Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Manuskrip Nusantara Menyimpan Jejak Pengetahuan Peradaban, dari La Galigo hingga Bujangga Manik

Manuskrip Nusantara Menyimpan Jejak Pengetahuan Peradaban, dari La Galigo hingga Bujangga Manik

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Manuskrip Nusantara bukan sekadar peninggalan tulisan masa lalu. Naskah-naskah tersebut menjadi sumber penting untuk memahami pengetahuan, tata kehidupan, nilai sosial, bahasa, sastra, hingga cara masyarakat Nusantara memandang lingkungan dan kehidupan.

Hal itu menjadi bagian dari Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 3: Ketika Pengetahuan Tersimpan dalam Naskah — Membaca Kembali Manuskrip Nusantara di Dalam dan di Luar Negeri, yang ditulis Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Dalam tulisannya, Hutagaol mengajak masyarakat membaca manuskrip secara kritis dengan memperhatikan konteks sejarah, bahasa, aksara, bahan, proses penyalinan, isi, serta riwayat kepemilikannya.

“Usia tradisi, usia komposisi teks, usia manuskrip, dan usia tafsir tidak selalu sama,” demikian salah satu gagasan utama dalam tulisan tersebut.

Menurut Hutagaol, pembedaan itu penting agar masyarakat tidak mencampuradukkan usia tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dengan usia manuskrip fisik yang masih bertahan hingga kini.

La Galigo dan Tradisi Manuskrip Bugis

Salah satu contoh yang dibahas adalah La Galigo, warisan sastra Bugis dengan tradisi panjang dan kompleks. Naskah NBG-Boeg 188 yang menjadi salah satu sumber kajian La Galigo tersimpan dalam koleksi Leiden.

Tradisi La Galigo dapat memberikan gambaran mengenai struktur sosial, nilai budaya, genealogi, kosmologi, serta pandangan masyarakat Bugis terhadap kehidupan. Namun, usia tradisi dan cerita perlu dibedakan dari usia manuskrip fisik yang tersedia saat ini.

Pustaha Batak dan Fungsi Pengetahuan

Pustaha Batak menjadi contoh lain mengenai beragamnya isi manuskrip Nusantara. Sejumlah pustaha memuat pengetahuan tentang pengobatan, perbintangan, perhitungan waktu, ritual dan praktik pengetahuan masyarakat.

Hutagaol menekankan bahwa informasi dalam manuskrip tidak otomatis berarti seluruh klaim di dalamnya telah terbukti secara ilmiah. Pengetahuan pengobatan, misalnya, dapat dikaji melalui botani, farmakologi dan ilmu kesehatan, sedangkan kalender, ritual dan praktik tradisional dapat ditelaah melalui berbagai disiplin ilmu.

Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Jejak penting lainnya terdapat dalam Sanghyang Siksa Kandang Karesian, manuskrip Sunda Kuno yang menjadi koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Naskah tersebut bertanggal 1518 Masehi, menggunakan bahasa Sunda Kuno dan media daun gebang. Isinya memuat berbagai ajaran moral, sosial serta gambaran kehidupan masyarakat Sunda pada masa lalu.

Pada 2025, Sanghyang Siksa Kandang Karesian ditetapkan dalam Memory of the World UNESCO sebagai bagian dari warisan dokumenter yang memiliki nilai penting bagi ingatan kolektif.

Bujangga Manik dan Jejak Geografi

Manuskrip Bujangga Manik menunjukkan bagaimana karya sastra dapat menjadi sumber pendukung penelitian sejarah dan geografi.

Naskah Sunda Kuno tersebut tersimpan di Bodleian Library, University of Oxford, dengan kode MS. Jav. b. 3 (R). Manuskrip itu telah berada dalam koleksi perpustakaan tersebut sejak 1627 dan kini telah didigitalisasi.

Catatan perjalanan dan penyebutan berbagai tempat dalam Bujangga Manik dapat digunakan untuk mengkaji geografi historis, jaringan wilayah, lingkungan serta cara masyarakat masa lalu mengenali ruang.

Membaca Nagarakretagama Secara Kritis

Nagarakretagama atau Desawarnana juga menjadi contoh penting. Teks karya Mpu Prapanca yang disusun pada 1365 memberikan informasi mengenai kehidupan politik, wilayah, keagamaan dan perjalanan pada masa Majapahit.

Namun, Hutagaol mengingatkan bahwa setiap sumber sejarah harus dibaca berdasarkan konteks pembuatannya. Informasi dalam teks perlu dibandingkan dengan prasasti, data arkeologi dan sumber sejarah lainnya agar diperoleh pemahaman yang lebih utuh.

Memulangkan Pengetahuan, Bukan Sekadar Benda

Manuskrip Nusantara kini tersebar di berbagai lembaga penyimpanan, baik di Indonesia maupun luar negeri. Karena itu, setiap naskah perlu ditelusuri berdasarkan provenans atau riwayat kepemilikannya secara individual.

