Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Enam Gunung Api Erupsi, Indonesia Diingatkan Kembali Untuk Membaca Alam

Enam Gunung Api Erupsi, Indonesia Diingatkan Kembali Untuk Membaca Alam

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Aktivitas erupsi sejumlah gunung api di Indonesia kembali mengingatkan masyarakat bahwa kehidupan di Nusantara tidak dapat dipisahkan dari dinamika alam. Fenomena tersebut juga membuka ruang untuk melihat kembali pengetahuan leluhur dalam beradaptasi dengan lingkungan, termasuk melalui arsitektur dan pola kehidupan tradisional.

Pada 31 Agustus 2026, enam gunung api dilaporkan mengalami erupsi, yakni Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Maluku Utara.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan dinamika vulkanik masing-masing gunung dan tidak serta-merta menunjukkan bahwa erupsi satu gunung memicu erupsi gunung lainnya.

Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki banyak gunung api aktif. Kondisi tersebut membuat masyarakat sejak dahulu harus beradaptasi dengan berbagai dinamika lingkungan, mulai dari aktivitas vulkanik, gempa bumi, banjir, longsor hingga perubahan kondisi alam.

Belajar dari Arsitektur Leluhur

Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol menyoroti salah satu bentuk pengetahuan adaptif yang dapat dikaji melalui arsitektur tradisional Nusantara.

Masyarakat masa lalu memang belum memiliki seismograf, satelit, sensor digital, kecerdasan buatan maupun sistem peringatan dini seperti saat ini. Namun, pengalaman panjang berinteraksi dengan lingkungan diwariskan melalui berbagai praktik kehidupan.

Rumah panggung, penggunaan material kayu, struktur yang relatif ringan, teknik sambungan tertentu serta pemilihan lokasi merupakan bagian dari beragam tradisi arsitektur yang berkembang sesuai kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Meski demikian, menurut Hutagaol, tidak tepat apabila seluruh rumah tradisional Nusantara secara otomatis disebut sebagai “rumah tahan gempa”. Setiap arsitektur memiliki konteks budaya, material, teknik konstruksi, kondisi lingkungan dan sejarah adaptasi yang berbeda.

Hal yang lebih penting adalah mengkaji pengetahuan di balik bentuk tersebut.

Mengapa masyarakat menggunakan kayu? Mengapa rumah dibuat panggung? Mengapa sambungan konstruksi dibuat dengan teknik tertentu? Dan mengapa sebuah rumah ditempatkan pada lokasi tertentu?

Pertanyaan tersebut dapat menjadi bahan penelitian untuk mempertemukan pengetahuan tradisional dengan ilmu pengetahuan modern.

Dari Pengalaman Menuju Data

Pengetahuan leluhur banyak dibangun melalui pengamatan dan pengalaman yang diwariskan lintas generasi. Sementara manusia modern memiliki instrumen ilmiah, data, pemodelan, penginderaan jauh, teknologi digital dan sistem pemantauan.

Keduanya tidak harus dipertentangkan. Pengetahuan tradisional dapat menjadi objek penelitian, sedangkan teknologi modern dapat digunakan untuk menguji dan mengembangkan pengetahuan yang masih relevan.

Karena itu, pelestarian budaya tidak semestinya hanya mempertahankan bentuk rumah, ukiran atau ornamen. Logika pengetahuan yang melatarbelakangi suatu tradisi juga penting untuk dipelajari.

Pengetahuan tersebut dapat diteliti, diuji secara ilmiah dan dikembangkan apabila terbukti sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Warisan untuk Ketangguhan Masa Depan

Indonesia saat ini memiliki berbagai modal dalam menghadapi risiko bencana, mulai dari ilmu geologi dan seismologi hingga teknologi satelit, sistem pemantauan gunung api, teknologi informasi dan kecerdasan buatan.

Di sisi lain, Nusantara memiliki warisan pengetahuan lokal yang terbentuk melalui pengalaman panjang masyarakat dalam berinteraksi dengan alam.

Pertemuan antara keduanya dapat menjadi salah satu pendekatan dalam membangun ketangguhan masyarakat.

Warisan leluhur tidak harus disalin begitu saja. Pengetahuan tersebut perlu dipahami, diteliti, diuji dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

Dengan demikian, mempelajari arsitektur dan kehidupan leluhur bukan berarti membawa masyarakat kembali ke masa lalu. Sebaliknya, pengetahuan masa lalu dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran untuk membangun masa depan yang lebih adaptif terhadap lingkungan dan risiko bencana.

