Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Borobudur, Puncak Peradaban Nusantara: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Kupas Jejak Kejayaan Jawa Kuno

Borobudur, Puncak Peradaban Nusantara: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Kupas Jejak Kejayaan Jawa Kuno

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Borobudur tidak hanya dikenal sebagai candi Buddha terbesar di dunia, tetapi juga merupakan simbol puncak pencapaian Peradaban Nusantara. Pandangan tersebut menjadi benang merah dalam Bab III buku Bentang Peradaban Nusantara karya Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol yang mengulas kawasan candi Jawa Kuno sebagai salah satu pusat peradaban terbesar di Asia.

Dalam naskah tersebut dijelaskan bahwa kemunculan puluhan candi monumental di Jawa Tengah bukanlah peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Keberadaannya merupakan hasil perpaduan antara kondisi geografis yang subur, pemerintahan yang stabil, kemajuan ekonomi, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi konstruksi, organisasi sosial yang matang, serta berkembangnya nilai budaya dan spiritual masyarakat pada masanya.

Menurut MJP Hutagaol, kawasan candi Jawa Kuno mencerminkan lahirnya sebuah ekosistem peradaban yang mampu menghasilkan karya monumental yang hingga kini tetap dikagumi dunia.

Borobudur ditempatkan sebagai mahakarya yang melampaui fungsi keagamaan. Bangunan tersebut dipandang sebagai bukti tingginya kemampuan masyarakat Nusantara dalam bidang arsitektur, teknik sipil, seni pahat, tata ruang, matematika, geometri, manajemen pembangunan, hingga filsafat.

Melalui lebih dari 2.600 panel relief dan ratusan arca Buddha, Borobudur juga merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa Kuno, mulai dari aktivitas pertanian, perdagangan, pelayaran, seni, hingga kehidupan sosial. Relief kapal bercadik, misalnya, menjadi salah satu bukti kemampuan maritim masyarakat Nusantara yang telah terlibat dalam jaringan perdagangan internasional sejak lebih dari seribu tahun silam.

Dalam pembahasannya, penulis juga menempatkan Borobudur dalam konteks hubungan antarperadaban Asia. Pada abad ke-7 hingga ke-9 Masehi, Nusantara berada di jalur strategis perdagangan dunia yang menghubungkan India, Tiongkok, Asia Tenggara, hingga Timur Tengah melalui Jalur Sutra Maritim.

Jaringan tersebut mempertemukan Sriwijaya sebagai pusat maritim dan pendidikan Buddha dengan Mataram Kuno sebagai pusat agraris yang melahirkan karya-karya arsitektur monumental. Hubungan intelektual Sriwijaya dengan Universitas Nalanda di India serta catatan perjalanan biksu Tiongkok Yijing menjadi bukti bahwa Nusantara telah menjadi bagian penting dalam jaringan pendidikan internasional pada masanya.

Selain mengulas latar belakang sejarah pembangunan Borobudur, buku ini juga menyoroti hubungan antara Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya yang sama-sama memberi kontribusi besar terhadap perkembangan peradaban Jawa Kuno. Meski memiliki afiliasi keagamaan yang berbeda, kedua dinasti dinilai mampu melahirkan lanskap budaya yang memperlihatkan harmoni antara tradisi Buddha dan Hindu.

Pembahasan turut mengangkat perjalanan Borobudur pada era modern, mulai dari proses penemuan kembali pada abad ke-19, pemugaran besar yang didukung UNESCO, hingga penetapannya sebagai Warisan Dunia pada 1991. Borobudur kini dipandang bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai simbol identitas bangsa, laboratorium ilmu pengetahuan, pusat kegiatan spiritual, serta instrumen diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Penulis menegaskan bahwa kejayaan sebuah bangsa tidak hanya diukur melalui kekuatan politik, ekonomi, atau militer, melainkan juga dari kemampuannya melahirkan ilmu pengetahuan, karya budaya, serta nilai-nilai kemanusiaan yang memberi manfaat bagi dunia.

Bab ini menjadi pengantar menuju pembahasan berikutnya mengenai Candi Prambanan dan kawasan candi Hindu Jawa Kuno. Melalui kajian tersebut, penulis ingin menunjukkan bahwa kejayaan Nusantara dibangun oleh sebuah ekosistem peradaban yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, toleransi, kepemimpinan, dan spiritualitas sebagai fondasi utama lahirnya peradaban yang besar dan berkelanjutan.

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Kementerian Imipas Resmi Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Petugas

    Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Kementerian Imipas Resmi Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Petugas

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, Wisnu Hani Putranto. Pemecatan tersebut merupakan buntut dari temuan Ombudsman Republik Indonesia (RI) terkait dugaan penyediaan fasilitas mewah bagi warga binaan di Lapas Cibinong. Pengumuman pemecatan disampaikan langsung oleh […]

  • Reformasi Arsitektur Politik Nasional, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol : Indonesia Perlu Bergerak Menuju Demokrasi Kepemimpinan

    Reformasi Arsitektur Politik Nasional, Brigjen (Purn) MJP Hutagaol : Indonesia Perlu Bergerak Menuju Demokrasi Kepemimpinan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 482
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Menjelang momentum Indonesia Emas 2045, Brigjen (Purn.) M.J.P. Hutagaol menilai Indonesia perlu melakukan reformasi arsitektur politik nasional dengan menggeser orientasi dari demokrasi elektoral menuju demokrasi kepemimpinan. Menurut mantan perwira tinggi Kopassus lulusan Akademi Militer 1986 tersebut, perjalanan panjang demokrasi Indonesia selama 80 tahun menunjukkan bahwa setiap sistem politik memiliki kelebihan sekaligus kelemahan […]

  • Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah E.S., Tim Forensik Lakukan Autopsi untuk Mengungkap Penyebab Kematian

    Polres Inhil Dampingi Ekshumasi Jenazah E.S., Tim Forensik Lakukan Autopsi untuk Mengungkap Penyebab Kematian

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Agustami Tolib
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kab. Indragiri Hilir, Keritang – Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengawal proses ekshumasi atau penggalian kembali jenazah E.S. (26), warga Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, guna mendukung penyelidikan terkait penyebab kematiannya. Proses ekshumasi dan autopsi dilakukan oleh Tim Forensik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau di Tempat Pemakaman Umum (TPU) […]

  • Sosialisasi Program SMK Negeri 3 Ogan Komering Ulu Bersama Orang Tua/Wali Peserta Didik Kelas X Tahun Pelajaran 2026/2027 photo_camera 3

    Sosialisasi Program SMK Negeri 3 Ogan Komering Ulu Bersama Orang Tua/Wali Peserta Didik Kelas X Tahun Pelajaran 2026/2027

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Erhamudin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Baturaja, OKU – SMK Negeri 3 Ogan Komering Ulu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Sekolah kepada orang tua/wali peserta didik baru Kelas X Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan, pembentukan karakter, serta pengembangan kompetensi peserta didik agar siap menghadapi […]

  • Kabiro MSM Kota Bekasi Sampaikan Duka atas Wafatnya Dewan Penasehat Guruh Soekarnoputra

    Kabiro MSM Kota Bekasi Sampaikan Duka atas Wafatnya Dewan Penasehat Guruh Soekarnoputra

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 147
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Media Suara Mabes (MSM). Dewan Penasehat Media Suara Mabes, Guruh Soekarnoputra, berpulang pada Sabtu (26/9/2026) dalam usia 73 tahun. Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar tersebut disampaikan pihak keluarga dan turut diberitakan […]

  • Perseteruan di Media Sosial Berujung Laporan Polisi, MSM Ingatkan Pentingnya Bijak Bermedia Sosial

    Perseteruan di Media Sosial Berujung Laporan Polisi, MSM Ingatkan Pentingnya Bijak Bermedia Sosial

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Irmansyah
    • visibility 298
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Perseteruan antar pengguna media sosial, khususnya melalui platform TikTok, kembali menjadi perhatian setelah konflik yang berkembang di ruang digital berujung pada laporan atau pengaduan kepada pihak kepolisian. Salah satu dokumen yang beredar menunjukkan adanya Tanda Terima Surat Pengaduan Masyarakat yang diterbitkan oleh Kepolisian Resor Badung, Polda Bali. Dalam dokumen tersebut tercantum adanya […]

expand_less