Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Hukum & Kriminal » Tiga Tahun, 5.006 WN China Masuk ke Aceh Buru Emas Aceh?

Tiga Tahun, 5.006 WN China Masuk ke Aceh Buru Emas Aceh?

  • account_circle Hanafiah
  • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Aceh – Hampir tiga kilogram emas batangan diamankan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada 1 Juli 2026. Pembawanya seorang warga negara China. Kurang dari dua bulan sebelumnya, aparat juga menggagalkan penyelundupan lebih dari setengah kilogram emas melalui bandara yang sama. Dari dua kasus tersebut, sekitar 3,5 kilogram emas diamankan.

Penelusuran Serambi menemukan dugaan mata rantai perdagangan emas dari kawasan pertambangan di sejumlah wilayah Aceh menuju penampung di Banda Aceh, sebelum dikirim keluar Aceh hingga ke luar negeri.

Seorang pria yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku selama setahun menjadi perantara salah satu kelompok WN China yang telah sekitar tiga tahun berada di Aceh.

“Saya hanya menangani satu grup. Grup lain ada orang lain yang tangani,” katanya.

Menurut sumber, kelompok tersebut mendapatkan emas melalui dua jalur: menambang sendiri dan membeli hasil penambangan rakyat. Wilayah yang disebut antara lain Pidie, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat dan Aceh Selatan.

Produksi di satu lokasi disebut mencapai sekitar 10 kilogram emas per bulan, sementara lokasi lain menghasilkan tiga hingga lima kilogram. Dari penambangan rakyat, kelompok tersebut disebut mampu mengumpulkan lima hingga enam kilogram emas per bulan di Banda Aceh.

Transaksi dilakukan secara tunai. “Uang tunai disiapkan dalam jumlah besar, satu kamar isinya uang semua,” ungkap sumber.

Sumber juga mengklaim satu kelompok dapat beranggotakan sekitar 300 WN China. Namun, klaim mengenai jumlah anggota, volume emas, aktivitas penambangan dan adanya setoran kepada pihak tertentu belum dapat diverifikasi secara independen oleh Serambi.

Setelah terkumpul, emas disebut dikirim melalui Bandara SIM, dengan setiap orang membawa sekitar dua kilogram. Setelah kasus penyelundupan terungkap pada awal Juli, pengiriman disebut dialihkan melalui jalur darat menuju Medan sebelum dikirim ke luar negeri.

WN China berinisial GP ditahan di Polda Aceh. Penyidik juga mendalami asal-usul emas, termasuk kemungkinan berasal dari pertambangan legal maupun ilegal.

Jika pengakuan sumber benar, emas yang ditemukan di bandara merupakan bagian dari rantai yang dimulai dari kawasan tambang, berpindah ke penampung, dikumpulkan di Banda Aceh, lalu bergerak keluar Aceh.

Data Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh menunjukkan 5.006 WN China tercatat masuk ke Aceh sejak 2024 hingga 31 Juli 2026.

Rinciannya, 978 orang pada 2024, 2.148 pada 2025, dan 1.880 orang hanya dalam tujuh bulan pertama 2026. Jumlah kedatangan hingga Juli 2026 sudah hampir 90 persen dari total sepanjang 2025.

Mereka menggunakan berbagai jenis visa. Namun, data Imigrasi tidak merinci tujuan masing-masing kedatangan dan tidak menunjukkan bahwa 5.006 WN China tersebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan atau perdagangan emas.

Dalam periode yang sama, total WNA yang masuk ke Aceh mencapai 139.274 orang. Sebanyak 130.960 orang masuk melalui TPI Bandara SIM dan 8.314 melalui TPI Pelabuhan Laut Sabang. Sebanyak 106 WNA juga dideportasi, umumnya karena penyalahgunaan izin tinggal atau visa dan overstay.

Angka 5.006 WN China tentu bukan bukti bahwa mereka datang untuk mencari emas. Data Imigrasi tidak menunjukkan hubungan langsung antara kedatangan mereka dengan aktivitas pertambangan.

Namun, angka tersebut menjadi menarik ketika disandingkan dengan dua kasus penyelundupan emas di Bandara SIM dan pengakuan sumber mengenai jaringan pembeli emas asal China di sejumlah kawasan pertambangan Aceh.

Jika benar terdapat kelompok yang menambang sendiri, membeli emas dari penambang rakyat, menampungnya di Banda Aceh dan mengirimkannya keluar Aceh, maka dua kasus di Bandara SIM bisa jadi baru membuka bagian paling ujung dari rantai perdagangan yang lebih panjang.

