Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Ketika Entropi Membaca Indonesia: Sistem yang Tak Dirawat Perlahan Kehilangan Keteraturan

Ketika Entropi Membaca Indonesia: Sistem yang Tak Dirawat Perlahan Kehilangan Keteraturan

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol mengajak masyarakat melihat persoalan organisasi, pemerintahan, dan pembangunan melalui perspektif konsep entropi dalam fisika. Gagasan tersebut dituangkan dalam tulisan berjudul “Ketika Entropi Membaca Indonesia”, bertanggal Jakarta, 30 Agustus 2026.

Hutagaol menegaskan, entropi dalam tulisannya digunakan sebagai analogi pemikiran, bukan sebagai rumus untuk mengukur negara, pemerintahan maupun masyarakat. Analogi tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa keteraturan dalam sebuah sistem membutuhkan pemeliharaan, pengawasan, koreksi dan pembaruan secara berkelanjutan.

“Keteraturan tidak merawat dirinya sendiri.”

Kompleksitas Bukan Persoalan Utama

Dalam perspektif Hutagaol, kompleksitas sebuah negara tidak selalu menjadi masalah. Negara modern memang membutuhkan pembagian fungsi antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, dunia usaha serta masyarakat.

Persoalan muncul ketika kompleksitas tersebut tidak lagi memberikan manfaat yang sebanding dengan energi yang dibutuhkan untuk mengelolanya.

Karena itu, menurutnya, tantangan strategis bukan sekadar menyederhanakan sistem, melainkan membedakan antara kompleksitas yang diperlukan dan ketidakteraturan yang diwariskan.

“Sistem yang kompleks dapat sangat teratur. Sebaliknya, sistem yang tampak sederhana dapat berantakan,” tulisnya.

Hutagaol menyoroti risiko kompleksitas tanpa fungsi, tumpang tindih tanpa nilai serta prosedur yang tidak lagi memiliki tujuan jelas.

Data sebagai Contoh

Pengelolaan data menjadi salah satu contoh yang digunakan untuk menggambarkan persoalan tersebut.

Dalam kebijakan pangan, misalnya, pemerintah membutuhkan data mengenai produksi, stok, lokasi penyimpanan, kebutuhan masyarakat, kapasitas gudang hingga harga di tingkat produsen dan konsumen.

Jika setiap institusi menggunakan definisi, metode pencatatan, waktu pembaruan atau basis data yang berbeda, energi dapat terserap hanya untuk menentukan data mana yang dapat dipercaya.

Menurut Hutagaol, persoalan tersebut bukan sekadar administratif. Data yang tidak tertata dapat menghasilkan pembacaan yang keliru, yang kemudian berpotensi memengaruhi kualitas pengambilan keputusan.

Karena itu, pemeliharaan kualitas data dinilai menjadi bagian penting dari kemampuan negara mengambil keputusan secara efektif.

Ketangguhan Ditentukan Kemampuan Memperbaiki Diri

Hutagaol juga menekankan bahwa ketangguhan negara bukan berarti terbebas dari gangguan atau kesalahan. Tidak ada sistem maupun kebijakan yang selalu sempurna dan relevan sepanjang waktu.

Ketangguhan justru terlihat dari kemampuan mendeteksi persoalan lebih awal, melakukan koreksi, belajar dari kegagalan dan menyesuaikan diri sebelum masalah berkembang menjadi lebih sulit dikendalikan.

Dalam konteks tersebut, pemeliharaan dipandang sama pentingnya dengan pembangunan.

Pembangunan infrastruktur, lembaga, aturan maupun teknologi perlu disertai mekanisme evaluasi agar tetap berfungsi dan relevan. Ia juga menyoroti kecenderungan membuat aturan atau aplikasi baru tanpa cukup mengevaluasi sistem lama, kualitas data, interoperabilitas dan tata kelolanya.

Menghubungkan Entropi dengan ESTOM

Gagasan pemeliharaan sistem tersebut kemudian dihubungkan dengan kerangka ESTOM, yang sebelumnya dibahas Hutagaol.

ESTOM terdiri atas Environment, Sensing, Thinking, Operation, dan Maneuver. Environment berkaitan dengan pembacaan lingkungan strategis; Sensing menangkap fakta, gejala dan perubahan; Thinking menganalisis keadaan dan menentukan keputusan; Operation berkaitan dengan pelaksanaan; sedangkan Maneuver menggambarkan kemampuan menyesuaikan tindakan ketika realitas kembali berubah.

Dalam kerangka tersebut, kemampuan belajar menjadi unsur penting bagi keberlangsungan sistem.

Menurut Hutagaol, persoalan paling serius bukan ketika sebuah sistem melakukan kesalahan, karena kesalahan dapat terjadi pada sistem apa pun. Masalah menjadi lebih berbahaya ketika sistem tidak lagi mampu mengetahui bahwa dirinya melakukan kesalahan.

Pembangunan Harus Disertai Pemeliharaan

Melalui tulisan tersebut, Hutagaol mengajak pembaca memperluas perspektif pembangunan nasional. Pertanyaannya tidak hanya apa yang harus dibangun, tetapi juga apa yang harus dirawat, diperbaiki, diperbarui, bahkan dilepaskan ketika sudah tidak relevan.

Analogi entropi memberikan peringatan bahwa kerusakan sistem tidak selalu diawali oleh persoalan besar. Ketidakteraturan dapat tumbuh dari masalah kecil yang dibiarkan berulang hingga akhirnya menjadi kebiasaan.

Pada akhirnya, gagasan tersebut menekankan bahwa bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang mampu membangun, tetapi juga mampu merawat, memperbaiki, memperbarui dan terus belajar.

Catatan ilmiah: Dalam tulisan ini, entropi digunakan sebagai titik awal dan analogi pemikiran. Dalam termodinamika, entropi memiliki definisi fisik dan matematis yang spesifik. Penggunaannya dalam pembahasan organisasi, pemerintahan dan negara tidak dimaksudkan sebagai persamaan fisika ataupun hukum sosial.

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 30 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Police Goes To School, Sat Lantas Polres Humbahas Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

    Police Goes To School, Sat Lantas Polres Humbahas Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Anton Anggiat Purba
    • visibility 96
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Humbang Hasundutan – Sat Lantas Polres Humbahas melaksanakan kegiatan Police Goes To School di SMP Negeri 015 Siponjot, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Senin (28/9/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Humbahas, Iptu Tahi Samosir, didampingi Ps. Kanit Kamsel Bripka M. Sihotang, Briptu Frans Hasibuan, dan Briptu Brian Simamora. Turut […]

  • Di tengah Degradasi Persatuan, PWS Payakumbuh dan 50 Kota Bersama LIBAS Sumatera Barat Junjung tinggi Kekeluargaan dan Kebersamaan

    Di tengah Degradasi Persatuan, PWS Payakumbuh dan 50 Kota Bersama LIBAS Sumatera Barat Junjung tinggi Kekeluargaan dan Kebersamaan

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Yaman
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Payakumbuh — Suasana syahdu, penuh keberkahan, dan kehangatan yang tak terlukiskan menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi, yang digelar oleh Paguyuban Warga Sunda (PWS) Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, pada Kamis malam, 10 September 2026. Majelis yang sarat makna ini menjadi bukti hidup bahwa kasih sayang kepada Rasulullah […]

  • Pengerukan Sungai di Kp. Nameng Cariu Diduga Ilegal, Warga Resah

    Pengerukan Sungai di Kp. Nameng Cariu Diduga Ilegal, Warga Resah

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 168
    • 1Komentar

    MediaSuaraMabes | Jawab Barat – Kegiatan pengerukan sungai di Kampung Nameng, Desa Cibatu Tiga, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor diduga dilakukan tanpa mengantongi izin resmi dari instansi terkait. Kami menerima aduan dari masyarakat sekitar , terlihat sejumlah alat berat berupa excavator beroperasi di bantaran Sungai cariu dan diduga di wilayah cariu terdapat juga adanya penambangan liar […]

  • BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Garut Perkuat Sinergi Perlindungan Buruh Tani Tembakau dan Buruh Tani Cengkeh melalui Sosialisasi Program DBHCHT Tahun 2026

    BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Garut Perkuat Sinergi Perlindungan Buruh Tani Tembakau dan Buruh Tani Cengkeh melalui Sosialisasi Program DBHCHT Tahun 2026

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Irfan Nurlaeli
    • visibility 203
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Garut – BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi Buruh Tani Tembakau dan Buruh Tani Cengkeh melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting […]

  • Karhutla Terkendali, Kodim 1202/Skw Tetap Patroli di Tiga Wilayah Rawan

    Karhutla Terkendali, Kodim 1202/Skw Tetap Patroli di Tiga Wilayah Rawan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi terus dilakukan Kodim 1202/Singkawang. Meski kondisi sejumlah wilayah terpantau aman, patroli dan monitoring tetap digencarkan sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan tidak ada bara, asap, maupun titik api baru. Pada Selasa (29/9/2026), personel TNI kembali bergerak menyisir tiga kawasan, yakni Kelurahan Mayasopa, […]

  • Tjokroaminoto, ISQ Dan Masa Depan Indonesia

    Tjokroaminoto, ISQ Dan Masa Depan Indonesia

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 294
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, transformasi digital, dan berbagai program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045, kualitas karakter manusia dinilai tetap menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah bangsa. Pandangan tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn) MJP Hutagaol ’86 dalam tulisannya berjudul “Tjokroaminoto, ISQ, dan Masa Depan Indonesia: Ketika Karakter Menjadi Fondasi Peradaban” yang diterbitkan […]

expand_less