Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Pendidikan » Kasi PAI Kemenag Agam Buka Pentas PAIS Candung, Kobarkan Semangat Generasi Qur’ani dan Berakhlak Mulia

Kasi PAI Kemenag Agam Buka Pentas PAIS Candung, Kobarkan Semangat Generasi Qur’ani dan Berakhlak Mulia

  • account_circle Sumardius
  • calendar_month 29 menit yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Candung, Agam – Semangat melahirkan generasi Qur’ani, berprestasi, dan berakhlak mulia mewarnai pembukaan Pentas Pendidikan Agama Islam dan Seni (PAIS) tingkat Kecamatan Candung Tahun 2026 yang berlangsung di halaman SDN 14 Candung, Senin (26/10/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Rinalfi, S.Ag., SH., MM., diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI), H. Mursal Asmir, S.Ag., SH., MA., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Sebanyak 187 peserta mengikuti ajang pengembangan bakat, kreativitas, dan kompetensi keagamaan peserta didik ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Candung yang diwakili Penghulu Fahmi Hamdi, SHI, Ketua K3S Irwandi, S.Pd.SD, Ketua BKSD Hendrawati, S.Pd., Ketua KKG PAI Syukriati, S.Pd.I, para kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), serta unsur pendidikan lainnya se-Kecamatan Candung.

Pentas PAIS tahun ini mempertandingkan lima cabang lomba, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tahfiz Al-Qur’an, pidato, bintang qasidah, dan cerdas cermat. Kelima cabang tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan, melatih keberanian, mengembangkan kreativitas, serta memperdalam kecintaan terhadap ajaran Islam.

Dalam sambutannya, H. Mursal Asmir menyampaikan bahwa Pentas PAIS bukan sekadar ajang untuk memperebutkan piala dan gelar juara, melainkan bagian penting dari proses pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan sejak usia dini.

“Anak-anak kita adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan agama, bangsa, dan daerah. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia,” pesannya.

Ia mengajak seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, dan menjunjung tinggi sportivitas. Peserta yang meraih kemenangan diharapkan tidak menjadi sombong, sementara yang belum berhasil diminta untuk tidak berkecil hati.

“Jangan takut untuk tampil, jangan ragu menunjukkan kemampuan, dan jangan mudah menyerah. Juara memang membanggakan, tetapi keberanian untuk berusaha, kemauan untuk belajar, dan akhlak yang baik jauh lebih berharga. Jadikan Pentas PAIS ini sebagai kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya memberi motivasi.

Lebih lanjut, Kasi PAI menegaskan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam dan kepala sekolah dalam membina potensi peserta didik secara berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan keagamaan tidak boleh berhenti ketika perlombaan selesai, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Ia juga mendorong penguatan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) sebagai wadah peningkatan kompetensi guru, berbagi pengalaman pembelajaran, dan menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir peserta didik yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan. Demikian pula, kemampuan berpidato, seni Islami, dan wawasan keagamaan diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, santun, moderat, dan menghargai sesama.

Pentas PAIS juga menjadi wujud sinergi antara Kementerian Agama, satuan pendidikan, guru PAI, dan berbagai unsur pendidikan di Kecamatan Candung dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam yang bermutu, berkarakter, berbasis cinta, dan berdampak nyata.

Pelaksanaan Pentas PAIS Kecamatan Candung Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antarsekolah sekaligus menumbuhkan budaya berprestasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dengan dukungan kepala sekolah, pembinaan guru PAI, serta semangat para peserta, kegiatan ini diharapkan melahirkan bibit-bibit unggul yang siap dikembangkan untuk mengikuti kompetisi pada tingkat berikutnya.

