Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera, PPPT: Provinsi Tapanuli Strategi Membangun Masa Depan Bona Pasogit
- account_circle M. Siringo Ringo
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- visibility 230
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Gagasan pembentukan Provinsi Tapanuli kembali mengemuka sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan kawasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Bona Pasogit. Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT) menegaskan bahwa pemekaran bukan sekadar pembentukan wilayah administratif baru, melainkan strategi pembangunan jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi kawasan Tapanuli.
Wakil Ketua PPPT, Brigjen TNI (Purn) MJP Hutagaol, menegaskan bahwa tujuan utama perjuangan pembentukan Provinsi Tapanuli adalah kesejahteraan rakyat.
“Pemekaran bukan tujuan, melainkan kesejahteraan rakyat,” tegas Hutagaol dalam tulisan yang dipublikasikan oleh salah seorang Wakil Sekjen XVI PPPT, Ringo, kepada Media Suara Mabes (MSM), Juni 2026.
Menurut Hutagaol, sebagian masyarakat masih memandang pembentukan Provinsi Tapanuli hanya dari sisi administratif. Padahal, yang perlu dilihat adalah kebutuhan percepatan pembangunan yang lebih fokus dan terarah bagi kawasan yang memiliki sejarah panjang, sumber daya alam melimpah, kualitas sumber daya manusia yang tinggi, serta posisi geografis yang strategis.
Ia menjelaskan, Tapanuli bukanlah entitas baru. Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, Karesidenan Tapanuli telah dikenal dengan Kota Sibolga sebagai pusat pemerintahannya. Karena itu, gagasan pembentukan Provinsi Tapanuli dinilai sebagai kelanjutan perjalanan sejarah yang telah berlangsung selama lebih dari satu setengah abad.
Berdasarkan aspirasi yang berkembang, wilayah yang diproyeksikan menjadi Provinsi Tapanuli meliputi Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.
Kombinasi wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar karena mencakup kawasan Danau Toba, pegunungan, dataran tinggi, hingga akses langsung ke Samudera Hindia melalui Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Hutagaol menyebut, kawasan Tapanuli dianugerahi berbagai potensi unggulan, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perkebunan hingga energi.
“Danau Toba merupakan destinasi super prioritas nasional. Selain itu terdapat kopi Arabika yang telah mendunia, komoditas kemenyan yang diperdagangkan sejak berabad-abad lalu, sektor hortikultura, peternakan, perikanan Pantai Barat, serta kekayaan budaya yang menjadi modal pariwisata kelas dunia,” ujarnya.






Jurnalis : M. Siringo Ringo
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 7 April 2023 sebagai Jurnalis Pusat. Email : siringo.ringo@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar