Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Ulas Pancasila sebagai Pedoman Menghadapi Perubahan Zaman dalam Mazhab Nusantara Seri 5

Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol Ulas Pancasila sebagai Pedoman Menghadapi Perubahan Zaman dalam Mazhab Nusantara Seri 5

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Pancasila perlu terus diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman etika dalam pengambilan keputusan, penyelenggaraan kekuasaan, dan pembangunan nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol dalam tulisan Mazhab Nusantara Seri 5: Pancasila—Nilai, Kebijaksanaan, dan Arah Peradaban. Tulisan tersebut mengangkat pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan kebangsaan, perkembangan teknologi, dan persaingan global.

Menurut gagasan yang diuraikan dalam tulisan itu, pengakuan terhadap Pancasila perlu diikuti dengan tindakan nyata. Nilai-nilai kebangsaan harus tercermin dalam kebijakan publik, keteladanan pemimpin, tata kelola pemerintahan, serta cara masyarakat memperlakukan sesama.

Dalam pembahasannya, MJP Hutagaol menyoroti adanya perbedaan antara pengakuan terhadap nilai-nilai luhur dan pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Korupsi, ketimpangan, penyalahgunaan kekuasaan, dan melemahnya kepercayaan masyarakat disebut sebagai persoalan yang menunjukkan pentingnya penguatan integritas serta tanggung jawab dalam kehidupan bernegara.

Tulisan tersebut menekankan bahwa Pancasila sebagai dasar negara, pedoman etika kehidupan bersama, dan landasan dalam praktik penyelenggaraan negara merupakan tiga aspek yang saling berkaitan. Namun, penerapannya membutuhkan komitmen, keteladanan, dan kelembagaan yang berfungsi secara bertanggung jawab.

Pancasila juga ditempatkan dalam konteks sejarah bangsa Indonesia. Perumusannya dipahami sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan, pergulatan pemikiran kebangsaan modern, serta proses politik menjelang kemerdekaan.

Pengalaman masyarakat Nusantara yang beragam menjadi bagian dari latar historis kehidupan bangsa. Meski demikian, tulisan tersebut tidak menempatkan Pancasila sebagai rumusan yang telah hadir secara utuh sejak zaman kerajaan, melainkan sebagai kesepakatan mendasar yang lahir melalui perjalanan sejarah bangsa.

Dalam tulisan itu, kelima sila Pancasila dipaparkan sebagai satu kesatuan nilai yang saling melengkapi.

Ketuhanan Yang Maha Esa menegaskan pentingnya dimensi moral dan penghormatan terhadap kebebasan beragama serta berkeyakinan sesuai konstitusi. Kemanusiaan yang adil dan beradab menempatkan martabat manusia sebagai pertimbangan utama dalam kehidupan bersama.

Persatuan Indonesia menekankan pentingnya merawat keberagaman melalui keadilan dan rasa saling percaya. Sementara itu, sila Kerakyatan menggarisbawahi perlunya kebijaksanaan, pertimbangan matang, musyawarah, serta tanggung jawab dalam proses pengambilan keputusan.

Adapun sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengarahkan pembangunan agar manfaat kemajuan dapat dirasakan secara lebih adil oleh masyarakat.

Pesan utama yang ditekankan ialah bahwa persatuan membutuhkan keadilan, kekuasaan membutuhkan kebijaksanaan, dan kemajuan perlu tetap berorientasi pada martabat manusia.

Salah satu pokok pembahasan dalam seri ini adalah hubungan antara Pancasila dan konsep Budi yang dikembangkan dalam kerangka pemikiran Mazhab Nusantara.

Dalam penjelasan tersebut, Budi diposisikan sebagai kerangka etis untuk menimbang kualitas pertimbangan, keputusan, dan perilaku manusia. Konsep ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Pancasila ataupun membentuk dasar negara baru.

Pancasila tetap menjadi dasar negara, sedangkan Budi ditawarkan sebagai pendekatan pemikiran untuk memperkuat tanggung jawab moral dalam penerapan nilai-nilai kebangsaan.

Gagasan tersebut menyoroti bahwa keberadaan aturan dan prosedur kelembagaan perlu disertai integritas orang-orang yang menjalankannya. Karena itu, penguatan institusi dan pembentukan karakter manusia dipandang sebagai dua hal yang perlu berjalan beriringan.

Tantangan lain yang diangkat adalah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), penguasaan data, persaingan energi, mineral strategis, serta ketergantungan pada rantai pasok global.

Dalam konteks tersebut, Indonesia dihadapkan pada kebutuhan untuk memperkuat ilmu pengetahuan, teknologi, industri, dan kualitas sumber daya manusia agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi atau pemasok bahan mentah.

Tulisan MJP Hutagaol menempatkan Pancasila sebagai orientasi nilai dalam merumuskan arah kebijakan teknologi dan pembangunan. Pemanfaatan teknologi, misalnya, perlu mempertimbangkan martabat manusia, sedangkan pengelolaan sumber daya perlu memperhatikan keadilan dan keberlanjutan.

Kemandirian nasional dalam pandangan tersebut bukan berarti menutup diri dari dunia internasional. Sebaliknya, kemandirian berarti memiliki kapasitas untuk belajar, berinovasi, menentukan pilihan, dan mengarahkan pembangunan berdasarkan kepentingan nasional serta tanggung jawab kepada masyarakat.

Pada bagian penutup, Mazhab Nusantara diarahkan untuk menghubungkan pengalaman dan kebijaksanaan masyarakat Nusantara dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan bangsa masa kini.

Penguatan nilai Pancasila, menurut gagasan yang disampaikan, perlu diwujudkan melalui pendidikan, kepemimpinan yang bertanggung jawab, tata kelola yang bersih, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Tulisan tersebut juga menegaskan pentingnya mempertemukan Pancasila sebagai arah kehidupan bernegara, Budi sebagai kerangka kebijaksanaan dalam bertindak, serta ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana menjawab tantangan zaman.

Pertanyaan yang kemudian menjadi fokus pembahasan berikutnya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterjemahkan menjadi sistem pendidikan, kepemimpinan, dan kelembagaan yang efektif, sehingga tidak berhenti pada tataran gagasan.

Pembahasan itu akan dilanjutkan dalam Mazhab Nusantara Seri 6: “Dari Budi ke Sistem: Membangun Manusia dan Kelembagaan.”

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaperwil Hanafiah Minta Kejati Aceh Panggil Mantan Kabid Sarpras Badan Dayah Aceh

    Kaperwil Hanafiah Minta Kejati Aceh Panggil Mantan Kabid Sarpras Badan Dayah Aceh

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 136
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Aceh — Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Suara Mabes (MSM) Aceh, Hanafiah, meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menindaklanjuti informasi terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran di lingkungan Badan Dayah Aceh. Hanafiah meminta Kejati Aceh memanggil dan meminta keterangan Mursal, yang disebut pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Dayah Aceh, untuk […]

  • Tak Hanya Tangani Karhutla, Satbrimob Polda Kalbar Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Ketapang

    Tak Hanya Tangani Karhutla, Satbrimob Polda Kalbar Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Ketapang

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 61
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Di tengah kondisi musim kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang turut memengaruhi ketersediaan air bersih, Polda Kalbar melalui Satuan Brimob kembali hadir membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan air bersih disalurkan kepada warga Desa Payah Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Selasa (29/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Satbrimob […]

  • Dunia di Ambang Perang Fondasi Global: Energi, Data, dan Persepsi Jadi Penentu Peradaban Abad ke-21

    Dunia di Ambang Perang Fondasi Global: Energi, Data, dan Persepsi Jadi Penentu Peradaban Abad ke-21

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 353
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Dunia saat ini dinilai tengah memasuki fase perubahan besar yang tidak lagi ditandai semata oleh konflik militer konvensional. Persaingan global kini bergeser pada perebutan fondasi utama kekuatan bangsa, yakni energi, data, teknologi, dan persepsi publik yang menjadi penentu arah peradaban abad ke-21. Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn) MJP Hutagaol dalam tulisannya […]

  • Kapolres Ketapang Perkuat Sinergi Dengan HMI, Dorong Peran Pemuda Jaga Kamtibmas

    Kapolres Ketapang Perkuat Sinergi Dengan HMI, Dorong Peran Pemuda Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, S.H., S.I.K., M.H. bersilaturahmi dan beraudiensi dengan jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Ketapang di Aula Polres Ketapang, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan (01/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Ketapang menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan kemitraan dengan elemen pemuda, khususnya organisasi mahasiswa. […]

  • Todo Nainggolan, DPD PBB Provinsi Banten Gandeng BNNP, Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba! photo_camera 2

    Todo Nainggolan, DPD PBB Provinsi Banten Gandeng BNNP, Tabuh Genderang Perang Melawan Narkoba!

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Saud Maruntung
    • visibility 98
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Serang – Langkah progresif langsung ditunjukkan oleh nakhoda baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Banten. Di bawah kepemimpinan Ketua DPD PBB Provinsi Banten, Todo Nainggolan, jajaran pengurus DPD PBB Banten menggelar audiensi resmi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten di Kota Serang pada Rabu, 15 Juli 2026. Kedatangan […]

  • PTUN Mataram Tolak Gugatan Mantan Kepala Desa Jenggala, Keputusan Bupati Lombok Utara Dinyatakan Tetap Sah

    PTUN Mataram Tolak Gugatan Mantan Kepala Desa Jenggala, Keputusan Bupati Lombok Utara Dinyatakan Tetap Sah

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 128
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Mataram – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram menolak gugatan yang diajukan mantan Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin, terhadap Keputusan Bupati Lombok Utara mengenai pemberhentiannya sebagai Kepala Desa Jenggala. Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim dalam sidang perkara Nomor 21/G/2026/PTUN.MTR pada Jumat (31/7/2026). Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya […]

expand_less