Tebar Kasih di Tahun Baru Islam 1448 H, Festival Anak Yatim DKM Masjid Rabiatul Adawiyah Cileungsi Berlangsung Meriah, 250 Anak Yatim Tersenyum Bahagia
- account_circle Hapzon Effendi
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- visibility 203
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Bogor – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali terpancar di Masjid Rabiatul Adawiyah, Komplek Perum Grand Nusa Indah, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, DKM Masjid Rabiatul Adawiyah bekerja sama dengan Pengurus Lingkungan Perum Grand Nusa Indah sukses menggelar Festival Anak Yatim 1448 H, sebuah kegiatan sosial dan keagamaan yang berlangsung meriah, penuh kehangatan, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi 240 anak yatim.
Sejak pagi hari, halaman masjid dipenuhi wajah-wajah ceria anak-anak yatim yang datang dengan penuh semangat. Mereka disambut hangat oleh panitia, relawan, para donatur, serta masyarakat yang turut memeriahkan acara. Nuansa kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah begitu terasa, menjadikan festival ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum berbagi kasih sayang dan menebarkan keberkahan.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Nadifa yang dilanjutkan sari tilawah oleh Ananda Haifa. Lantunan ayat-ayat suci menggema di dalam masjid, menghadirkan suasana yang khusyuk dan menyentuh hati seluruh tamu undangan.
Ketua DKM Masjid Rabiatul Adawiyah, Budiarto, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Anak Yatim yang kini memasuki tahun ketiga. Menurutnya, kegiatan ini telah menjadi agenda rutin DKM sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim sekaligus implementasi ajaran Islam tentang pentingnya berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, baik dari instansi maupun perorangan, serta seluruh panitia dan relawan yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan rezekinya sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan sukses. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda,” ungkapnya.
Suasana semakin hidup ketika Dewan Pembina DKM Masjid Rabiatul Adawiyah, Ustadz Achmad Muti, Lc., M.S.I., menyampaikan tausiyah tentang kemuliaan menyantuni anak yatim. Beliau mengingatkan bahwa Allah SWT dengan tegas melarang umat Islam menghardik ataupun menyakiti hati anak yatim sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Sebelum tausiyah dimulai, Ustadz Achmad Muti menyampaikan dua pantun yang menghibur. Pantun tersebut langsung disambut gelak tawa, tepuk tangan, dan senyum bahagia dari anak-anak yatim maupun para tamu undangan sehingga suasana semakin hangat dan penuh keakraban.
Ketua Panitia, Enang Alimudin, menjelaskan bahwa jumlah penerima santunan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
“Alhamdulillah, tahun lalu sebanyak 200 anak yatim menerima santunan. Tahun ini meningkat menjadi 240 anak yatim. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terus tumbuh. Harapan kami, setiap tahun semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ujarnya kepada Jurnalis Media Suara Mabes.
Kemeriahan festival semakin terasa saat Kak Gilang bersama tim tampil menghibur anak-anak melalui permainan edukatif, hiburan Islami, dan berbagai atraksi yang membuat suasana dipenuhi gelak tawa. Penampilan Ananda Ajima yang membawakan lagu Kemarin serta narasi inspiratif dari Ibu Feby semakin melengkapi kemeriahan acara.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim. Selain menikmati berbagai hiburan dan sajian kuliner, seluruh anak yatim juga menerima bingkisan serta santunan tunai sebesar Rp250.000 per anak.
Menjelang berakhirnya acara, Ustadz Indra memimpin doa bersama, memohon keberkahan bagi anak-anak yatim, para donatur, panitia, dan seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari kegiatan penuh kemuliaan tersebut.
Festival Anak Yatim 1448 Hijriah ini kembali membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh subur di tengah masyarakat. Melalui tangan-tangan yang ikhlas berbagi, ratusan anak yatim dapat merasakan kebahagiaan, kasih sayang, dan perhatian di momen istimewa Tahun Baru Islam.
Festival Anak Yatim bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi bukti nyata bahwa ketika masyarakat bersatu dalam kebaikan, senyum anak-anak yatim menjadi hadiah terindah yang tak ternilai harganya.
Jurnalis: Hapzon Effendi, S.Pd.




Jurnalis : Hapzon Effendi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 9 September 2025 sebagai Jurnalis Pusat. Email : hapson.effendi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar