Sriwijaya dan Strategi Kekuatan Maritim: Menguasai Jaringan, Bukan Sekadar Wilayah
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 151
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sejarah sebagai Sumber Pemikiran Strategis
Melalui kajian ini, Hutagaol mengajukan hipotesis bahwa kemampuan menghubungkan sumber daya, jalur distribusi, dan hubungan politik dapat membangun pengaruh yang lebih luas dibandingkan hanya mengandalkan kekuatan fisik.
Kekuatan maritim, menurut perspektif tersebut, tidak semata-mata bertumpu pada kapal dan armada, tetapi juga membutuhkan dukungan sistem ekonomi, infrastruktur, jaringan manusia, hubungan politik, dan kemampuan beradaptasi.
Pada seri berikutnya, kajian Strategi Perang Nusantara akan membahas Raden Wijaya pada 1293, khususnya dinamika menghadapi Jayakatwang, kedatangan pasukan Mongol, serta perubahan kepentingan politik yang memengaruhi jalannya peristiwa.
Media Suara Mabes memandang kajian ini sebagai wacana yang layak dikembangkan untuk memperkaya pemahaman sejarah, wawasan kebangsaan, pertahanan, dan kepentingan nasional.
Sejarah bukan sekadar warisan untuk dikenang, melainkan sumber pembelajaran untuk membangun kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi masa depan bangsa.
Sumber: Brigjen (Purn) MJP Hutagaol, “Strategi Perang Nusantara Seri 2: Sriwijaya – Menguasai Jaringan, Bukan Sekadar Wilayah”, Jakarta, 28 Oktober 2026.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar