Breaking News
light_mode
Trending HasTags
Beranda » Opini » Pengetahuan Peradaban Nusantara: Leluhur Tak Hanya Meninggalkan Benda

Pengetahuan Peradaban Nusantara: Leluhur Tak Hanya Meninggalkan Benda

  • account_circle Suwoto
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MediaSuaraMabes | Jakarta — Warisan peradaban Nusantara tidak semestinya hanya dipahami melalui peninggalan fisik seperti candi, prasasti, perahu, manuskrip, sawah maupun pelabuhan. Di balik berbagai peninggalan tersebut terdapat pengetahuan, pengalaman, teknologi, aturan dan cara hidup yang diwariskan lintas generasi.

Gagasan itu menjadi pokok bahasan dalam tulisan Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 1: Leluhur Tidak Hanya Meninggalkan Benda karya Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol, yang disusun di Jakarta pada 29 Agustus 2026.

Hutagaol mengajak pembaca melihat peninggalan masa lalu sebagai jejak pengetahuan yang memungkinkan sebuah masyarakat membangun dan mempertahankan peradabannya.

Sebuah perahu, misalnya, tidak hanya menunjukkan teknologi transportasi masa lalu. Di balik pembuatannya terdapat pengetahuan mengenai jenis kayu, keseimbangan, angin, arus, gelombang hingga teknik pelayaran.

Demikian pula sawah tidak sekadar merupakan lahan pertanian. Di dalamnya terdapat pengalaman masyarakat dalam membaca kondisi tanah, mengelola air, memahami musim, membagi pekerjaan serta mengatur kehidupan bersama.

“Leluhur tidak hanya meninggalkan benda. Mereka juga meninggalkan pengetahuan,” menjadi salah satu gagasan utama dalam seri pertama tersebut.

Pengetahuan Tidak Selalu Tertulis

Menurut Hutagaol, pengetahuan masa lalu tidak selalu diwariskan melalui buku atau manuskrip. Pengetahuan dapat diteruskan melalui tutur, pekerjaan, adat, teknologi, simbol, aturan dan praktik kehidupan sehari-hari.

Karena itu, memahami pengetahuan suatu peradaban tidak cukup hanya dengan membaca teks. Penelitian juga perlu memperhatikan benda, lanskap, simbol, lembaga, tradisi lisan serta praktik masyarakat.

Seorang pembuat perahu, misalnya, dapat menguasai pengetahuan kompleks melalui pengalaman dan proses pewarisan antargenerasi tanpa harus meninggalkan dokumen tertulis mengenai teknik pembuatannya.

Tidak Menyeragamkan Nusantara

Hutagaol juga mengingatkan agar istilah “cara berpikir orang Nusantara” tidak digunakan secara serampangan. Nusantara memiliki keragaman geografis, bahasa, budaya dan sejarah.

Masyarakat pesisir menghadapi persoalan yang berbeda dengan masyarakat pegunungan. Demikian pula masyarakat di sekitar sungai memiliki pengalaman berbeda dengan masyarakat kepulauan.

Karena itu, pendekatan yang dinilai lebih tepat adalah mencari pola pengetahuan peradaban di berbagai wilayah Nusantara dengan tetap mempertahankan karakter dan perbedaan masing-masing masyarakat.

Peradaban Terbentuk dari Pengetahuan

Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa pengetahuan menjadi bagian dari peradaban ketika masuk ke dalam kehidupan bersama. Secara konseptual, pengetahuan dapat memengaruhi nilai, kepentingan, keputusan dan kekuasaan, kemudian melahirkan aturan, lembaga, teknologi serta infrastruktur yang membentuk laku bersama.

Dengan perspektif tersebut, peradaban tidak hanya dapat dilihat dari bangunan monumental. Sistem pengelolaan sawah, hutan dan laut, teknologi perahu hingga mekanisme penyelesaian konflik juga dapat menjadi sumber untuk memahami perkembangan pengetahuan masyarakat.

Warisan Masa Lalu Perlu Diuji

Hutagaol menekankan pentingnya menghindari romantisme terhadap masa lalu. Menghormati leluhur bukan berarti seluruh warisan harus diterima tanpa pemeriksaan.

Pengetahuan lama dapat mengandung kebenaran sekaligus keterbatasan. Tradisi dapat memiliki nilai kebijaksanaan, tetapi juga dapat memuat kepentingan, ketimpangan, konflik atau praktik yang tidak lagi sesuai dengan kondisi masa kini.

Karena itu, warisan masa lalu perlu dikaji secara kritis. Sesuatu yang tertulis belum tentu benar, sesuatu yang diwariskan belum tentu terbukti, sesuatu yang lama belum tentu selalu bijaksana, sementara sesuatu yang berasal dari luar tidak otomatis berarti buruk.

Daya Olah Masyarakat Nusantara

Nusantara juga tidak berkembang dalam ruang tertutup. Pelayaran, perdagangan, migrasi, agama, politik dan pertukaran pengetahuan turut mempertemukan masyarakat Nusantara dengan berbagai pengaruh dari luar.

Namun, pengaruh tersebut tidak selalu diterima secara utuh. Masyarakat dapat menerima, menolak, menyesuaikan atau mengolahnya menjadi bentuk baru.

Dalam konteks itu, “daya olah” masyarakat menjadi bagian penting untuk dikaji, yakni kemampuan mengolah berbagai pengaruh menjadi bagian dari kehidupan dan kebudayaan setempat.

Dari Jejak Menuju Pertanyaan Baru

Seri pertama ini mengajak pembaca mengubah cara memandang peninggalan sejarah. Pertanyaan tidak hanya berkaitan dengan siapa yang membuat sebuah peninggalan, tetapi juga pengetahuan apa yang memungkinkan peninggalan tersebut lahir, bagaimana pengetahuan diwariskan, bagaimana lingkungan memengaruhinya dan bagaimana pengaruh luar diolah oleh masyarakat.

Warisan leluhur dapat dipelajari dengan mencari pengetahuan yang terserak, memeriksa yang diwariskan, memilah yang bernilai, mengoreksi yang keliru, mengembangkan yang masih berguna dan menciptakan pengetahuan baru.

Seri pertama tersebut menjadi pengantar menuju Pengetahuan Peradaban Nusantara Seri 2: “Dari Pengetahuan Menjadi Peradaban — Ketika Pengalaman Berubah Menjadi Aturan, Lembaga, Teknologi, dan Laku Bersama.”

Penulis: Brigjen TNI (Purn.) MJP Hutagaol
Jakarta, 29 Agustus 2026

Suwoto

Jurnalis :

Bergabung di Media Suara Mabes (MSM) sejak tanggal 26 April 2021 sebagai Redaktur. Email : suwoto@mediasuaramabes.co.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Ketapang Gelar Apel Pasukan Ops Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026

    Polres Ketapang Gelar Apel Pasukan Ops Aman Nusa II Karhutla Kapuas 2026

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle A'ang Sanjaya
    • visibility 180
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas 2026” di halaman Mapolres Ketapang, Kamis (27/08/2026). Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., dan dihadiri Wakil Bupati Ketapang, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, BPBD, Manggala Agni, tenaga kesehatan […]

  • Langkah Nyata Jalur Hukum: Apresiasi untuk Polres Subang dan Tuntutan Transparansi Penyidikan

    Langkah Nyata Jalur Hukum: Apresiasi untuk Polres Subang dan Tuntutan Transparansi Penyidikan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Yusup Sugara
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Subang – Menindaklanjuti temuan dugaan kejahatan terstruktur yang merugikan negara ini, perwakilan awak media tidak sekadar berhenti pada publikasi berita. Langkah hukum secara konkret telah diambil dengan melayangkan laporan resmi ke pihak kepolisian. Tepat pada tanggal 14 Agustus 2026, berkas pelaporan telah resmi diterima dengan nomor register: LP/B/544/VIII/2026/SPKT/POLRES SUBANG/POLDA JAWA BARAT. Tindakan pelaporan […]

  • Bukittinggi, Diduga Perbudak Buruh Pabrik Rak Piring, Langgar UU Ketenagakerjaan & BPJS

    Bukittinggi, Diduga Perbudak Buruh Pabrik Rak Piring, Langgar UU Ketenagakerjaan & BPJS

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Yaman
    • visibility 294
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Bukittinggi – Di balik tampak depan yang rapi berupa toko kasur dan springbed di Jalan Ipuh Mandiangin, Cempagoh Ipuh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, tersembunyi aktivitas produksi rak piring dari baja ringan yang diduga melanggar habis-habisan hak dasar pekerja dan undang-undang ketenagakerjaan. Diduga aktifitas ini sudah bertahun-tahun beroperasi, Perusahaan 145—demikian warga menyebutnya—diduga membayar upah jauh […]

  • Yatin Ahdiyat: Dari Purnabakti PT Pos Indonesia Hingga Aktivis Politik dan Diaspora photo_camera 5

    Yatin Ahdiyat: Dari Purnabakti PT Pos Indonesia Hingga Aktivis Politik dan Diaspora

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Thio Rudy
    • visibility 115
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes, Jakarta – Sosok Yatin Ahdiyat dikenal sebagai figur pekerja keras yang tetap aktif berkarya setelah memasuki masa purnabakti. Usai pensiun dari PT Pos Indonesia pada tahun 2016, ia memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur politik dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Pada Pemilu sebelumnya, Yatin sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DKI Jakarta melalui Partai Berkarya. Lima […]

  • Aset Kabupaten Bekasi Dalami Kasus Hilangnya Mobil Operasional Desa Hegarmanah, Mantan Kades Akan Dipanggil

    Aset Kabupaten Bekasi Dalami Kasus Hilangnya Mobil Operasional Desa Hegarmanah, Mantan Kades Akan Dipanggil

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Deden Guntara
    • visibility 156
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Bekasi – Kasus hilangnya mobil operasional (pentaris) Desa Hegarmanah yang terjadi pada masa pemerintahan mantan Kepala Desa Mamad Rifai terus menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Bidang Aset mulai mengambil langkah lanjutan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Pada Rabu (22/7/2026), tim media melakukan konfirmasi langsung kepada Bidang Aset Kabupaten Bekasi. Dalam keterangannya, pihak aset […]

  • Polres Inhil Kembali Raih Penghargaan Kapolri, Pelayanan Prima Jadi Penguatan Kepercayaan Publik

    Polres Inhil Kembali Raih Penghargaan Kapolri, Pelayanan Prima Jadi Penguatan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Saprizal
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MediaSuaraMabes | Kab. Indragiri Hilir, Riau – Polres Indragiri Hilir kembali mencatatkan capaian dalam bidang pelayanan publik setelah menerima Piagam Penghargaan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) atas hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025 dengan kategori Pelayanan Prima (A). Piagam penghargaan tersebut diterima Kabag Ren Polres Indragiri Hilir AKP Buha […]

expand_less