Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » PT NPR Kembali Garap Ladang Warga Tanpa Ganti Rugi, Warga Minta Presiden dan Komnas HAM Turun Tangan

PT NPR Kembali Garap Ladang Warga Tanpa Ganti Rugi, Warga Minta Presiden dan Komnas HAM Turun Tangan

  • account_circle Ron
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes, Barito Utara – Puluhan warga Desa Karendan, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, kembali menggelar jumpa pers menuntut keadilan atas dugaan perampasan lahan oleh PT Nusa Persada Resources (NPR). Aksi ini dipicu temuan terbaru pada 21 Mei 2026, di mana perusahaan tambang batubara tersebut kembali menggarap lahan berisi 300 pohon karet dan beberapa pondok milik Prianto bin Samsuri.

PT NPR diketahui beroperasi di wilayah tersebut sejak akhir 2024. Warga menuding perusahaan menjadi sumber kekacauan dan diduga menciptakan manajemen konflik melalui proses pembebasan lahan yang tidak transparan.

“Belum selesai masalah yang kemarin, sekarang PT NPR menggarap lahan saya lagi,” kata Prianto saat ditemui awak media.

Warga mendesak Presiden, DPR RI, dan Komnas HAM segera turun tangan menghentikan aktivitas perusahaan yang dinilai merugikan masyarakat adat dan merusak sumber penghidupan mereka. Tuntutan ini disampaikan dalam jumpa pers yang digelar di Kafe Jakarta, Jl. TRR Muara Teweh, dan dihadiri 18 wartawan.

Dalam pertemuan itu, warga menyoroti lahan seluas 140 hektare yang sebelumnya digarap PT NPR tanpa izin. Mereka menilai proses pembebasan lahan tersebut dimanipulasi dan tidak pernah ditindaklanjuti meski sudah dimediasi di Polres Barito Utara.

“Data pembebasan itu manipulasi. Dulu disepakati Polres akan memfasilitasi turun lapangan, tapi sampai sekarang tidak dilakukan,” ungkap Prianto.

John Kenedi, penerima kuasa dari kelompok warga, mengklarifikasi bahwa dari 140 hektare yang diklaim dibebaskan, warga hanya menerima ganti rugi untuk 68 hektare.

“Yang kami terima dulu hanya 68 hektare. Lahan kelompok Pak Prianto dan Pak Hison bersebelahan dengan kami, tapi digarap tanpa dibayar hingga sekarang,” ujarnya.

Hison, yang mewakili 17 anggota kelompok peladang tradisional, meminta PT NPR menyelesaikan masalah langsung kepada pemilik lahan tanpa perantara.

“Kami berharap PT NPR memberikan tali asih langsung ke masing-masing pemilik lahan, supaya tidak ada tipu-tipu. Kalau hak warga tidak diberikan ke yang tepat, keributan tidak akan selesai,” tegas Hison.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT NPR terkait tudingan tersebut. Warga menyatakan tidak akan berhenti menuntut hingga hak mereka dipenuhi secara adil.(RON)

Ron

Penulis

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 Juli 2023 sebagai Jurnalis Kab. Barito Utara - Kalimantan Tengah. Email : ron@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Segar Wangi Duduki Lahan PT RSM BGA Group, Tuntut 20 Persen Plasma

    Warga Segar Wangi Duduki Lahan PT RSM BGA Group, Tuntut 20 Persen Plasma

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Sukarto
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang – Persoalan lahan PT Raya Sawit Manunggal (RSM) dibawah naungan BGA Group di Kabupaten Ketapang kembali memanas. Ratusan warga Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi kembali melakukan aksi damai sekaligus pemortalan lahan sawit yang dijanjikan perusahaan perkebunan sawit tersebut pada warga, Sabtu (16/5/2026) siang. Massa menutup akses operasional perusahaan di Divisi 1 wilayah […]

  • APPRODI Gelar Konferensi Nasional Produktivitas 2026, Dorong Akselerasi Menuju Indonesia Emas 2045 photo_camera 5

    APPRODI Gelar Konferensi Nasional Produktivitas 2026, Dorong Akselerasi Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Indra SKB
    • visibility 24
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Asosiasi Profesi Produktivitas Indonesia (APPRODI) menggelar Konferensi Nasional Produktivitas (Konaspro) 2026 yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru periode 2026–2031. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid (luring dan daring) dengan partisipasi sekitar 400 peserta dari seluruh Indonesia. Ketua Umum APPRODI dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan produktivitas merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus […]

  • Hati-Hati Syaraf Kejepit Bisa Berakibat Kelumpuhan, Kenali Gejala, Pencegahan dan Cara Pengobatannya

    Hati-Hati Syaraf Kejepit Bisa Berakibat Kelumpuhan, Kenali Gejala, Pencegahan dan Cara Pengobatannya

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Syaraf kejepit atau dalam dunia medis dikenal sebagai Hernia Nucleus Pulposus (HNP) merupakan kondisi ketika bantalan tulang belakang menekan saraf di sekitarnya. Penyakit ini tidak boleh dianggap sepele karena jika terlambat ditangani dapat menyebabkan rasa nyeri berkepanjangan hingga kelumpuhan. Kasus syaraf kejepit kini semakin banyak terjadi, bukan hanya pada usia lanjut, tetapi […]

  • Kuasai Narkoba Jenis Sabu, Seorang Pria Di Kecamatan Simpang Dua Diamankan Polisi

    Kuasai Narkoba Jenis Sabu, Seorang Pria Di Kecamatan Simpang Dua Diamankan Polisi

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 36
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Jajaran Polsek Simpang Dua Polres Ketapang mengungkap jaringan pengedar narkoba Di wilayah Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang, Kamis (30/04/2026) sekira Pukul 15.00 Wib, Anggota Polsek Simpang Dua mengamankan seorang pria di Desa Kampar Sebomban Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., melalui […]

  • BPKS Sabang Beli Kapal Pandu Rp4,9 Miliar Diduga Cepat Rusak, Media Suara Mabes Desak APH Periksa PPK dan Rekanan photo_camera 3

    BPKS Sabang Beli Kapal Pandu Rp4,9 Miliar Diduga Cepat Rusak, Media Suara Mabes Desak APH Periksa PPK dan Rekanan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sabang – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) diduga membeli kapal pandu multi purpose yang cepat rusak, meski anggaran pengadaannya mencapai Rp4,9 miliar. Media Suara Mabes Aceh mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan terkait. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, BPKS Sabang pada 2022 menganggarkan pengadaan kapal multi purpose senilai […]

  • Profil Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran Sukses Dengan “Program Kampung Tangguh” Mengatasi Penyebaran Covid 19

    Profil Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran Sukses Dengan “Program Kampung Tangguh” Mengatasi Penyebaran Covid 19

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Ichsan
    • visibility 17
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta — Pria kelahiran Makassar, 14 Agustus 1968 ini, dikenal sukses menginisiasi program Kampung Tangguh dimasa pandemi covid 19 yang sudah berjalan selama satu tahun tujuh bulan, ketika masih menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Program Kampung Tangguh ini berhasil secara signifikan menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Jawa Timur yang sempat menjadi sentra penularan Covid-19 […]

expand_less