Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Daerah » Paradoks Ramlan Nurmartias dan Zidan : Wewenang dan Fungsi Berat, Kewenangan Terbatas

Paradoks Ramlan Nurmartias dan Zidan : Wewenang dan Fungsi Berat, Kewenangan Terbatas

  • account_circle Muhammad Yaman
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Sumbar – TMSBK Sebagai Lembaga Konservasi memiliki Beban Tanggung Jawab yang Berat, sebagai lembaga yang berizin resmi, TMSBK memikul tugas danntanggung jawab besar selain menjamin kelangsungan hidup satwa langka dalam hal genetik sekaligus menjadi pusat edukasi bagi pengunjung, pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, merawat satwa hasil evakuasi yang terluka atau terancam di alam serta menjalankan program penangkaran untuk mencegah kepunahan

TMSBK bukan sekadar kebun binatang namun benteng terakhir bagi satwa yang tidak bisa bertahan hidup/ survive di habitat alam liar.

TMSBK memiliki kewenangan terbatas — ketika Satwa mengalami n berbagai bermasalah.

Di balik fungsinya, terdapat keterbatasan hukum yang menghambat pelaksanaan fungsi konservasi itu sendiri.

Kondisi Satwa dan tugas serta Kewenangan TMSBK menimbulkan banyak tantangan dan hambatan diantaranya:

Stres & Agresif (Zidan) Menjaga, merawat, mengamankan tdak boleh memindahkan tanpa izin pusat Harus menunggu berbulan-bulan mengakibatkan kondisi satwa memburuk

Sakit dan butuh penanganan harus melaporkan, memberikan perawatan dasar tidak boleh mengambil keputusan medis besar tanpa BKSDA.Keterlambatan penanganan karena prosedur birokrasi

Ketika mengobservasi tidak boleh menentukan status “bisa dilepas atau tidak” Keputusan dan otoritas ada di tangan tim pusat yang tidak selalu hadir ketika dibutuhkan.

Dalam hal penelitian dan data sangat terbatas, sebab pengambilan sampel butuh izin khusus Penelitian terhambat birokrasi, memakan waktu.

Terjadi paradoks terhadap TMSBK yang ditugaskan untuk melestarikan satwa, namun tidak diberi kewenangan untuk menyelamatkan satwa yang sedang menderita karena stres atau sakit. TMSBK diposisikan sebagai ” BODY GUARD “, namun tidak memegang kunci pintu .

Sejumlah pakar memberikan pandangan yang relevan.

“Lembaga konservasi bukan sekadar tempat menaruh hewan. Ia adalah perpanjangan tangan negara untuk menjamin keberlangsungan hidup satwa yang terancam punah. Jika lembaga ini diberi tanggung jawab, maka harus diberi pula kewenangan yang seimbang.” Drh. Ahli Konservasi Satwa

“Fungsi penitipan itu sementara. Jika satwa dititipkan puluhan tahun, maka yang terjadi bukan lagi penitipan, melainkan pemeliharaan jangka panjang yang membutuhkan kewenangan penuh untuk bertindak demi kesejahteraan hewan itu sendiri.” Pengamat Kebijakan Lingkungan Hidup

“TMSBK memiliki peran ganda: konservasi satwa sekaligus pelestarian budaya Minangkabau. Hal ini menjadikan TMSBK unik dan bernilai strategis, namun juga membutuhkan dukungan kelembagaan yang kuat.” Kajian Akademik Universitas Bung Hatta

Berdasarkan rul dan regulasi, perundang-undangan, fungsi penitipan hanya salah satu dari sekian fungsi, dan itu pun bersifat sementara . Menyebut TMSBK sekadar “tempat penitipan” adalah penyederhanaan yang merendahkan peran lembaga konservasi:

Permen LHK perlu mengatur dengan jelas ketika kondisi satwa mengancam nyawa manusia atau menderita sakit berat, pengelola lembaga konservasi berwenang mengambil tindakan pertama dengan kewajiban melapor dalam waktu 1×24 jam.

BKSDA semestinya menempatkan dokter hewan atau petugas tetap di lembaga konservasi besar agar keputusan cepat diambil

Sebaiknya ada perjanjian Kerja Sama yang Rinci — Antara Pemda dan BKSDA/Kementerian LHK dalam membagi tegas biaya, kewenangan, prosedur evakuasi, dan batas waktu respons laporan

Penguatan Fungsi Penelitian — TMSBK harus didorong menjadi pusat penelitian satwa Sumatera, bekerja sama dengan perguruan tinggi maupun stakeholder lainnya.

Memanfaatkan keunikan TMSBK (satwa + budaya Minangkabau) untuk membangun kesadaran konservasi yang berakar pada kearifan lokal

Sejumlah pihak harus mendorong TMSBK sebagai Lembaga Konservasi yang sah, berizin, dan telah membuktikan perannya dalam pelestarian satwa langka — bukan sekadar tempat penitipan, sehingga nberfungsi sebagai benteng konservasi, ruang edukasi , dan laboratorium penelitian yang hidup. Namun fungsi mulia ini terhambat oleh keterbatasan kewenangan yang tidak seimbang dengan nenan dan tanggung jawab yang dipikul.

Satwa seperti Zidan bukan sekadar “barang titipan”. Ia adalah individu yang merasakan sakit, stres, dan butuh pertolongan. Selama TMSBK diberi tugas memelihara, maka TMSBK juga harus diberi kewenangan untuk bertindak demi kesejahteraan satwa itu. Konservasi tidak bisa berjalan dengan baik jika tangan yang merawat terikat, sementara tangan yang memutuskan berada jauh dari lokasi.

TMSBK berhak menjadi mitra yang setara bukan hanya sekadar penunggu titipan. Karena di balik setiap jeruji kandang, ada harapan masa depan satwa Sumatera yang sedang diperjuangkan.

(FK/YamanLbs)

Muhammad Yaman

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brimob Salurkan Air Bersih di Ketapang, Wujud Kepedulian Polri terhadap Kebutuhan Masyarakat

    Brimob Salurkan Air Bersih di Ketapang, Wujud Kepedulian Polri terhadap Kebutuhan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 96
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Polda Kalbar melalui Satuan Brimob menyalurkan air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah. Dalam kegiatan tersebut, Satbrimob […]

  • HUT ke-80 Kodam III/Slw Gelar Bazar UMKM

    HUT ke-80 Kodam III/Slw Gelar Bazar UMKM

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 191
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., membuka secara resmi kegiatan Bazar UMKM dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kodam III/Siliwangi Tahun 2026, yang digelar di area Taman Merdeka Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Senin (18/05/2026). Kegiatan Bazar UMKM tersebut diikuti oleh satuan jajaran Kodam III/Siliwangi bekerja sama […]

  • Pererat Persatuan, GPD Alur Barito Gelar Nobar Uruguay vs Spanyol di Desa Ipu photo_camera 6

    Pererat Persatuan, GPD Alur Barito Gelar Nobar Uruguay vs Spanyol di Desa Ipu

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Ron
    • visibility 239
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Barito Utara – Dalam upaya mempererat tali persaudaraan serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat, Ormas Gabungan Pangkalima Dayak-Alur Barito menggelar kegiatan nonton bareng pertandingan sepak bola Uruguay vs Spanyol, Sabtu 27/6/2026 pukul 07.00 WIB, bertempat di Desa Ipu, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh […]

  • FKKPBM Hadiri Undangan Sosialisasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2027 Di Kantor DPTW PKS DKI Jakarta

    FKKPBM Hadiri Undangan Sosialisasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2027 Di Kantor DPTW PKS DKI Jakarta

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Busrial
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Ketua Forum Kumunikasi Keluarga Purnawirawan Baret Merah DPC Jakarta Pusat, Alek Busrial tunaikan undangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPTW PKS DKI Jakarta, jalan Letjen Suprapto, Sabtu ( 1/8/2026) Didampingi Keman Andrianto, salah seorang pengurus inti FKKPBM DPC Jakarat Pusat, beliau terlihat duduk dibarisan terdepan berbaur dengan beberapa tokoh lainnya. […]

  • PJS Siapkan Agenda Nasional Terbesar: Gelar Munas III hingga Undang Wapres Gibran Rakabuming Raka

    PJS Siapkan Agenda Nasional Terbesar: Gelar Munas III hingga Undang Wapres Gibran Rakabuming Raka

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kifli Polapa
    • visibility 242
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Organisasi Pro Jurnalismedia Siber (PJS) tengah bersiap menyelenggarakan agenda nasional terbesar sepanjang sejarah berdirinya organisasi tersebut. Rangkaian acara yang berpusat di Jakarta ini akan mengintegrasikan tiga agenda utama, yakni Musyawarah Nasional (Munas) III, Seminar Nasional, serta pelantikan serentak pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PJS dari seluruh penjuru […]

  • Pangdam III/Siliwangi Tinjau Latihan Menembak Ranpur Yonkav 4/KC di Pusdikif Cipatat

    Pangdam III/Siliwangi Tinjau Latihan Menembak Ranpur Yonkav 4/KC di Pusdikif Cipatat

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung Barat – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., meninjau pelaksanaan Latihan Menembak Senjata Berat Kendaraan Tempur (Latbak Jatrat) Yonkav 4/Kijang Cakti Kodam III/Siliwangi di Lapangan Latbak Pusdikif Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan satuan guna memastikan kesiapan personel dan alutsista, sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit kavaleri […]

expand_less