Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Korupsi dan Runtuhnya Fondasi Moral Bangsa: Ketika Hikmat Kebijaksanaan Berhenti Menjadi Perilaku

Korupsi dan Runtuhnya Fondasi Moral Bangsa: Ketika Hikmat Kebijaksanaan Berhenti Menjadi Perilaku

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Jakarta – Fenomena korupsi yang terus berulang di Indonesia dinilai bukan semata persoalan lemahnya pengawasan atau kurangnya regulasi, melainkan cerminan krisis moral dan memudarnya hikmat kebijaksanaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Brigjen Pol (Purn.) MJP Hutagaol dalam sebuah refleksi kebangsaan bertajuk “Korupsi dan Runtuhnya Fondasi Moral Bangsa: Ketika Hikmat Kebijaksanaan Berhenti Menjadi Perilaku” yang dirilis di Jakarta, 10 Juni 2026.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, mulai dari hasil tambang, energi, hutan tropis, hingga potensi kelautan yang melimpah. Namun di tengah kekayaan tersebut, masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kesulitan memperoleh kesejahteraan yang merata.

“Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi masih banyak rakyat yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di saat yang sama, ruang publik terus diwarnai kasus korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.

MJP Hutagaol menilai akar persoalan bangsa saat ini terletak pada krisis keteladanan. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tidak kekurangan aturan hukum, dan tidak kekurangan ajaran moral maupun agama. Namun yang semakin langka adalah integritas dan keberanian untuk menjalankan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.

Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa telah menempatkan sila keempat Pancasila sebagai fondasi kepemimpinan nasional, yakni “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Menurutnya, hikmat kebijaksanaan bukan hanya kecerdasan intelektual, melainkan kemampuan menggunakan akal budi, hati nurani, kejujuran, dan integritas untuk mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dalam tulisannya, MJP Hutagaol juga menyoroti fenomena banyaknya pelaku korupsi yang berasal dari kalangan berpendidikan tinggi dan memiliki jabatan strategis. Hal tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan akademik tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas moral seseorang.

“Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah rakyat, pengingkaran terhadap Pancasila, dan bentuk ketidakadilan bagi masyarakat yang bekerja keras secara jujur,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai Indonesia memerlukan reformasi moral sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Reformasi tersebut harus dimulai dari keteladanan para pemimpin, penguatan pendidikan karakter, penguatan peran keluarga, birokrasi yang transparan, penegakan hukum yang adil, hingga membangun budaya malu terhadap korupsi dan penyalahgunaan jabatan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi tidak akan cukup membawa Indonesia menjadi bangsa maju apabila tidak disertai pembangunan karakter manusianya.

“Bangsa besar bukan hanya dibangun oleh gedung yang tinggi, jalan yang panjang, atau teknologi yang canggih, tetapi oleh manusia-manusia yang jujur, berintegritas, dan mampu menjaga amanah rakyat,” katanya.

Dalam bagian penutup tulisannya, MJP Hutagaol mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menjadikan Pancasila, ajaran agama, dan nilai-nilai luhur budaya Nusantara sebagai pedoman hidup yang diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menurutnya, Indonesia Emas 2045 tidak hanya berarti kemajuan ekonomi, tetapi juga lahirnya bangsa yang adil, bersih, bermartabat, dan dipimpin oleh manusia-manusia yang menjadikan jabatan sebagai amanah serta kekuasaan sebagai sarana pengabdian kepada rakyat.

“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tidak pernah menghadapi persoalan, melainkan bangsa yang memiliki keberanian untuk memperbaiki dirinya sendiri. Perbaikan itu dimulai dari hati nurani, keteladanan, dan keberanian menempatkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan lainnya,” pungkasnya.

(Suwoto)

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji Sebelumnya Dikenal Sebagai Aspers KASAD

    Profil Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji Sebelumnya Dikenal Sebagai Aspers KASAD

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Ichsan
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta — Mantan Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers KSAD) Mayjen TNI Mulyo Aji M.A resmi menjabat Panglima Kodam Jaya menggantikan Mayjen TNI Dudung Abdurachman, yang kini resmi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Mayjen TNI  Mulyo Aji resmi memimpin Kodam Jaya setelah menjalani serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin KSAD […]

  • Resmi! Kapolri Lantik Irjen Pol Hendra Kurniawan Jadi Kapolda Banten

    Resmi! Kapolri Lantik Irjen Pol Hendra Kurniawan Jadi Kapolda Banten

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 188
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara resmi melantik Irjen Pol Hendra Kurniawan sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten. Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama Mabes Polri serta para Kapolda tersebut berlangsung khidmat di Mabes Polri, Jakarta, pada Sabtu (3/10/2026) malam. Irjen Pol […]

  • Team BPP dan POPT Bersama Babinsa Sertu Parmadi Lakukan Pengendalian OPT dengan Trichogramma di Kelompok Tani Subur Jaya II

    Team BPP dan POPT Bersama Babinsa Sertu Parmadi Lakukan Pengendalian OPT dengan Trichogramma di Kelompok Tani Subur Jaya II

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tarumajaya, Bekasi — Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Babinsa Desa Setiamulya, Sertu Parmadi, melaksanakan kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan menggunakan Trichogramma di lahan pertanian Kelompok Tani Subur Jaya II, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya […]

  • Satreskrim Polres Ketapang Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PETI Di Sungai Penjawaan ke Kejaksaan Negeri Ketapang

    Satreskrim Polres Ketapang Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PETI Di Sungai Penjawaan ke Kejaksaan Negeri Ketapang

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 259
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Unit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Ketapang melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kepada Kejaksaan Negeri Ketapang, Rabu (3/6/2026) sore. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana pertambangan tanpa izin (PETI) yang terjadi di wilayah Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Penyerahan tersangka dan barang […]

  • Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tegaskan Pembangunan Dayah Tetap Lewat Skema Swakelola, Hanafiah: “Harus Komitmen Jangan Berubah di Lapangan”

    Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tegaskan Pembangunan Dayah Tetap Lewat Skema Swakelola, Hanafiah: “Harus Komitmen Jangan Berubah di Lapangan”

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 200
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Aceh – Dinas Pendidikan Dayah Aceh menegaskan bahwa pembangunan dan pengembangan prasarana dayah di Aceh tetap dilaksanakan melalui mekanisme swakelola sesuai ketentuan regulasi yang berlaku. Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di publik terkait dugaan pengalihan proyek pembangunan fasilitas dayah dari skema swakelola menjadi kontrak jasa konstruksi. Dalam keterangannya, Dinas Pendidikan […]

  • Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granityo Panditha S. i.k M.M.S.Lakukan Patroli Jalur Pesisir dan Silaturahmi di Kecamatan Punduh Pidada

    Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granityo Panditha S. i.k M.M.S.Lakukan Patroli Jalur Pesisir dan Silaturahmi di Kecamatan Punduh Pidada

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Adi Sundari
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pesawaran – Kapolres Pesawaran melaksanakan kegiatan pengecekan dan patroli jalur pesisir di wilayah hukum Polres Pesawaran, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini dilanjutkan dengan kunjungan silaturahmi menyapa tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga di Kecamatan Punduh Pidada yang merupakan kecamatan terjauh di wilayah hukum Polres Pesawaran. Rombongan berangkat dari Mapolres Pesawaran pukul 07.00 WIB, didampingi […]

expand_less