Hutagaol menilai persoalan manuskrip tidak berhenti pada keberadaan benda fisiknya. Pendataan, konservasi, digitalisasi, transliterasi, penerjemahan, penelitian, pendidikan dan diseminasi menjadi bagian penting agar pengetahuan di dalam manuskrip kembali dipahami masyarakat.

“Memulangkan naskah adalah satu pekerjaan. Memulangkan pengetahuan ke dalam kesadaran masyarakat adalah pekerjaan yang jauh lebih besar,” menjadi salah satu pesan utama Seri 3 tersebut.

Pada akhirnya, manuskrip hanyalah salah satu tempat pengetahuan Nusantara disimpan. Masih ada pengetahuan yang diwariskan melalui tutur, keterampilan, pengalaman, bahasa, lingkungan, ritual dan praktik kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan tersebut akan dilanjutkan dalam Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 4: Ketika Pengetahuan Hidup Tanpa Buku — Dari Tutur, Keterampilan, Alam, hingga Laku Kehidupan.

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pisah Sambut Dandim 0801 Pacitan Di Tempat Wisata

    Pisah Sambut Dandim 0801 Pacitan Di Tempat Wisata

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Moh Mujahid
    • visibility 311
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pacitan – Komandan Kodim (Dandim) 0801/Pacitan yang lama Letkol Arh Imam Musahirul serah terima jabatan (sertijab) dengan Komandan Kodim yang baru Letkol Arh Rudi Ariyanto. Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin oleh Danrem 081/DSJ pada 2 Juli 2026 di Aula Jenderal Sudirman, Makorem Madiun. Sedangkan pisah sambut dilakukan di kawasan wisata Pacitan. Musahirul mengucapkan […]

  • Irmansyah Bangga Menjadi Bagian Media Suara Mabes, Harapkan MSM Semakin Maju di Usia ke-5 Tahun photo_camera 6

    Irmansyah Bangga Menjadi Bagian Media Suara Mabes, Harapkan MSM Semakin Maju di Usia ke-5 Tahun

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Irmansyah
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Media Suara Mabes (MSM), berbagai ucapan dan doa terus mengalir dari jajaran redaksi, biro daerah, hingga para jurnalis yang tergabung dalam keluarga besar MSM. Salah satunya disampaikan oleh Irmansyah, Jurnalis Pusat Media Suara Mabes, yang mengaku bangga menjadi bagian dari media yang telah berkembang pesat […]

  • Opini Pakar Hukum: Sengketa Utang Piutang Tidak Membenarkan Penguasaan atau Penyegelan Aset Secara Sepihak

    Opini Pakar Hukum: Sengketa Utang Piutang Tidak Membenarkan Penguasaan atau Penyegelan Aset Secara Sepihak

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 231
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Sengketa utang piutang merupakan ranah hukum yang penyelesaiannya harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tindakan sepihak berupa penyegelan, penggantian kunci, penguasaan, maupun pembongkaran aset milik pihak yang berutang dinilai tidak dapat dibenarkan apabila dilakukan tanpa dasar hukum atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Menurut pandangan hukum secara umum, meskipun terdapat […]

  • Negara Dalam Persimpangan: Merit System, Interitas, Dan Reformasi Tata Kelola Nasional

    Negara Dalam Persimpangan: Merit System, Interitas, Dan Reformasi Tata Kelola Nasional

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 381
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Indonesia sedang berada pada fase penting dalam perjalanan sejarahnya. Tahun 2045, yang menandai satu abad kemerdekaan Republik Indonesia, bukan sekadar momentum seremonial, melainkan titik evaluasi terhadap kemampuan bangsa dalam mengubah potensi menjadi kekuatan dan pembangunan menjadi kesejahteraan. Visi Indonesia Emas 2045 menempatkan Indonesia pada cita-cita menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, […]

  • Peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kodim 1202/Singkawang Gelar Upacara Bendera photo_camera 4

    Peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Kodim 1202/Singkawang Gelar Upacara Bendera

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 184
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Singkawang – Kodim 1202/Singkawang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota. Singkawang. Senin (01/06/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Wali Kota Singkawang, Muhamadin, […]

  • Polres Ketapang Raih Peringkat III Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Dukung Ketahanan Pangan Polda Kalbar photo_camera 2

    Polres Ketapang Raih Peringkat III Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Dukung Ketahanan Pangan Polda Kalbar

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 168
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polres Ketapang. Dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Gelar Operasional Triwulan II Tahun 2026 Polda Kalimantan Barat yang diselenggarakan di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Polres Ketapang berhasil meraih Peringkat III pada kategori Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan Polda Kalbar untuk periode Juli […]

expand_less