Rantai itu diduga bermula dari kawasan tambang di pedalaman Aceh, berpindah ke penambang dan penampung, masuk ke Banda Aceh, lalu bergerak menuju Medan atau jalur internasional.

Hanafiah

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 5 Agustus 2023 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Aceh. Email : hanafiah@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggap Cepat Pemerintah untuk NTT, Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana

    Tanggap Cepat Pemerintah untuk NTT, Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes  | Jakarta — Pemerintah terus memperkuat langkah tanggap darurat dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Letkol Teddy Indra Wijaya mendukung dalam pengiriman bantuan logistik kembali dilakukan pada Rabu (19/8/2026), memasuki hari kelima pascabencana. Sebanyak lima pesawat diberangkatkan sejak pukul 04.00 WIB dengan membawa total 65 ton […]

  • Kepala desa Pahlawan Setia Zainal Abidin Pimpin Kafilah, Siap Sukseskan STQ Tarumajaya 2026

    Kepala desa Pahlawan Setia Zainal Abidin Pimpin Kafilah, Siap Sukseskan STQ Tarumajaya 2026

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 180
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tarumajaya, Bekasi — Kepala Desa Pahlawan Setia, Zainal Abidin, menyatakan kesiapan untuk memimpin kafilah Desa Pahlawan Setia dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kecamatan Tarumajaya tahun 2026. Kehadiran kafilah Desa Pahlawan Setia diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat generasi muda […]

  • Bapak Saya Baru Meninggal, PT NPR Garap Lahan Kami Tanpa Izin, Dimana Rasa Keadilan Di Negeri Ini photo_camera 2

    Bapak Saya Baru Meninggal, PT NPR Garap Lahan Kami Tanpa Izin, Dimana Rasa Keadilan Di Negeri Ini

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Ron
    • visibility 343
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Barito Utara – Tangis pilu anak berusia 7 tahun pecah saat menyaksikan kebun karet yang ditanam bersama mendiang ayahnya kini digarap PT Nusa Persada Resources (NPR) tanpa ganti rugi. Eno, bocah laki-laki yang beberapa tahun terakhir sering ikut ayahnya tinggal di lahan, menangis di depan awak media setelah mengetahui sebagian kebun karet mereka telah […]

  • Tiga Hari Tersesat dan Jalan Kaki di Jepara, Transmigran Asal Kudus Berhasil Dipertemukan Kembali dengan Keluarga

    Tiga Hari Tersesat dan Jalan Kaki di Jepara, Transmigran Asal Kudus Berhasil Dipertemukan Kembali dengan Keluarga

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara – Sinergi dan respons cepat jajaran kepolisian kembali membuahkan aksi kemanusiaan yang menyentuh hati. Seorang warga asal Desa Rahtawu, Kecamatan Gebok, Kabupaten Kudus, yang sempat tersesat dan berjalan kaki selama tiga hari di wilayah Kabupaten Jepara, akhirnya berhasil dievakuasi dan dipertemukan kembali dengan pihak keluarga pada Senin (27/7/2026). Pria bernama Suraji tersebut […]

  • Kapolda Kalbar Ajak Masyarakat Nobar Piala Dunia 2026, Digelar Serentak hingga Tingkat Polsek

    Kapolda Kalbar Ajak Masyarakat Nobar Piala Dunia 2026, Digelar Serentak hingga Tingkat Polsek

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 187
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Pontianak Kalbar – Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menggelar kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 bersama masyarakat yang akan dilaksanakan secara serentak mulai dari tingkat Polda Kalbar, Polres, hingga Polsek jajaran Polda Kalbar. Sabtu(13/6). Kegiatan nobar tersebut menjadi wadah kebersamaan sekaligus […]

  • Gerak Cepat Polres Ketapang Padamkan Karhutla di HCV PT KALE, Seluas 10 Hektare Terbakar

    Gerak Cepat Polres Ketapang Padamkan Karhutla di HCV PT KALE, Seluas 10 Hektare Terbakar

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 121
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang bersama TNI dan tim pemadam kebakaran perusahaan bergerak cepat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan High Conservation Value (HCV) seluas 1.323 hektare milik PT KALE/FR Group, Dusun 2, Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Sabtu(19/9/2026). Kegiatan pemadaman dimulai sekitar pukul 14.30 WIB […]

expand_less