Tjokroaminoto, ISQ Dan Masa Depan Indonesia
- account_circle Suwoto
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 295
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, transformasi digital, dan berbagai program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045, kualitas karakter manusia dinilai tetap menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn) MJP Hutagaol ’86 dalam tulisannya berjudul “Tjokroaminoto, ISQ, dan Masa Depan Indonesia: Ketika Karakter Menjadi Fondasi Peradaban” yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, sejarah berbagai peradaban besar dunia menunjukkan bahwa kemajuan tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, kekuatan militer, kekayaan, maupun teknologi. Banyak peradaban besar justru mengalami kemunduran ketika moralitas dan kemampuan mengendalikan diri para pemimpinnya mulai melemah.
“Perang terbesar manusia bukanlah perang melawan bangsa lain, tetapi perang melawan dirinya sendiri,” tulis Hutagaol.
Ia mencontohkan kisah Bharatayuddha yang selama ini dikenal sebagai perang antara Pandawa dan Kurawa. Menurutnya, kisah tersebut sesungguhnya menggambarkan pertarungan dalam diri manusia antara kebijaksanaan dan nafsu kekuasaan.
“Pandawa dan Kurawa dididik oleh guru yang sama serta memiliki ilmu yang sama. Namun perang tetap terjadi karena persoalannya bukan lagi soal ilmu, melainkan ambisi, keserakahan, iri hati, dan ego,” ujarnya.
Selain Bharatayuddha, Hutagaol juga menyoroti sejarah Kerajaan Majapahit yang pernah mencapai kejayaan besar di kawasan Asia Tenggara. Ia menilai kemunduran Majapahit tidak disebabkan oleh kekurangan sumber daya atau kecerdasan, melainkan akibat konflik internal dan melemahnya persatuan.
Fenomena serupa, lanjutnya, juga terjadi dalam sejarah Kekaisaran Romawi maupun berbagai dinasti besar di Tiongkok. Menurutnya, sistem yang kuat tetap membutuhkan manusia yang berkarakter untuk menjalankannya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar