Gus Muhaimin Hadirkan Rumah Bebas Asap di Pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru, Lindungi Santri Dari Dampak Karhutla
- account_circle Saprizal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes | Kab. Indragiri Hilir – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Gus Muhaimin, meresmikan fasilitas Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau, Minggu (18/10/2026). Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap santri dan masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan Rumah Bebas Asap tersebut disalurkan melalui anggota DPR RI Fraksi PKB dari daerah pemilihan Riau, Mafirion. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi tempat perlindungan bagi santri dan warga dari paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari.
Pondok Pesantren Dar El Hikmah sendiri dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2026, yang direncanakan dihadiri oleh Gus Muhaimin.
Dalam keterangannya di Pekanbaru, Mafirion menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial, terutama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
“HSN memang pesta santri, tetapi kepedulian terhadap bencana karhutla tidak boleh pudar. Santri dan masyarakat yang terdampak asap membutuhkan tindakan nyata. Karena itu, Rumah Bebas Asap ini menjadi simbol kehadiran PKB untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana,” ujar Mafirion, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa pesantren merupakan bagian penting dari kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap lingkungan belajar dan kesehatan para santri perlu menjadi perhatian bersama, khususnya ketika kualitas udara terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan.
Kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta kelompok masyarakat yang rentan terhadap pencemaran udara. Dalam kondisi demikian, upaya perlindungan dan pencegahan paparan asap menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Selain menghadirkan Rumah Bebas Asap, Gus Muhaimin juga memberikan bantuan masker kepada para santri dan warga yang terdampak kabut asap. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel asap, meskipun penggunaan masker tetap perlu disesuaikan dengan jenis dan tingkat perlindungan yang dibutuhkan.
Mafirion menambahkan, kepedulian terhadap korban karhutla harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar semangat peringatan Hari Santri Nasional berjalan seiring dengan upaya membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.
“Jangan sampai peringatan Hari Santri berlangsung meriah, sementara santri dan masyarakat di sekitar kita harus berjuang menghadapi asap. Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata membantu sesama,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap selama kegiatan peringatan HSN 2026, seluruh peserta apel di Pondok Pesantren Dar El Hikmah juga diminta menggunakan masker. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan peserta di tengah kondisi udara yang terdampak karhutla.
Mafirion berharap, peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 tidak hanya memperkuat semangat keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan.
Menurutnya, pesantren dan masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan dukungan nyata dari berbagai pihak, baik melalui bantuan langsung, upaya pencegahan, maupun kerja sama dalam penanganan karhutla.
“Bagi PKB, Hari Santri bukan sekadar perayaan. Ini juga momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian dan gotong royong harus hadir dalam tindakan. Ketika masyarakat terdampak bencana, kita harus hadir dan membantu,” tutupnya.
Momentum Hari Santri, Perkuat Kepedulian Kemanusiaan
Kehadiran Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan santri dan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam penanganan dampak karhutla. Semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diwujudkan melalui solidaritas, kepedulian lingkungan, dan aksi nyata untuk membantu sesama.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, upaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap diharapkan dapat berjalan seiring dengan penanganan sumber kebakaran serta pemulihan kualitas udara di wilayah terdampak.
Sumber informasi: Keterangan dalam bahan berita mengenai peresmian Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, 18 Oktober 2026.
Dum 0792
Jurnalis : Saprizal
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 19 November 2023 sebagai Wakil Kepala Biro (Wakabiro) Kab. Indragiri Hilir - Prov. Riau. Email : saprizal@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar