Gerilya Kognitif Seri 2: MJP Hutagaol Ungkap Mekanisme Perang Perebutan Persepsi di Era Digital
- account_circle Suwoto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
OPERASI DOPPELGANGER JADI CONTOH INTERNASIONAL
Sebagai contoh, MJP Hutagaol mengangkat operasi Doppelganger yang didokumentasikan oleh European External Action Service (EEAS), lembaga diplomatik Uni Eropa.
Operasi tersebut menggunakan situs tiruan yang menyerupai media dan situs resmi tepercaya untuk menyebarkan konten manipulatif.
Dalam laporan ketiga mengenai Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI) yang diterbitkan Maret 2025, EEAS mencatat 505 insiden manipulasi informasi asing selama periode 4 November 2023 hingga 4 November 2024. Analisis tersebut mencakup sekitar 38.000 kanal unik, 25 platform digital, 322 organisasi sasaran, dan 90 negara.
Data tersebut merupakan hasil pemantauan EEAS dalam cakupan penelitiannya dan bukan gambaran keseluruhan aktivitas manipulasi informasi global.
INDONESIA PERLU MEMPERKUAT PERTAHANAN INFORMASI
MJP Hutagaol menilai Indonesia perlu memperkuat kemampuan deteksi manipulasi informasi, verifikasi konten digital, keamanan siber, forensik digital, serta literasi masyarakat.
Ia juga mengemukakan gagasan Cyber Army sebagai konsep penguatan sumber daya manusia digital yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber, intelijen digital, analisis data, forensik digital, dan komunikasi strategis.
Gagasan tersebut bukan pernyataan mengenai keberadaan satuan resmi bernama Cyber Army, melainkan konsep kapasitas yang perlu dikaji berdasarkan kebutuhan nasional, ketentuan hukum, kewenangan, dan mekanisme pengawasan.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh menghadapi manipulasi informasi dengan menciptakan manipulasi baru. Upaya menjaga ruang digital harus tetap berlandaskan fakta, transparansi, hukum, dan tanggung jawab.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar