Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Seri Memahami ESTOM #21: Strategic Effect, Mengukur Perubahan dari Setiap Tindakan Strategis

Seri Memahami ESTOM #21: Strategic Effect, Mengukur Perubahan dari Setiap Tindakan Strategis

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Keputusan strategis tidak berhenti pada penetapan arah maupun pelaksanaan tindakan. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap tindakan benar-benar menghasilkan perubahan yang mendukung pencapaian tujuan strategis.

Gagasan tersebut menjadi pokok bahasan Seri Memahami ESTOM #21 bertajuk “Strategic Effect — Efek Strategis: Ketika Tindakan Harus Menghasilkan Perubahan yang Benar-Benar Dituju”, yang ditulis oleh Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol di Jakarta, 5 September 2026.

Dalam seri tersebut, Strategic Effect dijelaskan sebagai perubahan penting pada keadaan, perilaku, kapasitas, atau hubungan yang muncul sebagai akibat dari suatu tindakan dan membawa kondisi semakin dekat kepada tujuan strategis.

Konsep ini menegaskan bahwa aktivitas, output, outcome, dan efek strategis merupakan hal yang berbeda. Sebuah kegiatan dapat selesai dan menghasilkan output, tetapi belum tentu menciptakan perubahan yang diharapkan.

“Pertanyaan strategis bukan hanya apa yang kita kerjakan, tetapi apa yang berubah karena kita mengerjakannya,” menjadi salah satu pokok pemikiran dalam seri ini.

Dari Aktivitas Menuju Efek

Kerangka Strategic Effect dapat dipahami melalui rangkaian Input – Activity – Output – Outcome – Strategic Effect. Input merupakan sumber daya, activity adalah tindakan, output merupakan keluaran langsung, outcome menunjukkan perubahan yang mulai terjadi, sedangkan Strategic Effect merupakan perubahan penting yang berkontribusi terhadap tujuan strategis.

Sebagai contoh, pembangunan pelabuhan menghasilkan fasilitas sebagai output. Ketika waktu bongkar muat menurun, hal tersebut menjadi outcome. Namun, apabila perubahan tersebut turut menurunkan biaya logistik, memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing wilayah, maka dampaknya dapat memiliki nilai strategis.

Karena itu, keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan, serapan anggaran atau banyaknya fasilitas yang dibangun.

Membaca Efek dalam Lingkungan

Tulisan tersebut juga menempatkan Environment sebagai unsur penting. Setiap tindakan berlangsung dalam lingkungan yang melibatkan manusia, institusi, pasar, teknologi, geografi, politik, ekonomi, budaya, mitra, serta berbagai kepentingan.

Perubahan pada satu unsur dapat memengaruhi unsur lainnya. Karena itu, efek strategis perlu dibaca sebagai bagian dari sistem, bukan secara terpisah.

Dalam kerangka tersebut, Sensing berperan mendeteksi perubahan, sementara Thinking menganalisis mengapa perubahan terjadi dan seberapa besar kontribusi tindakan terhadap perubahan tersebut.

Pendekatan ini mendorong organisasi tidak hanya melihat hasil, tetapi juga memahami hubungan sebab-akibat di baliknya.

Efisiensi Tidak Selalu Berarti Efektif

Seri #21 juga membedakan efisiensi dan efektivitas. Efisiensi berkaitan dengan seberapa hemat suatu tindakan dilakukan, sedangkan efektivitas berkaitan dengan apakah tindakan tersebut menghasilkan perubahan yang dituju.

Program dapat berjalan efisien namun tetap tidak efektif apabila tidak menghasilkan perubahan yang relevan dengan tujuan strategis.

Karena itu, indikator keberhasilan harus diturunkan dari tujuan. Jika tujuannya menurunkan biaya logistik, misalnya, ukuran keberhasilan tidak cukup berupa jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga biaya, waktu, keandalan dan akses.

Mewaspadai Efek yang Tidak Diinginkan

Setiap tindakan strategis juga dapat menimbulkan unintended effects. Subsidi, digitalisasi, maupun kebijakan efisiensi dapat menghasilkan manfaat sekaligus risiko apabila desain dan pelaksanaannya tidak tepat.

Tulisan ini juga mengangkat prinsip Goodhart, yakni risiko ketika indikator yang awalnya digunakan untuk mengukur tujuan berubah menjadi target yang justru dikejar. Dalam kondisi tersebut, organisasi berpotensi lebih sibuk mengejar angka daripada memastikan perubahan nyata.

Relevansi bagi Indonesia

Pendekatan Strategic Effect relevan untuk mengevaluasi pembangunan jalan, pelabuhan, bandara, bendungan, kawasan industri, jaringan digital, energi hingga pergudangan.

Pertanyaan utamanya bukan sekadar apakah proyek telah selesai, tetapi apakah pembangunan tersebut mampu menurunkan biaya logistik, memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks pergudangan, misalnya, bangunan yang selesai belum otomatis menjadi kekuatan ekonomi. Efek strategis baru terlihat ketika fasilitas tersebut terhubung dengan produksi, transportasi, pengolahan, pembiayaan dan pasar.

Strategi Harus Terlihat di Dunia Nyata

Dalam kerangka ESTOM, Strategic Effect bukan unsur keenam, melainkan perubahan yang muncul dari interaksi antara tindakan dan lingkungan.

Environment membantu memahami keadaan; Sensing mendeteksi perubahan; Thinking menganalisis dan menentukan keputusan; Operation mengarahkan tindakan; sementara Maneuver mengeksekusi sekaligus menyesuaikan tindakan berdasarkan perubahan lingkungan.

Karena itu, setelah tindakan dilakukan diperlukan reality check: apakah perubahan yang diharapkan benar-benar terjadi di lapangan?

“Strategi terjadi di dunia nyata—bukan hanya di atas laporan,” menjadi pesan penting dalam pembahasan tersebut.

Pada akhirnya, Seri Memahami ESTOM #21 menegaskan bahwa keberhasilan strategis seharusnya diukur dari perubahan: apa yang menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih mandiri dan lebih tahan, serta apakah perubahan tersebut membawa kondisi semakin dekat kepada tujuan strategis.

Pembahasan selanjutnya akan diteruskan melalui Seri Memahami ESTOM #22: “Strategic Scale — Skala Strategis: Ketika Keberhasilan Harus Menjadi Kekuatan Sistem.”

Jakarta, 5 September 2026
Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pondok Pesantren Al Irfaan Dikunjungi Kepala Sekolah SDN 18 dan SDN 05 Bukittinggi photo_camera 4

    Pondok Pesantren Al Irfaan Dikunjungi Kepala Sekolah SDN 18 dan SDN 05 Bukittinggi

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Yaman
    • visibility 526
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bukittinggi – Suasana hangat, akrab, dan penuh rasa persaudaraan mewarnai kunjungan silaturahmi Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 dan SDN 05 Bukittinggi beserta sejumlah orang tua santri ke Pondok Pesantren Al Irfaan. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Pimpinan sekaligus Pembina Ponpes Al Irfaan, Ustadz Asep Nurdin dan Ustadz Ade Jalaluddin. Pertemuan ini berlangsung terbuka, […]

  • Polres Ketapang Gunakan Campuran Air dan Cairan X-Fire untuk Pemadaman Karhutla di Muara Pawan

    Polres Ketapang Gunakan Campuran Air dan Cairan X-Fire untuk Pemadaman Karhutla di Muara Pawan

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang terus melakukan berbagai upaya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), salah satunya dengan menerapkan metode pemadaman menggunakan campuran air dan cairan X-Fire. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Km 7 Jalan Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang pada Kamis (10/09/2026). Kegiatan pengaplikasian campuran air dan X-Fire dipimpin langsung […]

  • Semangat Kemerdekaan, Polres Humbahas Laksanakan Upacara HUT RI ke-81

    Semangat Kemerdekaan, Polres Humbahas Laksanakan Upacara HUT RI ke-81

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Anton Anggiat Purba
    • visibility 123
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Humbahas – Kepolisian Resor Humbang Hasundutan menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Kompol Manson Nainggolan, S.H., M.Si., dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Humbang Hasundutan dari berbagai satuan fungsi, staf, personel gabungan Polsek, […]

  • Tujuh Pelajaran dari Negara-Negara Dunia: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Soroti Pentingnya Membangun Kekuatan Nasional

    Tujuh Pelajaran dari Negara-Negara Dunia: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Soroti Pentingnya Membangun Kekuatan Nasional

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Keunggulan suatu negara tidak semata-mata ditentukan oleh luas wilayah, jumlah penduduk, kekayaan sumber daya alam, maupun kekuatan militer. Kemampuan mengolah sumber daya menjadi pengetahuan, teknologi, kualitas manusia, dan institusi yang efektif merupakan faktor penting dalam membangun kekuatan nasional yang berkelanjutan. Pandangan tersebut menjadi pokok pemikiran Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan […]

  • FKKPBM Hadiri Undangan Sosialisasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2027 Di Kantor DPTW PKS DKI Jakarta

    FKKPBM Hadiri Undangan Sosialisasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2027 Di Kantor DPTW PKS DKI Jakarta

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Busrial
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Ketua Forum Kumunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah DPC Jakarta Pusat, Alek Busrial tunaikan undangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPTW PKS DKI Jakarta, jalan Letjen Suprapto, Sabtu ( 1/8/2026) Didampingi Keman Andrianto, salah seorang pengurus inti FKKPBM DPC Jakarat Pusat, beliau terlihat duduk dibarisan terdepan berbaur dengan beberapa tokoh lainnya. […]

  • Kunjungan Wakil Menteri PU Pastikan Ketersediaan Energi Primer di PLTA Saguling

    Kunjungan Wakil Menteri PU Pastikan Ketersediaan Energi Primer di PLTA Saguling

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ibu Ir. Diana Kusumastuti, M.T., melakukan kunjungan kerja ke PLTA Saguling. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan PLN Indonesia Power dalam memastikan keberlanjutan ketersediaan energi primer air bagi operasional PLTA Saguling. […]

expand_less