Kedaulatan Digital Indonesia Jadi Sorotan, MJP Hutagaol Dorong Penguatan Kabel Laut Dan Kemandirian Teknologi
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Polemik ketergantungan konektivitas internet internasional Indonesia terhadap Singapura menjadi pengingat pentingnya memperkuat kedaulatan digital nasional. Penguasaan infrastruktur kabel bawah laut, diversifikasi jaringan internasional, ketahanan energi, dan pengembangan teknologi dalam negeri dinilai perlu menjadi prioritas strategis.
Perbincangan ini mencuat setelah mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, mengunggah infografis konektivitas internet Indonesia melalui Singapura pada 25 Oktober 2026 dengan pertanyaan singkat, “Cut?”. Unggahan tersebut memicu diskusi publik mengenai ketahanan jaringan Indonesia. Namun, pernyataan itu bukan kebijakan resmi Pemerintah Singapura. Cheng kemudian menyatakan tidak akan melakukan pemutusan tersebut.
Menanggapi polemik tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengingatkan keterkaitan infrastruktur kabel komunikasi bawah laut Indonesia dan Singapura. Persoalan ini dinilai perlu dijawab melalui penguatan kapasitas nasional dan kerja sama regional, bukan sentimen terhadap negara tetangga.
KABEL BAWAH LAUT MENJADI INFRASTRUKTUR STRATEGIS
Data Kementerian Komunikasi dan Digital yang dipublikasikan pada 1 September 2026 menyebut bentangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Indonesia mencapai sekitar 131.325,99 kilometer dan menopang sekitar 99 persen lalu lintas data nasional.
Sementara itu, sekitar 90 persen trafik internet internasional Indonesia disebut masih bergantung pada konektivitas melalui Singapura. Angka tersebut merujuk pada trafik internasional, bukan keseluruhan lalu lintas data nasional.
Gangguan Australia Singapore Cable (ASC) pada 2026 juga menjadi pengingat pentingnya perlindungan infrastruktur. Operator Vocus pada 25 September 2026 melaporkan kerusakan kabel di perairan Indonesia dan menargetkan perbaikan permanen pada 4 November 2026. Gangguan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya sabotase, tetapi memperlihatkan pentingnya jalur alternatif, pemantauan, dan sistem pemulihan jaringan.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar