Morowali Dinilai Menjadi Titik Strategis Perebutan Fondasi Peradaban Abad ke-21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 306
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai telah berkembang menjadi kawasan yang memiliki posisi strategis dalam peta persaingan global, seiring meningkatnya kebutuhan dunia terhadap nikel sebagai bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik dan teknologi energi masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam sebuah tulisan berjudul “Morowali: Medan Perebutan Fondasi Peradaban Abad ke-21 – Nikel, Energi, dan Pergeseran Kekuatan Global” yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam tulisannya, MJP Hutagaol mengemukakan bahwa perubahan lanskap energi dunia telah menggeser fokus persaingan internasional dari penguasaan minyak bumi menuju penguasaan mineral strategis, khususnya nikel.
Menurutnya, meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pusat data (data center), hingga sistem energi bersih telah menjadikan nikel sebagai komoditas yang memiliki nilai strategis dalam rantai pasok global.
“Yang diperebutkan bukan semata-mata nikel sebagai hasil tambang, melainkan fondasi energi yang akan menopang kehidupan, industri, dan teknologi masa depan,” tulis MJP Hutagaol.
Ia menyebut Morowali kini bukan lagi sekadar kawasan pertambangan, melainkan telah menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem industri global yang menarik perhatian investor dan berbagai negara.
Konsep “Perang Fondasi”
Dalam tulisannya, MJP Hutagaol memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai Perang Fondasi, yakni bentuk persaingan antarnegara untuk menguasai fondasi-fondasi utama yang akan menentukan arah peradaban pada abad ke-21.
Konsep tersebut terdiri atas tiga pilar utama, yaitu energi, data, dan persepsi.
Menurutnya, energi menjadi fondasi pertama karena hampir seluruh aktivitas modern, mulai dari industri, transportasi, jaringan internet, pusat data hingga pengembangan kecerdasan buatan, bergantung pada ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, ia menilai negara yang mampu menguasai ekosistem energi masa depan akan memiliki posisi strategis dalam percaturan global.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar