Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Seri Kesadaran Nusantara 3: Mendengar Nusantara, Menemukan Benang Kesadaran di Tengah Keragaman Budaya

Seri Kesadaran Nusantara 3: Mendengar Nusantara, Menemukan Benang Kesadaran di Tengah Keragaman Budaya

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 170
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol kembali melanjutkan gagasan Seri Kesadaran Nusantara melalui tulisan ketiga bertajuk “Mendengar Nusantara”. Tulisan bertanggal Jakarta, 28 Agustus 2026 tersebut mengajak pembaca melihat kemungkinan adanya nilai-nilai kesadaran yang hidup di tengah keberagaman bahasa dan kebudayaan Indonesia.

Hutagaol menekankan bahwa upaya memahami kesadaran Nusantara tidak dapat dilakukan dengan terburu-buru menyimpulkan bahwa seluruh kebudayaan memiliki pandangan yang sama. Setelah sebelumnya mengangkat sejumlah gagasan dari ruang kebudayaan Jawa dan Sunda, seri ketiga memperluas pembahasan dengan melihat perspektif Batak Toba, Minangkabau, Bali, serta Bugis-Makassar.

“Jangan mencari istilah yang sama. Carilah sesuatu yang lebih dalam: persoalan manusia yang sama, yang dijawab oleh setiap kebudayaan dengan caranya sendiri.”

Empat Kebudayaan, Empat Perspektif

Dari Batak Toba, Hutagaol membahas konsep Dalihan Na Tolu, yang berkaitan dengan hubungan, kedudukan, kewajiban, penghormatan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial.

Dari Minangkabau, ungkapan Alam Takambang Jadi Guru digunakan sebagai pintu masuk untuk melihat proses manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, pengamatan terhadap alam, dan pembelajaran dari kehidupan.

Sementara dari Bali, diangkat konsep Tri Hita Karana, yang dikenal sebagai gagasan mengenai keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Adapun dari Bugis-Makassar, tulisan tersebut menyoroti konsep siri’ serta pesse/pacce, yang dikaitkan dengan martabat, harga diri, kepatutan, kepekaan sosial, dan solidaritas terhadap sesama.

Keempat perspektif tersebut tidak ditempatkan sebagai konsep yang sama atau identik. Perbedaan justru dipandang sebagai bagian penting dalam memahami keragaman pengalaman budaya Nusantara.

Kesadaran sebagai Cara Menjalani Kehidupan

Melalui perbandingan tersebut, Hutagaol mengembangkan pandangan bahwa kesadaran tidak hanya berada dalam pikiran, tetapi juga tercermin dari cara manusia membaca perubahan zaman, menempatkan diri dalam hubungan sosial, berinteraksi dengan alam, menjaga martabat, serta mempertanggungjawabkan tindakannya.

Gagasan tersebut kemudian dihubungkan dengan seri sebelumnya yang membahas Jayabaya, Sabdo Palon, Ranggawarsita, dan Budak Angon.

Namun, Hutagaol memberikan catatan bahwa berbagai contoh tersebut belum dapat dianggap mewakili seluruh Nusantara.

“Yang sedang kita bangun masih sebuah hipotesis kerja. Kita sedang mendengar, membandingkan, memeriksa, dan mencari benangnya.”

Warisan Budaya Tidak Hanya Berupa Benda

Salah satu pokok penting dalam tulisan ini adalah pandangan bahwa warisan budaya tidak sebatas benda atau ekspresi yang terlihat, seperti rumah adat, kain, tarian, bahasa, musik, maupun upacara.

Di balik bentuk-bentuk tersebut terdapat pengetahuan masyarakat dalam memahami kehidupan, membaca alam, membangun hubungan sosial, menjaga keseimbangan, mempertahankan martabat, menghadapi perubahan, serta menentukan sesuatu yang dianggap patut atau tidak patut.

Warisan pengetahuan tersebut kemudian dipandang perlu dihubungkan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, pengalaman modern, dan tantangan abad ke-21. Tujuannya bukan sekadar mempertahankan warisan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi menguji kembali nilai-nilai yang masih relevan bagi kehidupan masa kini.

Menuju Arsitektur Kesadaran Nusantara

Hutagaol menegaskan bahwa gagasan “Arsitektur Kesadaran Nusantara” masih merupakan hipotesis kerja dan belum menjadi kesimpulan final.

Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Bali, dan Bugis-Makassar baru merupakan sebagian dari kekayaan budaya Indonesia. Masih banyak ruang kebudayaan lain yang perlu didengar, termasuk Aceh, Melayu, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Papua, serta berbagai komunitas budaya lainnya.

Karena itu, pendekatan yang ditawarkan adalah mendengar, mencari, memeriksa, membandingkan, dan menimbang sebelum menarik kesimpulan.

“Kejujuran terhadap perbedaan jauh lebih berharga daripada kesimpulan yang indah tetapi dipaksakan.”

Seri ketiga ini kemudian mengarah pada pertanyaan besar: bagaimana manusia tetap menjadi manusia ketika zaman berubah?

Pertanyaan tersebut menjadi jembatan menuju Seri 4: “Arsitektur Kesadaran Nusantara — Dari Warisan Karuhun Menuju Manusia Abad ke-21.”

MJP Hutagaol ’86
Jakarta, 28 Agustus 2026

— Bersambung ke Seri 4 —

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL Memukau di Manila, Perkuat Diplomasi Maritim Indonesia-Filipina photo_camera 5

    Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL Memukau di Manila, Perkuat Diplomasi Maritim Indonesia-Filipina

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Manila, Filipina – Genderang Suling Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tampil memukau dalam rangkaian Satuan Latihan (Satlat) Kartika Jala Krida (KJK) 2026 di Rizal Park, Manila, Filipina, Jumat (3/7/2026). Penampilan yang memadukan disiplin militer, seni musik, dan budaya Nusantara itu mendapat sambutan meriah dari masyarakat, wisatawan, serta tamu undangan. Kegiatan tersebut […]

  • Kendalikan Karhutla di Kalbar, Pangdam XII/Tpr Beri Arahan Pasukan BKO

    Kendalikan Karhutla di Kalbar, Pangdam XII/Tpr Beri Arahan Pasukan BKO

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kubu Raya — Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memberikan pengarahan langsung kepada personel BKO Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pengarahan tersebut digelar di Marshalling Area Yonif TP 882/Hulubalang, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (23/8/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden […]

  • SMSI Desak BPK Bongkar Aliran Pokir Publikasi Media 2025 – 2026

    SMSI Desak BPK Bongkar Aliran Pokir Publikasi Media 2025 – 2026

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 185
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Semarang – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Eks Karesidenan Pati mendesak BPK RI dan BPK Jawa Tengah melakukan audit menyeluruh terhadap anggaran publikasi pemerintah tahun 2025–2026 di wilayah Pati, Kudus, Jepara, Rembang dan Blora. Ketua Koordinator SMSI Eks Karesidenan Pati, Agus Kliwir menilai pemeriksaan tersebut penting, untuk memastikan penggunaan anggaran publik. Termasuk anggaran […]

  • Pertahanan Nir-Materi Jadi Pilar Strategis Indonesia Abad ke-21, Industri, Perdagangan, dan Pekerja Migran Dinilai Berperan Vital

    Pertahanan Nir-Materi Jadi Pilar Strategis Indonesia Abad ke-21, Industri, Perdagangan, dan Pekerja Migran Dinilai Berperan Vital

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Penguatan pertahanan Indonesia pada abad ke-21 tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga ditentukan oleh kokohnya fondasi nonfisik yang menopang daya tahan bangsa. Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan bertajuk “Pertahanan Indonesia Abad ke-21: Perang Fondasi, Pertahanan Nir-Materi, dan Evolusi Strategi Pertahanan Nasional” Bagian 6E, […]

  • Launching Media Suara Mabes 57:47 Play Button

    Launching Media Suara Mabes

    • calendar_month Minggu, 27 Jun 2021
    • account_circle Redaksi MSM
    • visibility 371
    • 0Komentar

                 

  • Personel Polsek Pelabuhan Polres Ketapang Laksanakan Pengamanan Bongkar Muat Barang dan Sampaikan Imbauan Keselamatan Kerja

    Personel Polsek Pelabuhan Polres Ketapang Laksanakan Pengamanan Bongkar Muat Barang dan Sampaikan Imbauan Keselamatan Kerja

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 127
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di kawasan pelabuhan, personel Polsek Pelabuhan Polres Ketapang melaksanakan kegiatan pengamanan bongkar muat pengiriman barang di kapal yang berada di wilayah hukum Polsek Pelabuhan, Senin (18/05/2026). Kegiatan pengamanan tersebut dilakukan guna memastikan proses aktivitas bongkar muat barang berjalan dengan aman, tertib, dan […]

expand_less