Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Kita Mencari Tuhan,Tetapi Mengapa Nilainya Tidak Kita Hidupi

Kita Mencari Tuhan,Tetapi Mengapa Nilainya Tidak Kita Hidupi

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Persoalan korupsi kembali menjadi perhatian publik. Penangkapan, pemeriksaan hingga proses persidangan terhadap sejumlah pihak terkait perkara korupsi terus berlangsung. Namun, pemberantasan korupsi tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, melainkan juga menyangkut persoalan integritas dan perilaku manusia.

Pandangan tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol ’86 dalam tulisannya yang diterima redaksi MediaSuaraMabes, Sabtu (19/9/2026), bertajuk “Kita Mencari Tuhan, Tetapi Mengapa Nilainya Tidak Kita Hidupi?”

Dalam tulisannya, MJP Hutagaol mempertanyakan mengapa korupsi masih terus terjadi meskipun Indonesia telah memiliki berbagai perangkat hukum dan lembaga pengawasan.

“Mengapa korupsi seperti tidak pernah selesai?” demikian salah satu pertanyaan yang diajukan dalam tulisan tersebut.

Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan perangkat untuk memerangi korupsi. Selain memiliki aturan hukum, negara memiliki lembaga penegak hukum dan pengawasan, termasuk KPK, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, auditor serta berbagai mekanisme pengendalian.

Di sisi lain, nilai-nilai kebangsaan dan moral juga telah menjadi bagian dari kehidupan bernegara. Pancasila menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama, sementara dalam proses peradilan dikenal prinsip yang tercermin dalam frasa, “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Persoalannya, menurut penulis, bukan hanya terletak pada keberadaan nilai dan aturan, tetapi sejauh mana nilai tersebut diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Nilai Harus Menjadi Perilaku

Tulisan tersebut menyoroti adanya kemungkinan kesenjangan antara nilai yang diucapkan dengan tindakan yang dilakukan.

Seseorang, misalnya, dapat berbicara mengenai Tuhan tetapi pada saat yang sama mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya. Seseorang juga dapat berbicara mengenai Pancasila, tetapi melakukan praktik yang merugikan keuangan atau kepentingan publik.

Begitu pula dengan slogan antikorupsi. Menurut penulis, komitmen terhadap pemberantasan korupsi akan kehilangan makna apabila seseorang memilih diam ketika mengetahui tindakan tidak benar terjadi di lingkungan sekitarnya.

“Kita tidak kekurangan nilai. Kita kekurangan keberanian untuk menghidupi nilai,” tulis MJP Hutagaol.

Ia kemudian mengangkat kembali pentingnya rasa malu sebagai salah satu pengendali moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Malu untuk berbohong, malu untuk mencuri, malu menerima uang yang tidak semestinya, malu menyalahgunakan jabatan, serta malu mengkhianati kepercayaan masyarakat.

Integritas Dimulai dari Keputusan Sederhana

Dalam pandangan yang disampaikan melalui tulisannya, hukum tetap memiliki peran penting dalam memberantas korupsi. Namun, kehidupan bernegara tidak cukup hanya mengandalkan ancaman sanksi.

Integritas justru diuji ketika seseorang mempunyai kesempatan melakukan pelanggaran tetapi memilih untuk tidak melakukannya.

Penulis menggambarkan prinsip tersebut melalui sebuah keputusan sederhana: ketika seseorang ditawari jalan untuk melakukan penyimpangan dengan kalimat, “Bisa diatur,” maka jawaban yang diperlukan adalah, “Tidak.”

Keputusan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, apabila prinsip itu dijalankan secara konsisten oleh pejabat publik, aparat, pengusaha, penegak hukum, politisi maupun masyarakat, menurut penulis, dampaknya dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya integritas.

Perang Melawan Korupsi Dimulai Sebelum Penindakan

Tulisan tersebut juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak seharusnya hanya dipahami sebagai tindakan setelah seseorang melakukan pelanggaran dan kemudian ditangkap atau diproses secara hukum.

Upaya pencegahan, menurut gagasan yang disampaikan penulis, justru dimulai jauh sebelumnya, yaitu ketika seseorang berada dalam posisi memiliki kesempatan untuk melakukan kesalahan tetapi memilih menolaknya.

“Tidak. Itu bukan hak saya.”

Bagi penulis, sikap tersebut merupakan salah satu bentuk konkret integritas.

Ketika nilai agama, Pancasila, hukum dan moral tidak berhenti sebagai ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan, maka nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari budaya kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pada akhirnya, pemberantasan korupsi bukan hanya persoalan menangkap pelaku. Ia juga menyangkut bagaimana membangun manusia yang memiliki keberanian untuk menolak sesuatu yang bukan haknya.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPC Partai Prima Jepara Ajak Mohammad Boroujerdi Kunjungi Jepara

    DPC Partai Prima Jepara Ajak Mohammad Boroujerdi Kunjungi Jepara

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 146
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara – Suasana Rumah Po Han, Kota Lama Semarang, mendadak menjadi pusat perhatian ketika Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, hadir dalam diskusi bertajuk “Understanding Nationalism and Development in Iran” yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai PRIMA Jawa Tengah, rabu (22/7/2026) malam. Forum yang menghadirkan Ketua DPW Partai […]

  • Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekan Arba Cek dan Kontrol Tanaman Jagung guna dukung ketahanan pangan

    Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekan Arba Cek dan Kontrol Tanaman Jagung guna dukung ketahanan pangan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Saprizal
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Kab. Indragiri Hilir Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pekan Arba, Polsek Tembilahan Bripka Polmar S.H, melaksanakan kegiatan pengecekan dan kontrol tanaman jagung milik warga di wilayah binaannya, Minggu (31/05/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman jagung sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus mengelola lahan produktif […]

  • Menhan Sjafrie Kunjungi Mantan Panglima TNI Widodo AS, Bahas Keteladanan dan Pertahanan Nasional

    Menhan Sjafrie Kunjungi Mantan Panglima TNI Widodo AS, Bahas Keteladanan dan Pertahanan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 106
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan silaturahmi kepada Widodo AS di Jakarta, Kamis (12/2). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan nilai pengabdian dan keteladanan dalam tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam suasana hangat dan penuh penghormatan, Menhan menegaskan pentingnya menjaga tradisi menghargai para pendahulu sebagai sumber pembelajaran strategis bagi generasi penerus. Menurutnya, pengalaman […]

  • Karhutla Lahan Gambut Meluas di Kualu Nenas, Kapolres Kampar Turun Langsung Pimpin Penanganan

    Karhutla Lahan Gambut Meluas di Kualu Nenas, Kapolres Kampar Turun Langsung Pimpin Penanganan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Anggiat Sianturi
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kampar – Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Jumat (14/8/2026) sekira pukul 10.00 WIB untuk memimpin langsung upaya pemadaman dan pendinginan yang masih berlangsung hingga saat ini. Kebakaran terjadi di wilayah Jalan Uka, RT/RW 001/002, Dusun III, […]

  • Mediasi Kembali Buntu, Kasus Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan di Jepara Belum Berakhir

    Mediasi Kembali Buntu, Kasus Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan di Jepara Belum Berakhir

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 145
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara – Upaya penyelesaian secara damai atas kasus dugaan penghinaan yang dilaporkan seorang wartawan bernama Badi terhadap Petinggi Desa Lebak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, kembali belum menemukan titik temu. Mediasi yang digelar di Ruang Gelar Perkara Polres Jepara pada Jumat (4/9/2026) tersebut kembali berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan itu merupakan salah satu dari beberapa […]

  • Libas Komitmen Jaga Silaturrahim Dengan Berbagai Kegiatan photo_camera 2

    Libas Komitmen Jaga Silaturrahim Dengan Berbagai Kegiatan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Yaman
    • visibility 164
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Agam | Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan dan persaudaraan, keluarga besar (Lingkung Baraya Sunda) Libas gelar pertemuan dan kajian dalam rangka memperingati Haul almarhum Kang Dodoi, bersama Ustadz Asep Nurdin. Kegiatan ini digelar sebagai wujud mengenang jasa, keteladanan, dan jejak kebaikan yang pernah ditanamkan almarhum semasa hidup. Ketua Libas, Asep Susanto menyampaikan pernyataan khusus […]

expand_less