Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Politik » Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang Kritis dan Berbasis Data

Fathimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang Kritis dan Berbasis Data

  • account_circle Wajidi Adiansyah
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • visibility 242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta – Dunia pergerakan mahasiswa Indonesia kembali melahirkan figur muda yang menarik perhatian publik. Sosok tersebut adalah Fathimah Azzahra, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023 yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026 mendampingi Yatalathof Ma’shum Imawan.

Di tengah meningkatnya skeptisisme masyarakat terhadap gerakan mahasiswa, Fathimah hadir dengan pendekatan yang berbeda. Ia tidak dikenal melalui retorika yang meledak-ledak atau aksi demonstrasi yang penuh emosi, melainkan melalui argumentasi yang tenang, sistematis, dan berbasis data.

Latar belakangnya sebagai mahasiswa kedokteran membentuk cara pandangnya dalam melihat persoalan bangsa. Baginya, kritik terhadap kebijakan publik harus disampaikan secara ilmiah, didukung fakta lapangan, serta mampu menawarkan analisis yang rasional. Pendekatan inilah yang membuat namanya mulai dikenal luas setelah beberapa kali tampil dalam forum diskusi dan debat publik nasional.

Nama Fathimah Azzahra semakin mendapat perhatian publik setelah penampilannya dalam sebuah forum debat yang disiarkan oleh CNN Indonesia. Dalam forum tersebut, ia tampil lugas menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah dengan bahasa yang santun namun tajam.

Potongan-potongan pernyataannya kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X. Banyak warganet menilai Fathimah mampu menyampaikan keresahan publik dengan cara yang cerdas dan berbobot.

Berikut beberapa pernyataan yang paling banyak mendapat perhatian publik.

“Anak Sekolah Butuh Akses, Bukan Sekadar Makanan Gratis”

Salah satu kritik yang paling banyak dibicarakan adalah ketika Fathimah menyoroti persoalan infrastruktur pendidikan.

“Anak sekolah itu butuh akses, bukan cuma makanan gratis. Banyak anak di daerah terpencil yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan jembatan rusak atau perahu seadanya hanya demi bisa sampai ke sekolah.”

Melalui pernyataan tersebut, ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat hanya diukur dari program bantuan konsumtif. Menurutnya, akses menuju sekolah yang aman dan layak merupakan kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

Memanfaatkan latar belakang keilmuannya di bidang kesehatan, Fathimah juga menggunakan analogi medis untuk menjelaskan kondisi bangsa.

“Persoalan yang dihadapi bangsa saat ini seperti penyakit. Penyakit itu harus ditangani secara tegas dari akarnya agar tidak semakin memburuk dan meluas ke mana-mana.”

Pernyataan ini menggambarkan pandangannya bahwa banyak kebijakan publik saat ini hanya berfokus pada penyelesaian gejala yang tampak di permukaan, sementara akar persoalan yang sebenarnya belum tersentuh secara serius.

Dalam kesempatan lain, Fathimah juga melontarkan pertanyaan yang kemudian ramai diperbincangkan publik.

“Siapa sebenarnya yang paling kenyang dengan program Makan Bergizi Gratis ini?”

Kalimat tersebut dipandang sebagai bentuk dorongan agar pemerintah membuka ruang transparansi yang lebih luas terkait pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program-program berskala besar. Ia menegaskan pentingnya pengawasan publik agar setiap rupiah uang negara benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya mengkritisi kebijakan, Fathimah juga menyinggung cara pemerintah merespons kritik dari masyarakat.

“Ketika menghadapi kritik di podium, presiden menjadikannya bahan bercandaan dan tidak menunjukkan rasa hormat. Orang-orang yang memberikan kritik justru dikesampingkan dan disebut sebagai antek-antek asing.”

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menyentuh isu yang lebih luas, yakni kualitas demokrasi dan ruang kebebasan berpendapat di Indonesia.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kehadiran Fathimah Azzahra menandai munculnya generasi baru pemimpin mahasiswa yang mengedepankan data, argumentasi ilmiah, dan keberanian intelektual.

Ia tidak sekadar memosisikan diri sebagai aktivis kampus, melainkan sebagai representasi suara publik yang menginginkan kebijakan negara dijalankan secara transparan, akuntabel, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan rakyat.

Di usia yang masih muda, Fathimah menunjukkan bahwa kritik tidak selalu harus disampaikan dengan kemarahan. Terkadang, data yang kuat, logika yang tajam, dan keberanian untuk berbicara apa adanya justru mampu mengguncang ruang-ruang kekuasaan lebih dalam daripada teriakan yang paling lantang.

(Wajidi Adiansyah)

Wajidi Adiansyah

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 27 Juni 2021 sebagai Jurnalis Pusat. Email : wajidi.adiansyah@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Perang Nusantara: Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol Ajak Bangsa Menggali Pelajaran Strategis dari Sejarah Sendiri

    Strategi Perang Nusantara: Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol Ajak Bangsa Menggali Pelajaran Strategis dari Sejarah Sendiri

    • calendar_month 3 jam yang lalu
    • account_circle Suwoto
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jakarta — Sejarah peperangan di Nusantara menyimpan berbagai pelajaran tentang kepemimpinan, politik, geografi, ketahanan, dan pengambilan keputusan. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi bahan kajian untuk memperkaya pemikiran strategis Indonesia dalam menghadapi tantangan masa kini dan mendatang. Gagasan itu diangkat Brigjen (Purn) MJP. Hutagaol dalam tulisan pembuka bertajuk “Strategi Perang Nusantara—Seri 1: Mengapa Kita […]

  • Pengukuhan Kepengurusan Pencak Silat Militer di Wilayah Kodam III/Siliwangi Perkuat Pelestarian Budaya dan Jiwa Bela Negara

    Pengukuhan Kepengurusan Pencak Silat Militer di Wilayah Kodam III/Siliwangi Perkuat Pelestarian Budaya dan Jiwa Bela Negara

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bandung – Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menghadiri dan mengukuhkan kepengurusan Pencak Silat Militer (PSM) tingkat Provinsi, Cabang, Ranting dan Ranting Khusus di wilayah Kodam III/Siliwangi yang digelar di Lapangan Serka Dedy Unadi, Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 579 peserta tersebut dipimpin […]

  • Heboh !! Antusias Warga Perum Griya Abdi Negara – D’ Green Sukabumi Residence Merayakan HUT Ke- 81

    Heboh !! Antusias Warga Perum Griya Abdi Negara – D’ Green Sukabumi Residence Merayakan HUT Ke- 81

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Adi Sundari
    • visibility 141
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandar Lampung — Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan keakraban di berbagai penjuru negeri. Suasana nasionalisme yang kental tampak terasa di lingkungan Perumahan Griya Abdi Negara, Komplek D’Green, RT.12 LK.3, Kelurahan Sukabumi, Bandar Lampung. Dalam rangkaian peringatan kemerdekaan yang digelar di lingkungan setempat, […]

  • Kodim 1202/Singkawang Intensifkan Patroli Cegah Karhutla di Sungai Rasau dan Setapuk Kecil

    Kodim 1202/Singkawang Intensifkan Patroli Cegah Karhutla di Sungai Rasau dan Setapuk Kecil

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 85
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Singkawang – Kodim 1202/Singkawang melalui Koramil 1202-03/Skh bersama Satgas BKO kembali mengintensifkan patroli dan monitoring di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (06/10/2026). Patroli dilaksanakan di wilayah Kelurahan Sungai Rasau dan Kelurahan Setapuk Kecil, Kecamatan Singkawang Utara. Kegiatan tersebut melibatkan satu personel Koramil 1202-03/Skh, Serda Hariadi, serta lima personel Satgas BKO […]

  • Dua Orang Operator Pompa SPBU Di Wilayah Darul Makmur Ditetapkan Sebagai Tersangka Dan Ditahan Oleh Penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Nagan Raya photo_camera 3

    Dua Orang Operator Pompa SPBU Di Wilayah Darul Makmur Ditetapkan Sebagai Tersangka Dan Ditahan Oleh Penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Nagan Raya

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Nagan Raya – Satreskrim Polres Nagan Raya melalui Unit Tipidter kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dimana sebelumnya telah menetapkan 3 orang tersangka kemudian penyidik melakukan pengembangan kasus dengan menetapkan 2 tersangka lain yang diduga terlibat dan memiliki peranan langsung dalam perkara tersebut. Setelah penyidik melakukan serangkaian tindakan […]

  • Hadapi Ancaman Karhutla, Kapolda Kalbar Satukan Kekuatan Lintas Sektor

    Hadapi Ancaman Karhutla, Kapolda Kalbar Satukan Kekuatan Lintas Sektor

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Pontianak, Polda Kalbar – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan perkembangan penanganan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Selasa(15/9). Kegiatan berlangsung di Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalimantan Barat dan dihadiri Gubernur Kalbar […]

expand_less