Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Penyerobotan Tanah Kebun Karet di Kampung Besiq Kecamatan Damai, Pemilik Kebun ibu Ceng Neti, Meminta Keadilan Aparat Penegak Hukum, Dan Hukum Adat Tetap Berjalan

Penyerobotan Tanah Kebun Karet di Kampung Besiq Kecamatan Damai, Pemilik Kebun ibu Ceng Neti, Meminta Keadilan Aparat Penegak Hukum, Dan Hukum Adat Tetap Berjalan

  • account_circle Ron
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Barito Utara – Petani Ibu Ceng Neti Menuntut Keadilan dan Transparansi dari PT Ketapang Hijau Lestari Kutai Barat, konflik perampasan dan penyerobotan lahan, kembali mencuat di wilayah kampung besiq Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menyusul tindakan penyerobotan tanah kebun karet milik seorang petani warga Kampung Besiq, Ibu Ceng Neti T.

Kebun karet yang telah dirawat dan diusahakan mulai tahun 2013 ini kini mengalami kerusakan akibat penggusuran oleh pihak perusahaan sawit PT Ketapang Hijau Lestari (KPL).

Kebun di tanam seluas dengan tiga ratusan pohon karet, dalam dua hektar telah di gusur, tersebut berlokasi di areal Sungai Muara Mentiong, Kampung Besiq, dan merupakan tanah adat yang diwariskan secara turun-temurun dari datuk moyang masyarakat setempat.

Dengan keterikatan historis dan spiritual yang mendalam terhadap lahan tersebut, tindakan penggusuran ini menimbulkan keresahan dan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat pemilik tanah, pohon durian yang berbuah , dan buah buahan lain nya ludes , musnah.

Petinggi kampung besiq kecamatan damai, pernah meminta itikad baik pihak perusahaan, agar cepat di urus secara baik atau untuk di mediasikan, Tetapi pihak perusahaan PT, KPL, tidak pernah mengindahkan dan Menghargai panggilan petinggi kampung nya.

Menurut penuturan Ibu Neti, ketika di wawancarai di lokasi tanah nya, oleh ti, “Kami tidak pernah memberikan, menjual, atau melepas hak atas tanah kebun kami kepada siapa pun maupun kepada perusahaan. Kami hanya meminta itikad baik dari pihak PT Ketapang Hijau Lestari untuk bersikap transparan dan menghormati hak serta keberadaan kami sebagai masyarakat adat.

Tanah kebun ini adalah warisan leluhur kami yang sangat berharga,” tegasnya penuh keprihatinan.
Ketika di konfirmasi ke pihak PT KPL, tetapi belum ada di jawab oleh pihak perusahaan, sampai berita ini naik ke redaksi.

Kekecewaan bertambah karena tanaman karet yang telah menginjak usia puluhan tahun digusur secara paksa menggunakan alat berat ekskavator oleh pihak perusahaan, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan dan kehilangan mata pencaharian bagi pemiliknya. Peristiwa ini membuka ruang kekhawatiran akan potensi konflik horizontal yang dapat memperuncing ketegangan sosial antarwarga Kampung Besiq, bukan hanya perorangan, namun hampir semua masyarakat yang memiliki tanah, tidak pernah dihargai para pemilik nya .

Pihak pemilik kebun, melalui Ibu Ceng Neti, menyerukan agar pemerintah daerah, aparat hukum, dan instansi terkait bertindak cepat melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap praktik jual beli tanah tanpa persetujuan pemilik sah, sehingga penyebab penyerobotan tersebut dapat diungkap secara tuntas dan transparan, karena mereka yang memiliki tanah kebun, hampir memiliki legalitas dari pemerintah desa setempat.

“Kami berharap penjual tanah ilegal ditindak tegas agar konflik dan perselisihan antarmasyarakat Kampung Besiq bisa dihindarkan dan penyelesaian terbaik dapat diupayakan berdasarkan hukum dan keadilan sosial,” tambahnya.

Kasus penyerobotan tanah adat ini menjadi sorotan penting dalam pengelolaan sumber daya alam dan hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Perlindungan terhadap hak kelola tanah adat harus dijadikan prioritas supaya tidak menimbulkan ketidakadilan dan kerugian yang berlarut-larut.

Hal ini juga menjadi pengingat bagi perusahaan-perusahaan perkebunan untuk selalu mengedepankan prinsip transparansi, dialog, dan penghormatan terhadap komunitas lokal dalam setiap aktivitasnya.

Konflik tanah seperti yang dialami oleh Ibu Ceng Neti dan masyarakat Kampung Besiq menggarisbawahi perlunya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berimbang dan berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan seluruh pihak serta menjaga keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan di Kutai Barat. (RON)

Ron

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juli 2023 sebagai Jurnalis Kab. Barito Utara - Kalimantan Tengah. Email : ron@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi! Kapolri Lantik Irjen Pol Hendra Kurniawan Jadi Kapolda Banten

    Resmi! Kapolri Lantik Irjen Pol Hendra Kurniawan Jadi Kapolda Banten

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 188
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara resmi melantik Irjen Pol Hendra Kurniawan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten. Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama Mabes Polri serta para Kapolda tersebut berlangsung khidmat di Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026) malam. Irjen Pol […]

  • Dari Tempe ke Selat Hormuz, MJP Hutagaol Soroti Ketahanan Energi Indonesia

    Dari Tempe ke Selat Hormuz, MJP Hutagaol Soroti Ketahanan Energi Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz menjadi pengingat bahwa gangguan jalur perdagangan energi dunia dapat berdampak hingga ke Indonesia, mulai dari harga energi dan biaya transportasi hingga ongkos produksi serta distribusi bahan pangan. Hal tersebut menjadi sorotan Brigjen (Purn) MJP Hutagaol dalam tulisannya berjudul “Dari Tempe ke Selat Hormuz: Ketika Perang Energi Mengetuk […]

  • Tiga Pelaku Curanmor Dan 9 Unit Sepada Motor Berhasil Diamankan Polsek Tumbang Titi

    Tiga Pelaku Curanmor Dan 9 Unit Sepada Motor Berhasil Diamankan Polsek Tumbang Titi

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 142
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Respons cepat jajaran Polsek Tumbang Titi kembali membuahkan hasil. Tim gabungan Polsek Tumbang Titi Polres Ketapang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga, dengan mengamankan tiga orang pelaku yang diduga telah beraksi di sejumlah lokasi di wilayah hukum Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Peristiwa ini […]

  • Antusiasme Masyarakat Desa Pantai Makmur Kawal Pendaftaran H. Mursan Hamdani, S.E., Resmi Mencalonkan Diri Melanjutkan Kepemimpinan Tiga Periode

    Antusiasme Masyarakat Desa Pantai Makmur Kawal Pendaftaran H. Mursan Hamdani, S.E., Resmi Mencalonkan Diri Melanjutkan Kepemimpinan Tiga Periode

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 227
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tarumajaya – Antusiasme masyarakat Desa Pantai Makmur terlihat saat mengawal proses pendaftaran H. Mursan Hamdani, S.E., yang secara resmi kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Pantai Makmur. Dengan dukungan dan antusiasme masyarakat yang turut mengawal proses pendaftaran tersebut, H. Mursan Hamdani, S.E. menyatakan kesiapannya untuk kembali mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa […]

  • Pimum MSM Soroti OTT Oknum Wartawan di Mojokerto: Jangan Cederai Profesi Jurnalis

    Pimum MSM Soroti OTT Oknum Wartawan di Mojokerto: Jangan Cederai Profesi Jurnalis

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Indra SKB
    • visibility 2.223
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Mojokerto — Seorang oknum wartawan berinisial MA (42) diamankan oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di sebuah kafe di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (14/3/2026) malam. Ia diduga melakukan pemerasan terhadap seorang pengacara. Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Menurutnya, […]

  • PLTA Saguling Berbagi Kasih DI HLN Ke-81

    PLTA Saguling Berbagi Kasih DI HLN Ke-81

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Merayakan Hari Listrik Nasional bukan hanya tentang menjaga energi tetap menyala, tetapi juga tentang berbagi kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan oleh PLN Indonesia Power UBP Saguling melalui kegiatan santunan dan doa bersama anak yatim dan piatu di Pondok Pesantren Nurul Irfan, wilayah Ring 1 pembangkit PLTA […]

expand_less