Raden Wijaya dan Sun Tzu: Strategi Majapahit Jadi Pelajaran Ketahanan Nasional Indonesia
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit menyimpan pelajaran penting tentang kepemimpinan, strategi, dan kemampuan membaca perubahan situasi. Perjalanan Raden Wijaya dari runtuhnya Singhasari hingga berdirinya Majapahit pada 1293 menjadi salah satu contoh bagaimana momentum dan kecermatan mengambil keputusan dapat menentukan arah sejarah.
Pembahasan tersebut diangkat Brigjen (Purn) MJP Hutagaol dalam tulisan Strategi Perang Nusantara Seri 4 berjudul “Raden Wijaya dan Sun Tzu: Ketika Kekuatan Besar Belum Tentu Menentukan Kemenangan.”
Dalam kajiannya, Hutagaol menyoroti langkah Raden Wijaya yang memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol untuk menghadapi Jayakatwang, sebelum kemudian mengusir pasukan Mongol dari Jawa.
Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kekuatan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah pasukan dan persenjataan. Kemampuan membaca keadaan, memahami kepentingan pihak lain, memanfaatkan momentum, serta mempertahankan kemandirian keputusan juga menjadi faktor penting.
Strategi Raden Wijaya dan Pemikiran Sun Tzu
Perbandingan dengan pemikiran Sun Tzu dalam karya The Art of War digunakan sebagai pendekatan analisis, bukan sebagai klaim bahwa Raden Wijaya pernah membaca atau dipengaruhi langsung oleh pemikiran tersebut.
Salah satu prinsip strategis Sun Tzu adalah pentingnya memahami situasi sebelum mengambil tindakan. Kondisi medan, logistik, disiplin, kemampuan pemimpin, dan momentum merupakan unsur yang turut menentukan keberhasilan.
Hutagaol menghubungkan prinsip tersebut dengan kerangka ESTOM, yaitu Environment, Sensing, Thinking, Operation, dan Maneuver. Kerangka ini menekankan pentingnya memahami lingkungan, mendeteksi perubahan, menganalisis risiko, melaksanakan keputusan, serta menyesuaikan langkah berdasarkan perkembangan situasi.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar