DANAU TOBA DAN LAHIRNYA PERADABAN BATAK: Menjaga Akar Budaya di Tengah Perubahan Zaman
- account_circle Suwoto
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 309
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Raja Parhata, Penjaga Peradaban
Dalam tradisi Batak, Raja Parhata memiliki peran penting sebagai penjaga adat, penutur hikmat, sekaligus pengawal nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Seorang Raja Parhata tidak hanya memimpin jalannya upacara adat, tetapi juga memahami tarombo, bahasa adat, tata urutan adat, hingga filosofi yang terkandung di dalam setiap prosesi.
Di tengah perkembangan zaman, peran Raja Parhata dinilai semakin penting untuk memastikan generasi muda tetap memahami akar budayanya.
MJP Hutagaol menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan modernisasi seharusnya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan tradisi.
“Selama tarombo tetap dikenal, marga tetap dijaga, Dalihan Na Tolu tetap diamalkan, dan hikmat para leluhur terus diwariskan, maka peradaban Batak akan tetap hidup dan menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkasnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar