Suara HT Bersahutan di Dinkes Pacitan, Tenaga Kesehatan dan Lintas Sektor Simulasi Hadapi Ancaman Tsunami
- account_circle Asmawi
- calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Pacitan — Suasana di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mendadak tegang namun terkendali pada Rabu hingga Kamis (Oktober 2026). Suara sahut-sahutan perangkat Handy Talky (HT) dengan sandi-sandi radiomedik bergemuruh di dalam ruangan.
Bukan karena bencana sungguhan, melainkan wujud keseriusan puluhan petugas dalam mengikuti simulasi Table Top Exercise (TTX) Rencana Kontingensi (Renkon) Penanggulangan Krisis Kesehatan.Mengangkat tema ancaman bencana tsunami, kegiatan ini menjadi ajang uji nyali manajerial bagi para pemangku kebijakan dan petugas medis di wilayah pesisir selatan yang dikenal berbukit dan terjal.
Mengingat tingginya potensi kerawanan bencana di Pacitan, penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan darurat di sektor kesehatan menjadi harga mati.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini difasilitasi langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, yang dihadiri oleh Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Achmad Khoirudin Alif, M.Kes beserta tim.
Tidak berjuang sendirian, Dinas Kesehatan juga menggandeng kekuatan penuh dari berbagai sektor; mulai dari RSUD dr. Darsono, RSU Agung Mulia, jajaran Puskesmas, hingga unsur relawan dan instansi strategis seperti BPBD, Dinas PUPR, serta Dinas Sosial.
Dalam simulasi indoor tersebut, para peserta dihadapkan pada skenario rumit bencana tsunami beserta berbagai masalah darurat yang menyertainya. Mulai dari pimpinan daerah hingga tim Health Emergency Operation Center (HEOC) klaster kesehatan dituntut untuk berpikir taktis. Mereka diuji dalam hal kecepatan alur komunikasi, ketepatan koordinasi lintas instansi, hingga keakuratan pemetaan wilayah terdampak.
Setiap pihak yang terlibat merasakan betul betapa krusialnya koordinasi cepat di bawah tekanan. Latihan ini memaksa seluruh elemen untuk meninjau kembali kesiapan Prosedur Operasional Standar (SOP) darurat yang selama ini dimiliki masing-masing instansi, agar benar-benar siap diterapkannya saat situasi krisis terjadi.
Sebagai tindak lanjut dari latihan intensif ini, dokumen perencanaan yang telah diuji akan disempurnakan lebih lanjut.
“Upaya berikutnya adalah menghubungkan dokumen tersebut dengan dokumen Kabupaten sehingga menjadi rencana Kontingensi Tsunami skala Kabupaten,” pungkas dr. Daru Mustikoaji (14/10/2026) menandai komitmen bersama untuk mewujudkan Pacitan yang tangguh bencana.(Asm)
Jurnalis : Asmawi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 8 Januari 2024 sebagai Kepala Biro (Kabiro) Kab. Pacitan - Prov. Jawa Timur. Email : asmawi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar