Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Ketika Tuhan Dipercaya, tetapi Nilainya Tidak Dihidupi: Refleksi Moralitas dan Peradaban

Ketika Tuhan Dipercaya, tetapi Nilainya Tidak Dihidupi: Refleksi Moralitas dan Peradaban

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Persoalan moralitas dalam kehidupan berbangsa tidak semata-mata dapat dilihat dari seberapa sering seseorang berbicara mengenai agama atau menjalankan ritual keagamaan. Hal yang dinilai lebih penting adalah sejauh mana nilai-nilai yang diyakini diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Pemikiran tersebut disampaikan Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol melalui tulisannya berjudul “Ketika Tuhan Dipercaya, Tetapi Nilai-Nya Tidak Dihidupi: Membaca Paradoks Agama, Moralitas, dan Peradaban dari Skandinavia hingga Indonesia”, yang ditulis di Jakarta pada 23 Agustus 2026.

Dalam tulisannya, MJP Hutagaol membahas fenomena negara-negara Skandinavia yang secara umum dikenal memiliki tingkat religiositas formal relatif rendah, namun sejumlah negara di kawasan tersebut memiliki tingkat kepercayaan sosial, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kesejahteraan yang relatif tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat serta-merta dimaknai bahwa rendahnya religiositas formal menyebabkan masyarakat menjadi lebih bermoral. Ada proses sejarah panjang yang turut membentuk kehidupan sosial di kawasan tersebut, termasuk pendidikan, hukum, demokrasi, institusi sosial, negara kesejahteraan, serta kebiasaan yang berkembang lintas generasi.

“Yang lebih penting untuk dipelajari bukan sekadar apakah masyarakatnya masih rajin datang ke gereja. Yang perlu dilihat adalah bagaimana sebuah nilai berubah menjadi kebiasaan,” tulis MJP Hutagaol.

Ia menggambarkan proses pembentukan peradaban melalui rangkaian nilai, pendidikan, kebiasaan, budaya, institusi, hukum, kepercayaan, hingga peradaban. Menurutnya, nilai moral akan memiliki daya transformasi apabila tidak berhenti sebagai ajaran, tetapi diterjemahkan dalam perilaku dan sistem kehidupan masyarakat.

Indonesia Dinilai Memiliki Modal Nilai yang Kuat

Dalam konteks Indonesia, MJP Hutagaol menilai bangsa Indonesia memiliki banyak sumber nilai moral yang tumbuh dari tradisi masyarakat Nusantara dan berbagai ajaran keagamaan.

Budi pekerti, gotong royong, musyawarah, penghormatan terhadap orang tua, kepedulian terhadap sesama, serta penghormatan terhadap alam merupakan bagian dari nilai yang berkembang dalam masyarakat.

Berbagai tradisi keagamaan dan kebudayaan kemudian berinteraksi dalam perjalanan sejarah Indonesia. Pancasila juga menjadi salah satu fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama.

Karena itu, menurut MJP Hutagaol, tantangan Indonesia bukan kekurangan nilai moral, melainkan bagaimana memperkecil jarak antara keyakinan dan tindakan.

Ia mencontohkan, seseorang dapat berbicara mengenai kejujuran, tetapi dalam praktiknya melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai tersebut. Demikian pula keadilan akan menghadapi ujian ketika seseorang memiliki kekuasaan atau kepentingan tertentu.

Nilai Diuji Saat Tidak Ada Pengawasan

MJP Hutagaol berpandangan bahwa ujian moral justru muncul ketika seseorang memiliki kesempatan melakukan penyimpangan tanpa diketahui orang lain.

Kejujuran diuji ketika seseorang mengelola sesuatu yang bukan miliknya. Keadilan diuji ketika memiliki kewenangan. Tanggung jawab diuji ketika tidak ada pengawasan, sementara kepedulian diuji ketika berhadapan dengan pihak yang lebih lemah.

“Ukuran terakhir sebuah nilai bukan seberapa sering nilai itu diucapkan. Ukuran terakhirnya adalah apakah ia hidup dalam tindakan,” tulisnya.

Menurutnya, pembelajaran dari negara-negara Skandinavia tidak harus diarahkan pada perdebatan mengenai keberadaan Tuhan, melainkan pada bagaimana nilai moral diterjemahkan menjadi perilaku dan kemudian diperkuat melalui institusi sosial.

Dari Nilai Menuju Peradaban

MJP Hutagaol menilai pembangunan peradaban merupakan proses panjang. Nilai perlu ditanamkan melalui pendidikan, kemudian menjadi kebiasaan, berkembang menjadi budaya, diperkuat oleh institusi, serta dijaga melalui hukum yang diterapkan secara konsisten.

Ketika proses tersebut berjalan, kepercayaan sosial dapat tumbuh dan menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang tertib dan berkeadilan.

Refleksi tersebut pada akhirnya menempatkan kehidupan beragama, moralitas, institusi, dan pembangunan peradaban sebagai hal yang dapat saling menguatkan.

Pesan utama tulisan MJP Hutagaol adalah bahwa keyakinan tidak cukup hanya dinyatakan melalui ucapan dan simbol. Nilai yang diyakini perlu hadir dalam tindakan nyata, termasuk kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

“Tuhan tidak hanya perlu diucapkan. Nilai-Nya harus dihidupi.”

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Bidhumas Polda Kalbar Gelar Ngopi Bareng Awak Media Online

    Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Bidhumas Polda Kalbar Gelar Ngopi Bareng Awak Media Online

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Hepni Jaya Kusuma
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Pontianak, Kalbar – Bidang Humas (Bidhumas) Polda Kalimantan Barat menggelar kegiatan kemitraan bersama awak media online melalui acara “Ngopi Bareng” yang berlangsung di salah satu warung kopi di kawasan Jalan Paris II, Pontianak, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dihadiri 25 perwakilan media online dari wilayah Pontianak dan sekitarnya tersebut dipimpin oleh Kabid Humas Polda […]

  • Hadiri Apel Akbar di Jakabaring, Teddy Meilwansyah Berkomitmen Perkuat Kapasitas Satlinmas OKU

    Hadiri Apel Akbar di Jakabaring, Teddy Meilwansyah Berkomitmen Perkuat Kapasitas Satlinmas OKU

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Erhamudin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Palembang — Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H. Teddy Meilwansyah, menghadiri Apel Akbar Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang Jum’at (28/8/2026) Kehadiran orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peran strategis Satlinmas sebagai garda terdepan pelindung masyarakat. Apel akbar […]

  • Pendistribusian KKS Bansos PKH dan Sembako di Desa Setiamulya Berjalan Lancar

    Pendistribusian KKS Bansos PKH dan Sembako di Desa Setiamulya Berjalan Lancar

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 214
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Tarumajaya – Pemerintah Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, melaksanakan kegiatan pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Desa Setiamulya dengan dihadiri aparat desa, pendamping PKH, serta unsur terkait guna memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran. Sejak […]

  • Kenalkan Wisata Bahari, Ratusan Anak PAUD di Jepara Antusias Ikuti Lomba Mewarnai

    Kenalkan Wisata Bahari, Ratusan Anak PAUD di Jepara Antusias Ikuti Lomba Mewarnai

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle Supriyono
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Jepara – Semarak kreativitas mewarnai suasana Kabupaten Jepara. Sebanyak 410 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai wilayah berkumpul dan beradu imajinasi dalam gelaran Lomba Mewarnai Tingkat Kabupaten Jepara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, menjelaskan bahwa ajang ini mengusung tema edukasi wisata bahari untuk mengenalkan potensi maritim […]

  • Kabiro MSM Ketapang Apresiasi Penuh HUT MSM ke-5 di Lembang Bandung Barat: Harus Jadi Media Terdepan Kawal Kebenaran

    Kabiro MSM Ketapang Apresiasi Penuh HUT MSM ke-5 di Lembang Bandung Barat: Harus Jadi Media Terdepan Kawal Kebenaran

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 211
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Ketapang Kalbar – Perayaan Hari Ulang Tahun MSM ke-5 yang sukses terselenggara di Hotel Bukit Vipassana, Jl.Kolonel Masturi No.99, Sukajaya, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa-Barat Tgl (19 Juni 2026), mendapat apresiasi penuh dari Kabiro MSM Ketapang, Kalimantan Barat. Lima tahun pengabdian MSM di dunia jurnalistik dinilai sebagai tonggak penting dalam menjaga marwah pers […]

  • Antusiasme Warga Setiamulya Sambut Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli–September 2026

    Antusiasme Warga Setiamulya Sambut Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli–September 2026

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Aan Hermawan
    • visibility 125
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Tarumajaya, Bekasi — Halaman Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dipadati masyarakat yang datang untuk menerima penyaluran bantuan pangan alokasi periode Juli hingga September 2026. Warga tampak antusias mengikuti proses penyaluran bantuan yang dilaksanakan di lingkungan kantor Desa Setiamulya. Kehadiran masyarakat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program bantuan pangan bagi keluarga penerima manfaat […]

expand_less