Rakorwil Syarikat Islam Sumbar di Padang Panjang: Konsolidasi Menuju Kongres Ke-42, Tegakkan Kedaulatan Ekonomi Lewat Gambir dan Koperasi
- account_circle Muhammad Yaman
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- visibility 182
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MediaSuaraMabes, Padang Panjang – Rapat Koordinasi Wilayah dan Cabang Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Sumatera Barat Tahun 2026 berlangsung resmi di Kota Padang Panjang, Sabtu (20/6/2026). Pertemuan ini diangkat dengan tema: “Konsolidasi Terpadu dan Pemantapan Kinerja SI Sumbar dalam Menyongsong Kongres Nasional Ke-42 Syarikat Islam Tahun 2026”.
Berlangsung di bawah kepemimpinan Ketua DPW SI Sumatera Barat, Kombes Polisi (Purn) Mukhlis Mansyur, S.I.K. serta Ketua Harian Dra. Marsenany M.M, kegiatan ini menjadi wadah utama untuk menyelaraskan arah kebijakan, meninjau perjalanan organisasi, serta menyatukan langkah strategis dari keseluruhan 15 cabang yang tersebar di seluruh Sumatera Barat. Turut hadir dalam acara ini unsur Dewan Wilayah, Ketua DPC, jajaran pengurus, perwakilan setiap cabang, pengurus SEMMI tingkat wilayah, serta para undangan.
Dalam laporannya, Ketua Harian Dra. Marsenany M.M menegaskan bahwa tujuan utama rapat ini adalah menyamakan pandangan dan arah kerja. Beberapa poin penting yang disepakati menjadi fokus utama, antara lain: mendorong ekspor komoditas gambir, mempersiapkan pembentukan Koperasi Mandiri Syarikat Islam di tingkat wilayah maupun cabang, serta memperkuat pola koordinasi baik ke atas maupun ke bawah di seluruh struktur organisasi, disertai sejumlah hal strategis lainnya.
Pemaparan materi utama disampaikan oleh narasumber, Rahmat Saleh, yang menguraikan rencana pengembangan ekonomi berbasis nilai-nilai Syarikat Islam. Ia menyoroti satu fakta penting: meskipun Sumatera Barat menyumbang sekitar 80 persen dari total produksi gambir dunia, penetapan harga jual komoditas ini sepenuhnya berada di tangan pihak luar negeri.
Kenyataan tersebut menjadi bukti nyata bahwa arus globalisasi tidak berarti kebebasan tanpa batas; tetap harus ada aturan yang dipatuhi serta upaya menjaga kedaulatan ekonomi agar kepentingan daerah tetap terjaga. Rahmat Saleh menekankan perlunya terobosan baru agar posisi daerah tidak terus-menerus ditentukan oleh pihak asing. Harus ada langkah nyata agar kekayaan alam ini benar-benar menjadi manfaat penuh bagi petani, anggota organisasi, dan masyarakat luas, melalui tiga jalur utama:
1. Penegakan peraturan yang berlaku, didukung tekad kuat serta komitmen politik yang nyata dari Pemerintah Daerah.
2. Kerja sama strategis atau pola kemitraan terpadu antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan pihak swasta dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
3. Penerapan hilirisasi industri, yang disadari memerlukan proses panjang namun wajib dimulai sekarang secara terencana dan berkesinambungan.
Sebagai wujud tindak lanjut nyata dari upaya pemantapan organisasi, kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya proses pendirian Koperasi Mandiri Syarikat Islam Sumatera Barat. Prinsip pengelolaannya ditetapkan harus berlandaskan profesionalisme, integritas tinggi, kejujuran, keterbukaan, serta sistem manajemen yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh modal usaha koperasi bersumber murni dari keanggotaan, dengan besaran iuran yang ditetapkan sebesar Rp 150.000,- per tahun bagi setiap anggota. Seluruh pengurus di tingkat cabang secara otomatis tercatat sebagai anggota koperasi tingkat wilayah.
Lingkup usaha yang akan dikembangkan pun tidak terbatas hanya pada komoditas gambir, tetapi juga mencakup budidaya magot, pengolahan hasil bumi, serta beragam jenis usaha halal lain yang memiliki prospek keuntungan baik.
Ketua Syarikat Islam Bukittinggi dalam pandangannya menegaskan kunci keberhasilan: “Disiplin dan penguatan sistem manajemen adalah fondasi utama. Jangan pernah mencari alasan kegagalan dengan menyalahkan pemerintah atau pihak lain.”
Sementara itu, Ketua Syarikat Islam Agam menyampaikan pandangan serupa dan meyakini bahwa potensi besar gambir baru akan terlihat hasilnya secara maksimal jika dikelola dengan tata kelola yang rapi, terukur, dan berkelanjutan.
Hasil konkret yang lahir dari rapat ini adalah pembentukan Tim Formatur Pendirian Koperasi. Target waktu ditetapkan dengan tegas: menjelang akhir Agustus 2026, seluruh dokumen mandat dan persiapan operasional harus sudah lengkap dan matang, tepat dalam rangka menyambut Kongres Nasional ke-42. Berbagai pertanyaan peserta terkait syarat keanggotaan, ketentuan operasional, hingga isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga juga telah dibahas dan dijawab secara tuntas dalam suasana musyawarah yang hangat dan kekeluargaan.
Di tengah semangat kerja yang tinggi, suasana berubah menjadi hening dan penuh kesedihan ketika dibacakan berita duka cita. Seluruh jajaran di bawah pimpinan Kombes Pol (Purn) Mukhlis Mansyur turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya salah satu anggota rombongan dari wilayah Panjang, yang mewakili delegasi Syarikat Islam Tanah Datar dan Sijunjung. Beliau berpulang ke Rahmatullah tepat saat perjalanan menuju lokasi acara berlangsung pada Sabtu sore itu.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum diterima Allah SWT di tempat yang paling mulia, seluruh amal kebajikannya diterima, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan serta kekuatan hati yang luas,” ujar Ketua MPW SI dengan nada haru dan duka mendalam di hadapan seluruh peserta.
Rakorwil pun ditutup dengan kesepakatan bulat dan tekad bersama: berjalan beriringan dalam satu barisan, memperkokoh setiap bagian organisasi, serta memantapkan seluruh kinerja demi keberhasilan Kongres Nasional ke-42, sekaligus mewujudkan cita kemandirian ekonomi umat di Sumatera Barat.
(MY)
Jurnalis : Muhammad Yaman
Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 18 April 2024 sebagai Jurnalis Kab. Agam - Sumatera Barat. Email : muhammad.yaman@mediasuaramabes.co.id

Saat ini belum ada komentar