Gunung api akan terus menjadi bagian dari dinamika alam Indonesia. Tugas manusia bukan menghentikan alam, melainkan memahami karakteristiknya, mengurangi risiko dan membangun kehidupan yang semakin siap menghadapinya.

Pada akhirnya, mengenal Indonesia bukan hanya mengenal wilayahnya, tetapi juga belajar membaca alam sebelum membangun kehidupan di atasnya.

MJP Hutagaol ’86

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TTI Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Pemotongan Dana Rehabilitasi Sekolah di Kab. Aceh Tenggara Senilai Rp. 48,258 Milyar

    TTI Desak Kejati Aceh Usut Tuntas Pemotongan Dana Rehabilitasi Sekolah di Kab. Aceh Tenggara Senilai Rp. 48,258 Milyar

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Hanafiah
    • visibility 97
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Aceh Tenggara — Transparansi Tender Indonesia (TTI) menyoroti pengelolaan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Aceh Tenggara yang nilainya disebut mencapai Rp48,258 miliar. TTI meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan audit menyeluruh guna memastikan seluruh anggaran tersebut digunakan sesuai peruntukan dan tidak mengalami pemotongan ataupun penyimpangan. Koordinator TTI, […]

  • Polsek Benua Kayong Polres Ketapang Lakukan Pengamanan SPBU, Antisipasi Pengisian BBM Berulang photo_camera 2

    Polsek Benua Kayong Polres Ketapang Lakukan Pengamanan SPBU, Antisipasi Pengisian BBM Berulang

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Personel Polsek Benua Kayong Polres Ketapang melaksanakan kegiatan pengamanan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di wilayah hukumnya sebagai langkah antisipasi terhadap praktik pengisian bahan bakar minyak (BBM) secara berulang, (21/7/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran. Dalam […]

  • Pangdam III/Siliwangi Lepas 236 Calon Taruna Akademi TNI TA 2026 dari Bandung

    Pangdam III/Siliwangi Lepas 236 Calon Taruna Akademi TNI TA 2026 dari Bandung

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Achmad Arif Rachman
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bandung – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memimpin pelepasan 236 Calon Taruna Akademi TNI Tahun Anggaran 2026 yang berasal dari Panitia Seleksi Daerah (Panselinda) Bandung dan Panitia Seleksi Khusus (Panselindasus) SMAT Krida Nusantara. Kegiatan berlangsung di Aula Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok No. 10, Kota Bandung, Sebagai tanda dimulainya keberangkatan para peserta […]

  • Sinergi TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Vanili dan Ballpress Senilai Rp1,7 Miliar di Jayapura photo_camera 5

    Sinergi TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Vanili dan Ballpress Senilai Rp1,7 Miliar di Jayapura

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Suwoto
    • visibility 200
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jayapura – Jajaran TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral X bekerja sama dengan Bea Cukai Jayapura berhasil menggagalkan upaya penyelundupan komoditas bernilai tinggi dan barang terlarang di Pelabuhan Peti Kemas Entrop, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Kamis (14/05/2026). ​Operasi gabungan ini bermula dari informasi intelijen mengenai aktivitas bongkar muat yang mencurigakan di kawasan pelabuhan. Menindaklanjuti laporan […]

  • Polda Kalteng Perkuat Mental Pejuang Karhutla, Tim Psikologi Turun ke Posko

    Polda Kalteng Perkuat Mental Pejuang Karhutla, Tim Psikologi Turun ke Posko

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Sudarnarto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menurunkan tim khusus dari Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memberikan pendampingan psikologis, penguatan mental, dan teknik relaksasi kepada personel pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Jumat (28/8/2026) Karo SDM Polda Kalteng Kombes Pol Adewira Negara Siregar, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari instruksi langsung […]

  • PLTA Saguling Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Dukungan ProKlim Lestari Tingkat Nasional di Bank Sampah Unit Safamarwah

    PLTA Saguling Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Dukungan ProKlim Lestari Tingkat Nasional di Bank Sampah Unit Safamarwah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Sudirman
    • visibility 132
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Cimahi – PT PLN Indonesia Power UBP Saguling terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari Tingkat Nasional di Mitra Binaan Bank Sampah Unit (BSU) Safamarwah, yang berlokasi di Kampung Sukamaju, Desa […]

expand_less