Kapolda Papua Barat Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua Se-Tanah Papua di Kabupaten Teluk Wondama
- account_circle Supardi
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapolda menegaskan bahwa tokoh adat dan lembaga adat memiliki posisi strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Oleh karena itu, Polda Papua Barat memandang Dewan Adat Papua beserta seluruh unsur adat sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polda Papua Barat dan Polres Teluk Wondama yang didukung unsur TNI dan Pemerintah Daerah berkomitmen mengawal seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan aman, tertib, dan lancar dengan tetap menghormati nilai-nilai adat. Kami akan selalu berpegang pada prinsip profesional, proporsional, dan humanis. Kehadiran Polri untuk memastikan ruang adat ini berjalan aman dan bermartabat,” tambahnya.
Kapolda juga mengajak seluruh peserta, panitia, dan pihak terkait untuk menjaga suasana pleno tetap tenang dan kondusif.
“Sampaikan pandangan dengan baik, sampaikan perbedaan dengan cara yang bermartabat. Musyawarah harus tetap menjadi jalan utama. Jangan memberi ruang bagi provokasi, penyebaran informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum,” tutup Kapolda.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sebanyak 267 personel Polri diterjunkan dalam pengamanan, terdiri dari 207 personel Polres Teluk Wondama, 30 personel Satbrimob Polda Papua Barat, 30 personel Polda Papua Barat.




Penulis Supardi
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 4 April 2021 sebagai Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Prov. Papua Barat. Email : supardi@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar