Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Perkenalkan ESTOM Framework, Kerangka Intelijen Strategis Hadapi Persaingan Global Abad ke-21
- account_circle Suwoto
- calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
- visibility 2.959
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menjawab Tantangan Intelijen Modern
MJP Hutagaol menilai perkembangan berbagai lembaga intelijen dunia menunjukkan adanya transformasi besar dalam sistem intelijen modern.
Ia mencontohkan sejumlah organisasi intelijen seperti Central Intelligence Agency (CIA) di Amerika Serikat, MI6 dan MI5 di Inggris, Mossad di Israel, hingga Federal Intelligence Service yang terus memperkuat kemampuan intelijen berbasis teknologi digital, kecerdasan buatan, satelit, dan siber.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa intelijen modern kini berfungsi sebagai sistem pendukung keputusan strategis nasional yang terintegrasi.
Keterkaitan dengan Teori Perang Fondasi
Dalam pemaparannya, MJP Hutagaol juga mengaitkan ESTOM dengan konsep Teori Perang Fondasi, yang menempatkan energi, data, dan persepsi sebagai objek utama persaingan global abad ke-21.
Ia menjelaskan bahwa energi merupakan sumber daya penggerak, data menjadi sumber kecerdasan dalam pengambilan keputusan, sementara persepsi menjadi sumber legitimasi dan pengaruh.
“Jika Teori Perang Fondasi menjelaskan apa yang diperebutkan, dan Operasi Multi-Domain menjelaskan bagaimana operasi dilaksanakan, maka ESTOM menjelaskan bagaimana sebuah bangsa berpikir, menganalisis, memutuskan, dan bermanuver untuk memenangkan persaingan global,” jelasnya.
Jurnalis : Suwoto
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar