Ketika ESTOM Bertemu Pertahanan Fondasi: Energi, Data, dan Persepsi sebagai Ruang Strategis Negara
- account_circle Suwoto
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- visibility 235
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Jakarta — Konsep Environment–Sensing–Thinking–Operation–Maneuver (ESTOM) kembali dikaji dalam Seri Memahami ESTOM #8. Dalam seri ini, Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol menghubungkan kerangka ESTOM dengan gagasan Pertahanan Fondasi, khususnya dalam melihat ketahanan negara melalui tiga ruang strategis, yakni energi, data, dan persepsi.
Pembahasan tersebut menempatkan ESTOM bukan sekadar sebagai kerangka berpikir mengenai operasi, melainkan sebagai suatu siklus untuk membaca perubahan, memahami konsekuensi, mengambil keputusan, menjalankan tindakan, serta melakukan penyesuaian secara berkelanjutan.
Menurut tulisan tersebut, Pertahanan Fondasi menjawab pertanyaan mengenai apa yang harus memiliki daya tahan, sedangkan ESTOM menjelaskan bagaimana perubahan dibaca, dipahami, direspons, dan dijadikan pembelajaran.
Energi, Data, dan Persepsi
Dalam kerangka Pertahanan Fondasi, energi tidak hanya dimaknai sebagai listrik. Energi mencakup sumber daya, material, bahan bakar, listrik, serta berbagai kemampuan yang memungkinkan suatu sistem dibangun, dihidupkan, dan dipertahankan.
Data menjadi unsur yang memungkinkan negara mengetahui keadaan, menentukan sasaran, mengarahkan tindakan, serta mendukung proses pengambilan keputusan.
Sementara itu, persepsi berkaitan dengan bagaimana masyarakat dan berbagai aktor memberikan makna terhadap suatu keadaan. Persepsi dapat memengaruhi kepercayaan, sikap, serta kehendak bersama.
Secara sederhana, ketiga unsur tersebut dapat dipahami sebagai:
Energi membangun dan menghidupkan.
Data menggerakkan dan mengarahkan.
Persepsi memberikan makna dan memengaruhi kehendak.
Namun, ketiganya tidak berdiri sendiri. Energi, data, dan persepsi merupakan bagian dari sistem yang saling memengaruhi.
ESTOM sebagai Siklus Adaptasi
Dalam penerapannya, Environment digunakan untuk memetakan kondisi energi, data, dan persepsi.
Sensing berfungsi menangkap perubahan yang terjadi. Selanjutnya, Thinking menganalisis sebab, hubungan, konsekuensi, serta berbagai pilihan yang tersedia.
Operation menerjemahkan pilihan menjadi rancangan tindakan. Sementara Maneuver menjalankan tindakan, membaca hasilnya, dan melakukan penyesuaian.
Ketika kondisi kembali berubah, proses tersebut berlanjut menuju Environment yang baru.
Dengan demikian, Pertahanan Fondasi memberikan objek yang harus memiliki daya tahan, sedangkan ESTOM memberikan proses untuk berpikir, bertindak, dan beradaptasi.
Ketergantungan Energi dan Kerentanan Strategis
Salah satu contoh yang dibahas adalah ketergantungan suatu negara terhadap energi impor.
Dalam perspektif ESTOM, kondisi tersebut tidak cukup dilihat dari jumlah energi yang tersedia. Perlu dipetakan pula sumber energi, jalur pasokan, cadangan, fasilitas pengolahan, kebutuhan industri, serta tingkat ketergantungan.
Perubahan harga, produksi, jalur perdagangan, dan dinamika geopolitik kemudian menjadi bagian dari proses Sensing.
Pada tahap Thinking, berbagai kemungkinan perlu diuji, antara lain apa yang terjadi apabila pasokan terganggu, sektor mana yang paling terdampak, berapa lama cadangan mampu bertahan, serta alternatif apa yang tersedia.
Dari analisis tersebut dapat dirancang berbagai pilihan kebijakan, seperti diversifikasi sumber energi, peningkatan cadangan, efisiensi, maupun pengembangan teknologi.
Pesan strategis yang ditekankan adalah bahwa energi bukan sekadar komoditas yang dimiliki, tetapi fondasi yang harus dikelola secara strategis.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar