Mengenal Lebih Dalam Sistem Rekrutmen TNI-PORLI Dengan Prinsip Betah
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 596
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Rekrutmen anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan salah satu proses strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Untuk menjamin kualitas, objektivitas, dan keadilan dalam proses seleksi, TNI dan Polri menerapkan sistem penerimaan terpadu yang berlandaskan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Prinsip BETAH menjadi komitmen bersama dalam menciptakan proses seleksi yang objektif dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan, termasuk praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Melalui sistem ini, setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil yang diperoleh secara murni.
Bersih
Prinsip Bersih menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan dilaksanakan tanpa pungutan liar, suap, percaloan, maupun intervensi dari pihak mana pun. Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, kesiapan, dan prestasi yang ditunjukkan selama mengikuti proses seleksi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya kepada oknum yang mengaku mampu meluluskan calon peserta dengan imbalan tertentu. TNI dan Polri secara konsisten menegaskan bahwa proses penerimaan tidak dipungut biaya dan tidak ada jalur khusus yang dapat menjamin kelulusan seseorang selain mengikuti seleksi secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Transparan
Prinsip Transparan diwujudkan melalui keterbukaan informasi pada setiap tahapan seleksi. Hasil tes peserta dapat diketahui secara langsung atau diumumkan secara terbuka sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan sistem yang transparan, peserta maupun orang tua dapat memantau perkembangan hasil seleksi secara objektif, sehingga meminimalkan kecurigaan serta menutup ruang bagi terjadinya manipulasi nilai maupun penyalahgunaan wewenang.
Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar