Prabowo dan Arsitektur Fondasi Indonesia: Membangun Energi, Data, dan Persepsi untuk Menghadapi Abad ke-21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 462
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah perubahan geopolitik dan transformasi teknologi global yang berlangsung semakin cepat, kekuatan suatu negara tidak lagi hanya ditentukan oleh luas wilayah, jumlah penduduk, atau kekayaan sumber daya alam. Pada abad ke-21, daya tahan dan kemajuan bangsa semakin ditentukan oleh kemampuan membangun fondasi strategis yang menopang kehidupan nasional secara berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan berjudul “Prabowo dan Arsitektur Fondasi Indonesia: Membaca Diplomasi Global dan Transformasi Nasional dalam Perspektif Energi, Data, dan Persepsi” yang diterbitkan di Jakarta, 7 Juni 2026.
Menurutnya, sejarah dunia menunjukkan bahwa banyak negara besar tidak runtuh akibat peperangan bersenjata, melainkan karena melemahnya fondasi ekonomi, teknologi, tata kelola, serta hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang dibangun.
“Bangsa yang mampu memperkuat fondasi nasionalnya akan memiliki daya tahan lebih besar dalam menghadapi perubahan dunia. Sebaliknya, bangsa yang kehilangan fondasi akan rentan mengalami tekanan ekonomi, gejolak sosial, hingga ketergantungan terhadap pihak lain,” tulis Hutagaol.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar