15 Tahun Garuda-NI di Ranah Minang: Perkuat Barisan, Pertajam Kontrol Sosial
- account_circle Delco Fitril
- calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
- visibility 91
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | AGAM — Lima belas tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah organisasi untuk mempertahankan eksistensi. Di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman, LSM Garuda-NI DPW Sumatera Barat memilih untuk terus berbenah, memperkuat barisan, dan mempertajam perannya sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat.
Dengan mengusung moto “Berawal dari Akhir dan Berakhir dari Awal”, LSM Garuda-NI yang telah mengantongi izin Kemendagri Nomor 137/D.III.I/X/2011, menegaskan komitmennya untuk tetap hadir sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Selama 15 tahun berkiprah di Ranah Minang, organisasi yang dipimpin Rahmatsyah, atau yang akrab disapa B.J. Rahmat, tersebut tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan sosial, tetapi juga berupaya mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk membantu masyarakat yang berada dalam situasi sulit maupun terdampak bencana.
Bagi Garuda-NI, kritik terhadap pemerintah bukan berarti harus berada di luar pemerintahan. Sebaliknya, kontrol sosial dipandang sebagai bagian dari mekanisme masyarakat sipil untuk memastikan kebijakan dan pelayanan publik tetap berjalan sesuai kepentingan masyarakat.
Memasuki periode kepengurusan 2026–2031, Rahmatsyah membawa agenda pembenahan internal sebagai salah satu prioritas organisasi.
Evaluasi dilakukan mulai dari struktur kepengurusan, administrasi, hingga penataan keanggotaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan organisasi tetap solid, profesional, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Salah satu perhatian pengurus adalah keberadaan anggota yang memiliki keanggotaan di lebih dari satu organisasi. Penataan dilakukan untuk mencegah potensi konflik kepentingan sekaligus memperjelas loyalitas dan tanggung jawab setiap anggota terhadap organisasi.
“Organisasi harus memiliki integritas. Karena itu, internal juga harus kita tertibkan. Kita ingin Garuda-NI berjalan secara profesional, solid dan independen,” tegas Rahmatsyah.
Tidak berhenti pada pembenahan internal, Garuda-NI DPW Sumbar juga memperluas struktur organisasinya.
Untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memudahkan pelaksanaan fungsi kontrol sosial, pengurus membentuk DPC di 16 kecamatan se-Kabupaten Agam.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendekatkan organisasi dengan masyarakat hingga tingkat kecamatan. Dengan struktur yang semakin luas, berbagai aspirasi, persoalan sosial, maupun informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dihimpun secara lebih terorganisasi.
Susunan Pengurus Inti Periode 2026–2031
– Ketua : Rahmatsyah (B.J. Rahmat)
– Sekretaris I : Delco. F, S.IP., M.M., C. HRS
– Sekretaris II : Martiyas, S.Pd.
– Bendahara : Darnawitri
– Humas : Aprisman, ST
– Investigasi : Leo
– Intelijen : Andika
– Kabag Hukum : Mawardi, SH
Pembenahan juga menyentuh aspek kelembagaan. Sekretariat LSM Garuda-NI yang sebelumnya berada di Jalan Melayu kini berpindah ke Jalan Caniago, Padang Baru, Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
Perpindahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas organisasi dan menciptakan ruang kerja yang lebih representatif bagi pengurus dalam menjalankan fungsi kelembagaan.
Garuda-NI menempatkan fungsi organisasi masyarakat sipil bukan semata sebagai pengkritik pemerintah. Ada sejumlah peran yang dianggap penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pertama, pemberdayaan masyarakat, melalui peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan.
Kedua, kontrol sosial, dengan ikut mengawasi pelayanan publik serta mendorong transparansi dan akuntabilitas.
Ketiga, penyaluran aspirasi, dengan menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.
Keempat, advokasi sosial, terutama terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat, keadilan sosial, hak masyarakat, dan lingkungan.
Dengan demikian, kritik yang disampaikan organisasi diharapkan tidak berhenti pada persoalan menemukan kesalahan, tetapi juga mampu menghadirkan data, solusi, dan konstruksi pemikiran bagi perbaikan.
“Yang Baik Kita Dukung, yang Perlu Diperbaiki Kita Sampaikan”
Rahmatsyah kembali menegaskan posisi Garuda-NI sebagai mitra kritis pemerintah.
“Kami tidak anti pemerintah, kami mitra kritis. Yang bagus kita dukung, yang perlu diperbaiki kita sampaikan secara objektif. Kritik bukan untuk menjatuhkan, tetapi bagian dari kontrol sosial agar kebijakan dan pelayanan publik semakin baik.”
Ia menambahkan, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota, tetapi juga oleh integritas, soliditas, dan konsistensi dalam menjalankan fungsi sosial.
“Kita ingin Garuda-NI satu komando, profesional, independen dan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat. Karena itu, pembenahan internal harus berjalan seiring dengan penguatan peran kita di tengah masyarakat,” tegasnya.
Memasuki tahun ke-15, Garuda-NI DPW Sumbar pun menatap fase baru. Bukan sekadar mempertahankan nama dan keberadaan, tetapi membangun organisasi yang lebih tertata, memperluas jaringan hingga tingkat kecamatan, serta memperkuat peran sebagai salah satu elemen masyarakat sipil di Ranah Minang.
Delco
Jurnalis : Delco Fitril
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 19 Oktober 2023 sebagai Jurnalis Prov. Sumatera Barat. Email : delco.fitril@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar