Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Pelajaran Sunyi Dari Dunia Intelijen: Ketika Perang Bergeser ke Data, Algoritma Dan Manusia

Pelajaran Sunyi Dari Dunia Intelijen: Ketika Perang Bergeser ke Data, Algoritma Dan Manusia

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 112
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Brigjen (Purn.) MJP Hutagaol ’86
Jakarta, 18 September 2026

MediaSuaraMabes | Jakarta — Dunia intelijen mengalami perubahan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Jika sebelumnya pengumpulan informasi banyak bergantung pada agen, dokumen, komunikasi tertutup, dan jaringan manusia, kini jejak digital seperti lokasi, foto, pola perjalanan, transaksi, komunikasi, aktivitas media sosial, hingga penggunaan perangkat dapat menjadi sumber data untuk dianalisis.

Perubahan tersebut membuat tantangan intelijen tidak lagi sekadar memperoleh informasi, tetapi juga memilah data yang relevan, memverifikasi kebenaran, mengenali manipulasi, membaca konteks, serta mengubah data menjadi pengetahuan yang dapat mendukung pengambilan keputusan.

Pelajaran dari Sejarah Intelijen

Sejumlah peristiwa sejarah menunjukkan bahwa kekuatan organisasi dan banyaknya informasi tidak otomatis menjamin keberhasilan suatu sistem.

Pengalaman Uni Soviet, misalnya, menunjukkan bahwa keberadaan perangkat keamanan dan intelijen yang kuat tidak dengan sendirinya menyelesaikan persoalan politik, ekonomi, legitimasi, dan kepercayaan di dalam sebuah negara.

Sementara itu, kegagalan operasi Bay of Pigs di Kuba pada 1961 menjadi salah satu contoh penting mengenai hubungan antara informasi, analisis, dan pengambilan keputusan. Data yang tersedia tetap dapat menghasilkan keputusan yang keliru apabila ditempatkan dalam kerangka analisis yang tidak tepat.

Dalam konteks operasi intelijen, proses tersebut mencakup pengumpulan, verifikasi, penghubungan, penafsiran, hingga pemberian peringatan.

Teknologi Tetap Membutuhkan Faktor Manusia

Kasus Lillehammer di Norwegia pada 1973 juga menjadi pelajaran mengenai risiko kesalahan identifikasi dalam operasi intelijen. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa teknologi dan kemampuan organisasi tidak menghilangkan kemungkinan kesalahan manusia.

Teknologi dapat mempercepat pengumpulan serta pemrosesan informasi, tetapi keputusan tetap membutuhkan penilaian, verifikasi, dan tanggung jawab manusia. Semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin penting kualitas manusia yang mengoperasikan, mengawasi, dan menentukan penggunaannya.

Pertarungan Juga Berlangsung di Ruang Persepsi

Pengalaman Indonesia pada masa pendudukan Jepang memberikan ilustrasi lain mengenai pentingnya persepsi masyarakat. Konflik tidak hanya berlangsung melalui kekuatan bersenjata, tetapi juga berkaitan dengan pertanyaan mengenai siapa yang dipercaya, siapa yang dianggap sebagai pembebas atau penjajah, serta siapa yang memiliki legitimasi.

Dalam konteks tersebut, persepsi dan dukungan masyarakat dapat menjadi faktor yang memengaruhi kemampuan suatu kekuatan mempertahankan pengaruhnya.

AI Membuka Skala Baru Intelijen

Perkembangan komputasi dan artificial intelligence (AI) membawa perubahan lebih lanjut. Sistem modern dapat membantu memproses data dalam jumlah besar, menemukan pola, menghubungkan informasi, mengklasifikasikan data, hingga membantu menghasilkan konten.

Naskah tersebut juga menyoroti laporan Threat Intelligence Anthropic yang diterbitkan September 2026 mengenai penggunaan AI dalam sejumlah aktivitas siber, operasi pengaruh, dan pengawasan. Dalam sejumlah kasus yang diamati, AI digunakan untuk membantu pengintaian digital, pemrosesan data, pengembangan perangkat, serta pembuatan persona dan konten digital.

Namun, kemampuan tersebut sekaligus menimbulkan tantangan baru terkait verifikasi, keamanan, atribusi, dan akuntabilitas.

Medan Konflik Semakin Kompleks

Lingkungan keamanan modern tidak lagi terbatas pada darat, laut, dan udara. Ruang siber, ruang angkasa, dan lingkungan informasi juga semakin menjadi bagian dari persoalan keamanan nasional.

Naskah tersebut menyoroti pembahasan pada Beijing Xiangshan Forum September 2026 mengenai risiko AI dalam aplikasi militer, percepatan pengambilan keputusan, misinformasi, serta meningkatnya otonomi sistem persenjataan. Salah satu pertanyaan penting yang muncul adalah mengenai pihak yang bertanggung jawab ketika keputusan yang dihasilkan sistem ternyata keliru.

Data, AI, dan Persepsi

Perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan jawaban, tetapi juga kemampuan memproses informasi dalam skala yang sebelumnya sulit dilakukan secara manual.

Ketika jutaan data dapat dianalisis dalam waktu singkat, konten dapat dibuat dan disebarkan secara otomatis, serta akun dan persona digital dapat diproduksi dalam jumlah besar, tantangan membedakan informasi asli dan informasi yang direkayasa menjadi semakin penting.

Karena itu, kemampuan intelijen modern tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan teknologi, tetapi juga kemampuan menguasai data, memahami algoritma, membaca perilaku manusia, mendeteksi manipulasi, serta mempertahankan kemampuan membedakan fakta dari informasi yang direkayasa.

Pada akhirnya, teknologi tetap merupakan alat. Tantangan utamanya adalah bagaimana manusia menggunakan teknologi tersebut secara bertanggung jawab, dengan proses verifikasi, pemahaman konteks, integritas informasi, serta pertanggungjawaban dalam setiap keputusan strategis.

Bersambung ke Bagian II: “AI — DATA — PERSEPSI”

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Secaba Rindam XIII/Merdeka di Minahasa Selatan, Tegaskan Penguatan SDM TNI AD photo_camera 6

    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Secaba Rindam XIII/Merdeka di Minahasa Selatan, Tegaskan Penguatan SDM TNI AD

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Sulut — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke Secaba Rindam XIII/Merdeka, Jumat (8/5), sebagai bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dalam memperkuat pembangunan kekuatan pertahanan nasional melalui penguatan satuan pendidikan dan teritorial di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie meninjau langsung kesiapan sarana pendidikan serta memberikan arahan kepada jajaran […]

  • Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang Kritis dan Berbasis Data

    Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang Kritis dan Berbasis Data

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Wajidi Adiansyah
    • visibility 225
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta – Dunia pergerakan mahasiswa Indonesia kembali melahirkan figur muda yang menarik perhatian publik. Sosok tersebut adalah Fathimah Azzahra, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023 yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026 mendampingi Yatalathof Ma’shum Imawan. Di tengah meningkatnya skeptisisme masyarakat terhadap gerakan mahasiswa, Fathimah hadir dengan […]

  • Seri Memahami ESTOM #14: Dari Skenario Menjadi Keputusan

    Seri Memahami ESTOM #14: Dari Skenario Menjadi Keputusan

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Strategic foresight tidak berhenti pada kemampuan membaca berbagai kemungkinan masa depan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pemimpin menentukan pilihan ketika informasi belum lengkap, waktu dan sumber daya terbatas, serta setiap keputusan memiliki konsekuensi. Hal tersebut menjadi pokok bahasan Seri Memahami ESTOM #14 berjudul “Dari Skenario Menjadi Keputusan: Ketika Pemimpin Harus Memilih di Tengah […]

  • Ungkap Sejumlah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Ditres PPA dan PPO Polda Jateng Siapkan Hotline Pengaduan Masyarakat

    Ungkap Sejumlah Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Ditres PPA dan PPO Polda Jateng Siapkan Hotline Pengaduan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 143
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jateng, Kota Semarang – Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap kasus kekerasan fisik dan psikis terhadap anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandung korban di Kabupaten Kudus. Tindak kekerasan tersebut diketahui berlangsung sejak tahun 2019 hingga 2026. Kasus tersebut dipaparkan dalam konferensi […]

  • Ngaku Anggota BIN, Pria di Jepara Diamankan Unit Intel Kodim 0719/Jepara

    Ngaku Anggota BIN, Pria di Jepara Diamankan Unit Intel Kodim 0719/Jepara

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 253
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jepara – Unit Intel Kodim 0719/Jepara mengamankan seorang pria yang diduga mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) dan disebut telah meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Jepara. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (21/5/2026). Pria tersebut diketahui bernama Ngadiran alias Aji, warga Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Ia diamankan Dirumahnya tanpa perlawanan setelah adanya laporan masyarakat […]

  • Semarak HUT Bhayangkara ke-80: Polda Kalbar Tegaskan Komitmen “Polri Untuk Masyarakat photo_camera 5

    Semarak HUT Bhayangkara ke-80: Polda Kalbar Tegaskan Komitmen “Polri Untuk Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 134
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan khidmat di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Selasa (1/7). Upacara yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., serta diikuti oleh jajaran pejabat utama Polda Kalbar, personel Polri, TNI, […]

expand_less