Semangat yang dibangun dalam Pentas PAIS ini menjadi pengingat bahwa prestasi dan akhlak harus berjalan beriringan. Anak-anak yang hebat bukan hanya mereka yang mampu meraih juara, tetapi juga mereka yang menjunjung kejujuran, menghormati guru, menyayangi sesama, mencintai Al-Qur’an, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sumardius -Jurnalis Media Suara Mabes

  • Jurnalis :: Sumardius

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Ekonomi Pertanian Regeneratif: Ketika Petani Tidak Lagi Dibiarkan Menanggung Risiko Sendiri

    Membangun Ekonomi Pertanian Regeneratif: Ketika Petani Tidak Lagi Dibiarkan Menanggung Risiko Sendiri

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Patrik Tatang
    • visibility 165
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Riau — Pertanian regeneratif dinilai memiliki potensi meningkatkan kesehatan tanah, ketahanan produksi dan pendapatan petani. Namun, penerapannya secara luas tidak cukup hanya mengandalkan pembiayaan. Desain pasar, kepastian pembelian, pembagian risiko dan sistem pengukuran hasil juga menjadi faktor penting. Hal tersebut menjadi perhatian dalam tulisan Santiago Gowland, CEO Rainforest Alliance, yang diterbitkan World Economic Forum […]

  • Membaca Kekuatan dan Kerentanan Negara: Dari Teori Menuju Diagnosis Strategis

    Membaca Kekuatan dan Kerentanan Negara: Dari Teori Menuju Diagnosis Strategis

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Ketergantungan tidak selalu berarti kerentanan, dan kerentanan belum tentu berarti tekanan atau perang. Namun, ketika ketergantungan berada pada sektor strategis, sulit digantikan, serta memiliki dampak besar apabila terganggu, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kerentanan strategis. Pemahaman tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Seri Memahami ESTOM #10 karya Brigjen TNI (Purn.) […]

  • Mazhab Nusantara: Menelusuri Jejak Cara Berpikir Masyarakat Nusantara dari Alam hingga Kehidupan Sosial

    Mazhab Nusantara: Menelusuri Jejak Cara Berpikir Masyarakat Nusantara dari Alam hingga Kehidupan Sosial

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Apakah Nusantara memiliki cara berpikir sendiri yang dapat dikembangkan menjadi landasan pemikiran untuk menghadapi tantangan masa depan? Pertanyaan tersebut menjadi pokok pembahasan dalam Seri 3 Mazhab Nusantara karya MJP Hutagaol ’86, yang mengajak pembaca menelaah warisan pengetahuan, tata kehidupan sosial, pengalaman sejarah, dan nilai spiritual masyarakat Nusantara secara kritis. Tulisan bertajuk […]

  • LSM LIRA Investigasi, Bupati Sampang Diduga Ikut Gelapkan Dana Rumpon Senilai Rp6 Miliar

    LSM LIRA Investigasi, Bupati Sampang Diduga Ikut Gelapkan Dana Rumpon Senilai Rp6 Miliar

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hapzon Effendi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta — Skandal dugaan korupsi dana kompensasi nelayan senilai Rp21 miliar mengguncang kawasan Pantura Madura. LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) lakukan investigasi diduga, kasus ini melibatkan Bupati Sampang, Slamet Junaidi. Informasi skandal dugaan korupsi itu, terkait dana konpensasi dana Rp.21 milyar dari perusahaan migas Petronas, Malaysia yang seharusnya menjadi hak para nelayan kecil tersebut […]

  • Negara Dalam Persimpangan: Merit System, Interitas, Dan Reformasi Tata Kelola Nasional

    Negara Dalam Persimpangan: Merit System, Interitas, Dan Reformasi Tata Kelola Nasional

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 357
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Indonesia sedang berada pada fase penting dalam perjalanan sejarahnya. Tahun 2045, yang menandai satu abad kemerdekaan Republik Indonesia, bukan sekadar momentum seremonial, melainkan titik evaluasi terhadap kemampuan bangsa dalam mengubah potensi menjadi kekuatan dan pembangunan menjadi kesejahteraan. Visi Indonesia Emas 2045 menempatkan Indonesia pada cita-cita menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, […]

  • Aipda Raja Faisal Mushawir Hadir di Saat Duka Warga : Polri Untuk Masyarakat photo_camera 6

    Aipda Raja Faisal Mushawir Hadir di Saat Duka Warga : Polri Untuk Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, ‎Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmennya hadir di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Aipda Raja Faisal Mushawir, S.H., personel Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas. Sejak tahun 2017, yang bersangkutan secara sukarela melayani masyarakat dengan mengemudikan mobil jenazah untuk mengantar warga dalam proses pemakaman. ‎ ‎Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan […]

expand_less