pemahaman serta pengambilan keputusan, sedangkan persepsi memengaruhi cara manusia memahami keadaan dan menentukan tindakan.

Ia mengingatkan bahwa ketahanan bangsa di era digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan persenjataan. Literasi informasi, kredibilitas komunikasi, kemampuan berpikir kritis, serta perlindungan ruang digital juga perlu diperkuat.

Penguatan ketahanan informasi, menurutnya, harus tetap berlandaskan fakta, bukti, hukum, dan komunikasi yang bertanggung jawab, bukan propaganda maupun penyebaran fitnah.

Melalui Gerilya Kognitif Seri 1, MJP Hutagaol mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk lebih memahami perubahan medan persaingan modern. Sebab, menjaga ketahanan bangsa di era digital juga berarti menjaga kualitas informasi, kecerdasan, dan kesadaran masyarakat.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Poda Leluhur ke Tata Kelola: MJP Hutagaol Dorong Nilai Menjadi Perilaku Dan Sistem

    Dari Poda Leluhur ke Tata Kelola: MJP Hutagaol Dorong Nilai Menjadi Perilaku Dan Sistem

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Indonesia dinilai tidak kekurangan nilai moral, agama, Pancasila, hukum, adat, maupun kearifan lokal. Tantangan yang lebih besar justru terletak pada bagaimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan menjadi perilaku sehari-hari, budaya organisasi, serta sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Pandangan tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan bertajuk “ACTION. Nilai Menjadi Perilaku — […]

  • Batam Padam Listrik Meluas, PLN Gerak Cepat Pulihkan Sistem dan Prioritaskan Fasilitas Vital

    Batam Padam Listrik Meluas, PLN Gerak Cepat Pulihkan Sistem dan Prioritaskan Fasilitas Vital

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Batam – PT PLN Batam bergerak cepat menangani gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik secara meluas di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya, Senin (12/10/2026) pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman listrik mulai terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Wilayah terdampak mencakup sejumlah kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas masyarakat, antara lain […]

  • Bersama Forkopimda, Kapolres Ketapang Sambut Kedatangan Kapolda Kalbar di Bumi Ale-Ale Kabupaten Ketapang

    Bersama Forkopimda, Kapolres Ketapang Sambut Kedatangan Kapolda Kalbar di Bumi Ale-Ale Kabupaten Ketapang

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Ketapang menyambut kedatangan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., beserta Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Barat, di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Wakapolda Kalbar beserta Ibu serta para […]

  • Direktur Intelkam Polda Kalbar Dorong Audiensi Buruh Bahas UMP 2027

    Direktur Intelkam Polda Kalbar Dorong Audiensi Buruh Bahas UMP 2027

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak — Direktur Intelkam Polda Kalimantan Barat Kombes Pol. Munizar, S.I.K., M.H., mendorong agar aspirasi Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP) terkait pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral (UMS) Kalbar tahun 2027 disampaikan melalui forum audiensi bersama pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikan Kombes Pol. Munizar saat menghadiri silaturahmi bersama para Ketua SB/SP […]

  • Pelajaran Sunyi Dari Dunia Intelijen: Ketika Perang Bergeser ke Data, Algoritma Dan Manusia

    Pelajaran Sunyi Dari Dunia Intelijen: Ketika Perang Bergeser ke Data, Algoritma Dan Manusia

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Oleh: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol ’86 Jakarta, 18 September 2026 MediaSuaraMabes | Jakarta — Dunia intelijen mengalami perubahan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Jika sebelumnya pengumpulan informasi banyak bergantung pada agen, dokumen, komunikasi tertutup, dan jaringan manusia, kini jejak digital seperti lokasi, foto, pola perjalanan, transaksi, komunikasi, aktivitas media sosial, hingga penggunaan perangkat dapat menjadi […]

  • Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolres Ketapang Gelar Subuh Keliling Berjamaah Di Masjid An-Nur Ketapang

    Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolres Ketapang Gelar Subuh Keliling Berjamaah Di Masjid An-Nur Ketapang

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 75
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Subuh Keliling (Suling) rombongan Jamaah Suling Kabupaten Ketapang di Masjid An-Nur Ketapang, Kegiatan yang diikuti sekitar 100 jamaah tersebut merupakan agenda rutin dari masjid ke masjid di wilayah Kabupaten Ketapang untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Senin […]

expand_less