Utusan Khusus Presiden Hashim: Perdagangan Karbon Kehutanan Jadi Program Pemerintah Paling Cepat Direalisasikan
- account_circle Saud Maruntung
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- visibility 169
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni beserta seluruh jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan mereka dalam mempercepat implementasi program perdagangan karbon di Indonesia.
Menurut Hashim, program perdagangan karbon sektor kehutanan kini menjadi salah satu implementasi kebijakan pemerintah yang paling cepat dan berhasil direalisasikan.
“Saya bisa katakan program itu sekarang sudah rampung dan sekarang kita implementasi,” ujar Hashim dalam acara peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang Penerbitan Unit Karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) di Kantor Kementerian Kehutanan, Senin (6/7/2026).
Solusi di Tengah Tantangan Implementasi Program Pemerintah
Sebagai Utusan Khusus Presiden, Hashim tidak menampik bahwa tidak semua program kerja pemerintah dapat berjalan mulus sesuai harapan. Ia mengakui, tantangan terbesar dalam birokrasi sering kali berada pada tahap eksekusi di lapangan.
“Terus terang saja, banyak program-program pemerintah Prabowo-Gibran yang tujuannya mulia dan sangat baik. Namun, kita harus akui, beberapa program terhalang oleh implementasi. Kerja nyatanya bagus, tujuannya mulia, tetapi implementasinya kurang baik,” kata Hashim.
Namun, kondisi berbeda justru ditunjukkan oleh program perdagangan karbon sektor kehutanan. Hashim menilai program tersebut berjalan sangat cepat dan minim hambatan berkat kolaborasi yang solid antarkementerian dan lembaga.
“Tapi yang saya bisa saksikan, program ini yang paling cepat dan saya bisa katakan program ini yang sempurna, tidak ada cacat. Luar biasa. Program ini lintas departemen, lintas kementerian, lintas lembaga, lintas sektoral, dan ini yang paling berhasil. Luar biasa ini, kita berbangga,” sambungnya.
Siap Meluncur Kamis Ini, Bukan Sekadar “Omon-Omon”
Secara khusus, Hashim melayangkan pujian kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Menurutnya, kecepatan Menhut dalam mengakselerasi regulasi dan teknis di lapangan membuat proyek karbon ini siap diperdagangkan dalam waktu dekat.
Rencananya, peluncuran resmi Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) untuk sektor kehutanan akan dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026.
“Pak Raja Juli luar biasa. Hari Kamis tidak omon-omon, sudah ada yang bisa diperdagangkan. Kamis depan ini luar biasa. Ini kita berbangga,” puji Hashim.
Pintu Masuk Penguatan Pasar Karbon Indonesia
Peluncuran perdagangan karbon melalui skema Non SPE-GRK ini menandai babak baru bagi proyek-proyek hijau di Indonesia yang telah memenuhi persyaratan ketat. Langkah konkret tersebut diharapkan menjadi pintu masuk utama dalam memperkuat pasar karbon nasional, sekaligus mempercepat pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca yang telah dicanangkan pemerintah.
Wartawan MSM: Saud Maruntung Marbun
Media SUARA Mabes – Selalu Menyajikan Berita Aktual, Lugas, dan Terpercaya.
Jurnalis : Saud Maruntung
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 3 November 2025 sebagai Jurnalis Kota Tangerang - Prov. Banten. Email : saud.maruntung@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar